Pertama Kali Ke Belanda

Yay, akhirnya saya sampai di Belanda setelah sekitar 17 jam perjalanan! Pantat tepos tapi perut kenyang karena makan 4 kali selama 14 jam di atas pesawat (plus 3 jam transit). *sembunyiin timbangan*

Ini pertama kalinya saya menginjak tanah Eropa. Sesampai di bandara internasional Schipol, saya melihat bandara udaranya dingin puoooll!! Untung sudah bawa jaket panjang buat gaya jadinya bye bye dingin. Eh tapi anginnya teteup nampar-nampar pipi sih.

Kesan pertama ketika melihat Amsterdam yang merupakan ibukota Belanda ini adalah sejuk, cukup bersih dan SEPEDA! Di mana-mana banyak orang main sepeda! Kata tour guide, sepeda merupakan kendaraan yang mendominasi di Belanda. Harga pajak mobil yang cukup tinggi membuat orang memilih memakai sepeda.

Selain itu di sini sudah ada jalur khusus sepeda (yang dicat warna merah) sehingga orang-orang merasa lebih nyaman menggunakan sepeda. Seperti ini nih jalur sepedanya.

Jalur sepeda

Ada yang bersepeda dengan kursi kecil di depan dan di belakang untuk anak-anak, jadi orang tuanya bisa mengayuh sepeda sambil membawa anak. Ada juga yang bersepeda sembari membawa peliharaannya dan semua itu berjalan dengan tertib. Sepeda di mana-mana!

Saking banyaknya pengguna sepeda, bisa dibilang kecelakaan lalu lintas paling tinggi disebabkan oleh ditabrak sepeda. Tapi rata-rata gak gitu parah sih. Jadi kalau merasa menginjak jalur merah, segeralah pindah jalur sebelum ditabrak sepeda dari belakang. :roll:

Parkiran sepeda. Banyak ya! 

Di sini juga tersedia rental sepeda, harganya €5 (sekitar Rp 62.000). Tapi saya gak tahu berapa lama. Sepeda di sini sangat tertib. Lihatlah antrian sepeda yang sedang menunggu lampu merah. Kalau di Singapore yang mengantri adalah orang-orang yang ingin menyeberang jalan, sedangkan di Belanda yang mengantri adalah sepeda-sepeda yang ingin menyeberang. :mrgreen:

Antri dengan tertib saat mau menyeberang

Selama di Amsterdam saya menginap di Crowne Plaza City Center yang ternyata dekat ke mana-mana. Di dekat hotel ada Royal Palace, tempat menikahnya keluarga kerajaan Belanda. Lalu di seberangnya ada museum Madame Tussauds. Lalu di seberangnya lagi ada Dam Square yang terdapat monumen nasional yang menjadi tempat turis foto-foto.

Monumen Nasional

Dan yang paling penting adalah di belakang hotel ada TEMPAT SHOPPING. YAAAAAAY~

Rasanya saya tak sabar untuk mengeksplor lebih banyak mengenai Belanda. :D

About these ads

Tag: , , , ,

35 Tanggapan to “Pertama Kali Ke Belanda”

  1. cK Says:

    Tunggu postingan selanjutnya, tentang berkunjung ke Red Light District. :mrgreen:

  2. icit Says:

    aku kepengen ke belandaaaa… kepengen naik sepeda di belandaaaaa…aaaaaaaaaakkkkkkkkk

  3. Adiitoo Says:

    andai itu terjadi di Indonesia, khususnya di Jakarta, subhanallah sekali. aku pasti akan lebih sering bersepeda. dengan begitu, makan banyak pun tak masalah.

    • cK Says:

      Tentunya didukung dengan cuaca sejuk seperti Belanda sih. Walaupun panas terik, tapi angin-nya uenak. Jadi seimbang antara terik dan sejuk.

  4. waterbomm Says:

    menyenangkan ya. yang kaya gitu sebenernya ada di Indonesia. jalur sepeda udah tersedia di bandung dan jakarta. tapi… parkir sepeda masih sedikit, ada tapi jumlahnya gak banyak terus juga pajak mobil masih rendah, jadinya ya gitu deh..

    oleh-olehnya chikaaaa… \o/

  5. rere Says:

    aaaaiiii, canteknya itu sepedaaa..
    bisa tetep gaya gitu ya walopun pake sepeda.
    ada keranjangnya pulak
    ada tempat duduk anak juga..

    aku sukaak

  6. ipied Says:

    iya nyaman ya sepedaan di sana, sepertinya mengasyikkan, kapan ya pajak mobil di indonesia mahal? pengin deh.. mobil mahal dan bahan bakar semakin mahal dan hore kita bersepeda :D

  7. Billy Koesoemadinata Says:

    kalo suatu hari nanti ke Belanda, paling pengen ke Madurodam..

  8. ivanprakasa Says:

    Pipi ditampar2….? pipi kak chika massih mulus kan? jangan2 jadi tepos. *dikapluk kak chika…
    Wah keren yah… kalo diliat dr gambar lebih banyak pengguna sepeda di belanda dibanding di Jepang :D

  9. sulunglahitani Says:

    seharusnya pajak mobil yg tinggi juga diberlakukan di Indo, biar polusi berkurang krn org2 berpindah ke sepeda juga. hehe
    btw, red light distric itu bukannya semacam kawasan penjaja wts, ya? hehee.. ga sabar :D

  10. giewahyudi Says:

    Wah senengnya..
    Seharusnya di Indonesia pajak mobil ditinggiin banget biar pada pakai sepeda lagi, trus jalur sepeda dibebasin dari bajaj dan ojek.. :)
    Etapi kalau dibanding Monumen Nasional di Amsterdam itu mending Monas punya kita ya. :)

  11. venus Says:

    kamu selaluuuu bikin iri. selalu. mamamu gak butuh buzzer chik? :)))

  12. Ca Ya Says:

    untung di Belanda jalannya gak naik turun lembah wkwkkkwk…
    brati orang2 belanda pada sehat tuh :D

  13. Miftahgeek Says:

    Di belakang hotel ada tempat shopping? Bukannya itu kabar buruk mba? XD

  14. ndop Says:

    Akkkkkkkkkk… aku pantas hidup di Belanda ya, maklum kak Chik, jujur banget, aku gabisa nyetir motor (apalagi nyetir mobil), dan emang aku ke mana2 naik sepeda. But you know lah di sini, sepeda kurang dihargai haha.. *nyesek tapi tetep ketawa*

  15. airyz Says:

    harus bilang wow sambil salto liat jalur sepeda disana :D

  16. atuke Says:

    huaaaa… sy jg ingin ke Belanda, itukan impian sy…

  17. Alderina Says:

    Pengen sepedaaaaa…

  18. Mampir ke Cologne Cathedral | cK stuff Says:

    […] pagi dari Belanda menuju Jerman, perjalanan dari Amsterdam ke Köln memakan waktu kurang lebih sekitar 4 jam. Entah […]

  19. Mampir ke Cologne Cathedral | cK stuff Says:

    […] mampir ke Cologne (Köln) di Jerman, dan setelah itu menuju Luxembourg. Berangkat pagi dari Belanda menuju Jerman, perjalanan dari Amsterdam ke Köln memakan waktu kurang lebih sekitar 4 jam. Entah […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d bloggers like this: