Belanda, Keju dan Klompen

Pergi ke Belanda berarti akan menemui aneka keju, kincir angin, dan sepatu klompen. Sepanjang jalan melewati jalan-jalan di Belanda, saya melihat rerumputan yang luas dan puluhan ekor sapi dan domba berkeliaran.

Menurut tour guide, Belanda merupakan kota penghasil keju terbesar. Di sini apa-apa makannya keju. Makan roti pakai keju, entah itu keju potong, keju parut, atau krim keju. Bahkan di sini makan keju aja juga bisa. Entah kejunya dikasih saus atau dimakan utuh.

Gak heran sih mengingat almarhum Om saya yang menetap di Belanda, setiap pulang ke tanah air selalu membawakan keju edam. Kata Om, di Belanda keju berlimpah, kayak kerak telor di Jakarta.

Di sini saya mengunjungi tempat pembuatan keju dan sepatu klompen (yang ujungnya lancip-lancip kayak sepatu Aladdin). Saya lupa tempatnya di mana :lol: Di tempat pembuatan keju, peserta tour dijelaskan mengenai cara-cara pembuatan keju.

Kejuuuuuuuuuuuuuu!!! *kalap*

Sayangnya saya lebih tertarik makan keju ketimbang tahu cara membuatnya. Maka saya sibuk foto-foto bersama keju di sekeliling saya. Rasanya ingin membawa pulang semua keju di sini. :twisted:

Pose bersama keju

Setelah dijelaskan mengenai pembuatan keju, pengunjung dipersilakan untuk berbelanja aneka keju yang dijual. Pilihan saya jatuh pada smoked cheese yang rasanya kayak daging asap. Asli, ini enak banget. Tanya deh teman-teman kantor yang sudah mencicipi, rasanya endyang banget. Memang Belanda itu negara keju.

Beli smoked cheese kayak gini, tapi yang susu sapi

Enaknya di sini, sebelum membeli kita bisa mencicipin dahulu keju yang disukai. Saya mencoba aneka keju mulai dari keju yang terbuat dari susu sapi, sampai keju susu babi kambing. Entah kenapa saya gak suka susu kambing. Rasanya aneh gitu. Memang saya sendiri gak suka daging kambing sih. Nah keju dari susu kambing ini rasanya kayak daging kambing. :roll:

Aneka kejuuuu!

Lihat gambar di kiri atas? Di sini keju biasa dimakan dengan mayones, saus vinegar, saus yang kayak tauco, dan ada juga yang rasanya kayak wasabi. Keju yang dijual dibungkus plastik, namun juga ada yang ditaruh di mangkuk motif dan dihias dengan klompen mungil.

Potongan smoked cheese dan kacang rasa wasabi

Harga keju yang dijual di sini mulai dari sekitar €7 ke atas (silakan dikalikan Rp 12.300). Saya gak gitu ngecek harganya sih. Selain smoked cheese, saya juga membeli kacang rasa wasabi. Harganya € 3,5 dan rasanya enak!

Dari tempat pembuatan keju, saya beranjak ke bangunan sebelah, yaitu tempat pembuatan klompen. Klompen adalah sepatu yang terbuat dari kayu dengan bentuk ujungnya lancip. Biasanya digunakan oleh para pekerja di pabrik, petani, nelayan dan lain-lain untuk perlindungan kaki.

Cara pembuatan klompen. Pakai mesin gitu…

Kalau kata mas-mas yang nerangin cara pembuatan komplen, fungsi klompen selain dipakai saat bekerja, bisa juga digunakan di dapur (kalau ketimpa benda-benda dapur kan aman). Tak hanya itu, kalau pulang malam akibat kebanyakan minum, klompen dapat digunakan untuk menggedor pintu. Bisa juga untuk memukul suami yang pulang malam akibat kebanyakan minum atau ketahuan main ke Red Light District. Intinya, kegunaan klompen banyak!

Klompen dari kayu dengan desain yang bervariasi

Seiring perkembangan jaman, klompen tidak hanya terbuat dari kayu saja, tapi juga dari bahan-bahan lainnya yang lebih lembut sehingga enak dipakai untuk kegiatan sehari-hari.

Klompen dari bahan kain

Namun klompen sekarang sudah bervariasi, tidak hanya terbuat dari kayu, namun dari bahan-bahan lain yang lebih ringan dan nyaman dipakai. Tampaknya klompen ini yang mengilhami sepatu Crocs. Lihat nih klompen lucu yang saya lihat. Sayang harganya €40 gitu. Coba €25-an, saya beli deh. *hemat duit karena baru hari kedua dalam trip*

Pengen klompen ini, tapi mahal >.<

Klompen raksasa…

Hmmmm… habis ini ke mana lagi ya?

