Kereta MTR Hong Kong melaju dengan cepat, secepat waktu berlalu saat ini. Pandangan sekelilingku penuh dengan ornamen Disney dan beberapa wajah yang terlihat lelah.
Jendela MTR berbentuk kepala Mickey Mouse menayangkan pemandangan gelap dan lampu temaram di luar sana. Kursi biru yang kududuki terasa hangat ketika suhu mencapai 11° celcius.
Penumpang MTR sangat sepi. Mungkin bisa dihitung dengan jari. Kulirik jam tanganku. Waktu menunjukkan pukul 00:30. Lalu pikiranku melayang pada sosok wajah yang kurindukan.
Kamu.
Masih ingatkah kau dengan mimpi kita? Ke Disneyland bersama sambil berpegangan tangan. Saling menghangati satu sama lain ketika udara dingin menyelimuti area bermain. Kamu membelikanku hot chocolate kesukaanku dan membantu meniupkannya agar cepat dingin. Mendengarkan lagu Aladdin yang diputar di penjuru Disneyland dan menari kegirangan seakan-akan berhasil memenangkan tiket ke Las Vegas.
Kamu yang mengerti aku tak suka naik wahana menegangkan dan memutuskan menemaniku masuk wahana Winnie the Pooh daripada Space Mountain yang kabarnya sangat sayang untuk dilewatkan. Lalu kita bersama berfoto bersama tokoh-tokoh Disney, melempar koin di Snow White Grotto dan berharap suatu hari kita dapat kembali ke sini, berdua.
Kamu menemaniku menonton Stitch Encounters kesukaanku alih-alih naik RC Racer di Toy Story Land yang baru dibuka. Kemudian kita memutuskan foto-foto di setiap sudut untuk membuktikan kebersamaan kita di Disneyland.
Kita melewatkan makan malam di Corner Café yang terletak di arena Main Street, USA. Kamu yang usil, dengan sengaja memesan Lobster agar tak bisa membagi makananmu denganku yang alergi udang. Lalu bersama kita menikmati dessert yang terlalu manis untuk dilupakan.

Tepat jam 8 malam kita menuju area Sleeping Beauty Castle untuk menonton pertunjukkan kembang api. Kita berdua memandang ke langit dengan pikiran melayang bersama semburan kembang api. Disneyland, suatu tempat yang kita mimpikan bersama. Kita berpegangan tangan dan berjanji tidak akan terpisah untuk selamanya.
“Sunny Bay”, begitu suara yang terdengar sepanjang lorong kereta. MTR berhenti, begitu pun dengan lamunanku. Kuhentakan kaki dan berdiri keluar MTR sembari menenteng souvenir yang baru kubeli tadi siang di Disneyland. Kupandangi kembali MTR dan berharap kamu ada di sisiku saat ini.
Kuraih telpon genggamku dan memandangi foto kita berdua yang terpampang pada layar.
Hai kamu, apa kabar di sana?
Kaitkata: cerpen, Disneyland, flash fiction, Hong Kong, love, MTR


Mei 24, 2012 pada 10:05 pm |
Udah lama gak nulis cerpen
Mei 25, 2012 pada 5:55 am |
So Sweet…. btw, Cerpen tapi kisah nyata kan? Hehe..
Mei 25, 2012 pada 8:53 am |
ihiiii…
keren, chika
kukira ini beneran haha
Mei 25, 2012 pada 11:34 am |
Kabar baik Cik, lebih baik lagi kalo dikasih tiket ke Hongkong *duiiing ditendnag* hihi
Aih pegangan tangan romantisnyaaaa
Mei 25, 2012 pada 11:01 pm |
Baru aja mau nanya, ini “kamu” nya siapaaaa :p :p
Mei 26, 2012 pada 7:22 am |
bukan cerpen ini #ihik
Mei 30, 2012 pada 8:31 pm |
Chik..
Aku kan belum pernah ke Disneyland Hongkong. Ini terus kamu sama siapa?!
*cerpen di dalam komen*
Mei 30, 2012 pada 10:11 pm |
ah,,ga pcya klo ini cerpen uhug
Mei 31, 2012 pada 1:47 pm |
aku baik kakak
Juni 4, 2012 pada 8:36 am |
indahnyaaaa…..kapan ya bisa ke disneyland?????…:P
Juni 25, 2012 pada 2:00 am |
[...] iya, postingan ini sekalian mengumumkan pemenang oleh-oleh dari Hong Kong Disneyland bagi yang telah komen di sini. Maaf kelamaan, lupa [...]
Agustus 12, 2012 pada 10:02 am |
huwa.. aku baca setiap kata demi kata.. cerpennya bagus..