About these ads

Tag: , , , , ,

52 Tanggapan to “Belanda, Keju dan Klompen”

  1. cK Says:

    Kalau ada yang ke Belanda, nitip klompen yaaaa :mrgreen:

  2. icitmilanisti Says:

    keejuuuuu….
    aku gak suka keju :p
    bisa makan sih, tapi dikit doang.
    #njuk
    entahlah kalau kejunya ada rasa macam-macam gini ya

    oh sendal itu namanya klompen…kayak nama makanan
    pasti ribet makenya ya, kayu gitu. ndak praktis.
    tapi buat pajangan lucu kayaknya

    aaakkk, aku pengen ke belandaaaa \O/

  3. Billy Koesoemadinata Says:

    kalo di Jakarta, mungkin klompen bisa berfungsi dengan baik kalo ada genangan.. bisa buat ngapung gitu — kalo ukurannya diperbesar :P

  4. coratcoretadiitoo Says:

    aku sering menonton liputan arteis2 ke tempat pembuajatan keju dan sandal bakiak modern ala belanda itu. hahaha. mupeng. soalnya daerahnya itu kayaknya asik banget. hiksss. kalau tau kamu ke situ kak, aku mau nitip beliin klompen. :p

  5. catur (@cacachatur) Says:

    Mau kejunya dong kak chika :( *ngiler keju

  6. ipied Says:

    bener2 ngiler lihat kejunya… wah surga banget tuh *nyem* :p

  7. Chic Says:

    ih! aku mau icip kejunyaaaaaa….

  8. lindaleenk Says:

    Kamu nulis klompen aku bacanya komplen mulu…
    Btw..dua kali dirimu nulis namun chik..
    *dirajam chika*

    Aaaaakkkk kejuuuu…mauuuu

  9. Rere @atemalem Says:

    aaakkk, klompeeeennnn…
    kereennn

  10. itikkecil Says:

    nampaknya perlu nyimpen klompen di rumah buat jaga-jaga kalo mau nampar maling yang masuk ke rumah.
    *apa ini*
    Dirimu gak beli klompen yang kecil-kecil gitu Chik?

  11. Ca Ya Says:

    wow wow *terpana*
    bolehlah itu sendalnya yg motif sapi :D

  12. ronal Says:

    hwaaaaaaa…pengeeeeeen ke Belandaaaa juga :D

  13. Brama Danuwinata Says:

    sial, kemarin aku dua hari ke belanda cuman ngedekem di bandara. T.T

  14. astrid nur perwita Says:

    sepatu klompen raksasanya masih ada juga nich udah lama sekali

  15. Swastika Nohara Says:

    Habis ini ke Madrid aja Chik…

  16. Miftahgeek Says:

    Belanda yang saya tahu : Keju dan Tulip. Dan saya ga terlalu suka keduanya. Mungkin dari itu saya akhirnya nggak terlalu suka Belanda –a

  17. Dian Adi Prasetyo (@didut) Says:

    kita juga punya klompen, klompencapir *ditampol*

  18. niee Says:

    waahh… aku gak mau kejunya… aku mau ke tempat buat kejunya aja.. >_<

  19. kisahbujang Says:

    wow keju. o.oa

  20. jo jambi Says:

    woow keren

  21. widifdla Says:

    Aaaa kejunya keliatannya enaak, maauuu!.__.

  22. ndop Says:

    jadi ingat klompencapir acara di TVRI beberapa (puluh) tahun yang lalu..

  23. siscaamellya Says:

    Have a good day yah …

  24. Alderina Says:

    Bagus ya klompennya yang pink. Aku jadi pengen klompen! Tapiini mirip sweedish hashbeen :D

  25. yusrizalihya Says:

    klompen ni bentuknya emang mirip Crocs, tapi dari kayu, pake bakiak aja rasanya susah dipake jalan, gimana ya klo bentuknya kaya’ Klompen gitu, bunyinya pasti berisik, “teplak teplok” gitu, haha

  26. Dari Amsterdam Ke Volendam « cK stuff Says:

    [...] waktu sekitar 1 jam (atau lebih, karena saya ketiduran di bus). Sebelum ke Volendam, saya mampir ke tempat pembuatan keju dan klompen, barulah setelah itu pergi ke [...]

  27. Belanda… Sang Pionir yang Menarik Hati | Seribu Wajah Kehidupan Says:

    […] http://chikastuff.wordpress.com/2012/10/23/belanda-keju-dan-klompen/ […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d bloggers like this: