Bukan Tentang Putri Yang Ditukar

Jam 10:04pm.

Saya turun dari taksi menjejakkan kaki di depan rumah. Sambil menggembol backpack seberat lebih dari 3 kg, saya membuka pintu gerbang dan memencet bel. Keluarlah sang ibunda sambil memegang remote televisi. Saya terkejut dan bertanya, “lho, mama kok jam segini belum tidur?”

“Mama lagi nonton. Ada film seru,” katanya sembari kembali ke ruang televisi.

Saya sedikit tercengang. Mama yang biasa jam 10 sudah ngendon di kamar kok tumben-tumbenan jam segini masih melek. Lalu saya pun masuk kamar. Menghempaskan badan ke kasur sembari memandangi langit-langit kamar. Bengong sekitar 5 menit, kemudian saya ke luar kamar untuk mengambil minum. Di ruang televisi saya melihat mama sedang menyimak film, yang ternyata adalah sinetron Putri Yang Ditukar.

Saya pun bertanya-tanya, sinetron apa ini yang masih tayang sampai jam segini? Setahu saya jam segini biasanya yang ditayangkan adalah fifm layar lebar. Saya duduk di samping mama sembari sedikit menyimak sinetron. Muncul wajah Nikita Willy. Oh well, just another sinetron. Tapi kok tumben jam segini masih main? :roll:

Tak lama kemudian film tersebut habis. Mama mematikan televisi dan masuk kamar.

***

Jam 10:49pm

Saya sudah selonjoran manis di kamar. Ketika sedang memainkan laptop, tiba-tiba seseorang keluar dari kamar sebelah (kamar orang tua saya). Saya mengira itu adalah mama yang entah mau ambil air minum atau sekedar mengambil sesuatu. Lebih dari 5 menit tak ada tanda-tanda balik ke kamar, saya pun memutuskan untuk melihat ke luar.

Ternyata ada papa, sedang menonton televisi. Menyaksikan film action favoritnya.

“Lho tumben pa, nonton jam segini?”

“Iya,” jawabnya pendek.

Saat itu saya belum merasakan kejanggalan. Saya pun mengingatkan papa untuk tidak tidur terlalu malam.

***

Jam 8:40pm

Saya turun dari taksi dan memencet bel. Lagi-lagi yang keluar adalah mama sembari memegang remote. Ruang televisi kosong, tampaknya papa sudah tidur. Kakakku Dina dan suaminya juga tidak terlihat. Mungkin di kamarnya.

Jam 10:04pm

Saya keluar dari kamar, melihat mama sedang menonton sinetron Putri Yang Ditukar. Saya memutuskan untuk ke kamar Dina.

Saya mengetuk pintu. Tak ada jawaban. Tampaknya keduanya sudah tidur. Saya pun kembali ke kamar sembari mengingatkan mama saya untuk tidak tidur terlalu malam.

***

Seminggu kemudian…

Jam 7:30pm

Saya baru sampai rumah bersama papa. Setelah memencet bel, keluar simbak assisten rumah tangga. Mama belum pulang. Tampaknya hari ini banyak kemacetan di Jakarta.

Jam 8:13pm

Mama pulang. Sambil menceritakan kemacetan, mama masuk ke kamar untuk berganti baju. Saya memutuskan untuk makan malam dan duduk manis di ruang televisi. Dina dan kakak ipar sedang menonton film di HBO. Sembari mengunyah makanan, saya ikut nonton.

Jam 8:30pm

Mama keluar dari kamar. Wajahnya memandang gelisah melihat kami yang sedang menonton televisi. Mama ikut menonton, lalu bertanya kepada saya,

“ini film gak ada iklannya ya?”

“Gak ada, ma. HBO memang muterin film dari awal sampai habis.”

“Habisnya jam berapa?”

“Sekitar jam 9 kayaknya.”

Mama pun mengambil makanan dan duduk ikut menonton televisi. Tampaknya mama agak gelisah karena terus memandangi televisi dan jam dinding.

Jam 9:19pm

Film yang kami tonton selesai. Mama meminta mengambilkan remote televisi dan segera mengganti dengan sinetron Putri Yang Ditukar. Saya memutuskan nonton di kamar saya, sedangkan Dina dan suaminya kembali ke kamar.

Jam 11:03pm

Saya keluar dari kamar untuk mengambil minum. Ruang tv menyala, tetapi kali ini bukan mama yang sedang duduk di sana, melainkan papa. Saya mengamati film yang papa tonton. Film action, yang main adalah Chuck Norris. Saya pun mengambil minum dan kembali ke kamar.

***

Jam 5:30am

Saya kelar jogging pagi. Saat mau masuk kamar mandi, saya mengintip kamar orang tua saya. Tumben papa belum bangun. Biasanya jam segini papa sudah selesai mandi. Saya pun membangunkan papa.

Jam 8:40pm

Saya tiba di rumah dan menekan bel rumah. Kembali yang membukakan pintu adalah mama. Kali ini tanpa memegang remote tv. Setelah masuk ke dalam rumah, mama kembali duduk di bangku favoritnya dan meneruskan nonton. Nonton sinetron Putri Yang Ditukar. Lagi-lagi tampaknya papa sudah tidur.

***

Jam 9:20am

Saya sedang di kantor. Iseng browsing di internet, tiba-tiba saya diberitahu salah seorang teman bahwa di Facebook ada Gerakan Koin Yang Ditukar. Menurut Facebook Gerakan Koin Yang Ditukar, tujuan dari gerakan ini adalah:

Gerakan koin untuk para artis pemain “Putri Yang Ditukar” supaya tidak harus berakting bodoh setiap hari dari jam 19.00 sampai 23.00.

Q.E.D.

Terjawab sudah keanehan yang terjadi belakangan ini. Mama sedang kecanduan nonton sinetron Putri Yang Ditukar yang berdurasi hampir 4 jam. Papa merasa jam nontonnya tersingkir sehingga memutuskan nonton setelah mama selesai menyaksikan sinetron, dan berbuntut bangun kesiangan. Kakak ipar yang mengetahui bahwa paket tv cable yang saya gunakan bisa untuk 4 televisi, memutuskan akan membeli televisi untuk di kamarnya. Itu karena kakak ipar tidak enak mengganggu jam nonton mama. Semua itu karena sinetron berdurasi 4 jam yang berjudul Putri Yang Ditukar. Bahkan Lord of the Ring saja durasinya hanya 201 menit. Itu pun tanpa iklan.

Seandainya saja durasi sinetron tersebut lebih pendek,
mungkin mama tidak perlu tidur terlalu malam.
mungkin papa bisa nonton film action favoritnya seperti biasa.
mungkin kakak ipar tidak perlu membeli tv untuk di kamarnya.
dan mungkin saya tidak perlu membuat postingan ini…

91 Tanggapan ke “Bukan Tentang Putri Yang Ditukar”

  1. cK Berkata:

    Chika: mau tanya, itu durasi putri yang ditukar sebenernya dari jam berapa sampe jam berapa?

    Nonadita
    : berbeda-beda. Bisa mulai 18.30 – 22.30 atau 19.30 – 22.30. Biasanya ada pengumuman, besoknya akan mulai dari jam berapa.

    #ngok

  2. Chic Berkata:

    S(h)itnetron ternyata tidak menambah keakraban keluarga ya Chik?
    malah jadi masing-masing akhirnya, padahal serumah…
    oh my :roll:

  3. waterbomm Berkata:

    surti!!!!!!! surtinya itu kocak… =))

    ya ya… saya mau ndak mau mesti nikmatin sewaktu mamaku lagi nonton… awalnya suka *jujur* tapi kemarinya jadi makin lebay T_T

  4. nonadita Berkata:

    Mamamu jadi kecanduan, Chik :( So sorry to hear that. I feel you, my grandma and my maid are addicted to that PyD thing as well..

  5. Oom Yahya Berkata:

    Sekali-kali jadwal nontonnya ditukar juga, bila perlu pesawat TV nya ditukar juga

  6. nonadita » Jangan Tukar Isu Putri yang Ditukar Berkata:

    [...] Bukan tentang Putri yang Ditukar – Chika [...]

  7. GreatQo Berkata:

    Katanya 3 episode sekaligus ya Mbak?
    tapi emang tuh stasiun TV kalo iklan kejam banget, slot iklannya banyak dan lamaa..

  8. havban Berkata:

    hahaha….

    turut berduka cita untuk para anak2 yg ditelantarkan ibunya.. :)

  9. Brillie Berkata:

    Kyknya itu jadi sinetron favorit setiap rumah semenjak Kamila nggak ada. Nggak dirumahku, nggak dirumah mertuaku, acara TV mulai jam 7 sampe jam 10an sama. Klo kyk gini, kasian kaum bapak, diduakan sama putri yang ditukar, hehe..

  10. dEEt Berkata:

    hihihi… untung aja Mama saya gak ngepens PYD.. thx gawd! :D
    hm.. paling cuma hobi nonton si Fitri aja (yg sampe season 7 msh musuhan ama Mischa), yah gak sampe 2 jam lah stress-nya kalo saya ikutan nonton.. -.-

    #tetepngok

  11. Dukung Gerakan Koin untuk pemeran sinetron “Putri Yang Ditukar” « Hidayat Febiansyah in block Berkata:

    [...] cerita horor di beberapa blogger.. sini dan [...]

  12. apokpak Berkata:

    yeah, untung dirumah ga ada yang kecanduan nonton sinetron… *lol* *sujud syukur*

  13. masova Berkata:

    sekarang jarang bgt ya tayangan tipi yg bisa dinikmati bersama di ruang keluarga.. :|

  14. Takodok! Berkata:

    aduh. Semoga cobaan durasi terlalu panjang ini segera berlalu, begitu juga dengan tayangan lain yang punya durasi kelewatan.

    Penasaran aja, kira-kira ada ga acara tv yang bisa jadi selera semua anggota keluarga chika?

    • cK Berkata:

      kalau di tv kabel sebenarnya opsinya banyak banget. bahkan kalau hari libur itu tv gak berhenti ditonton. cuma pas tiba jam tayang sinetron ini, langsung dikuasai sama nyokap. :roll:

  15. itikkecil Berkata:

    kasihan Chika…. *menatap iba*

  16. Fenty Berkata:

    wakakakkakak …. ini postingan yang paling kereeen, hahahaha
    eh … tapi saya ikut iba, chik :p

  17. icit Berkata:

    ehhh kalo aku ke rumah nenek, dulu dia seneng kalo makan malam bareng di meja makan sekalian ngobrol. tapi belakangan dia bawa tuh piring makan ke dalam kamar biar bisa makan sambil nonton PYD, karena di tv luar ada kakek yg nonton berita.. segitunya yaa

  18. ocha Berkata:

    Langganan tv kabel dan masih nonton sinetron? What a waste.. :roll:

  19. efahmi Berkata:

    hahahaaa… dan mamaku barusan beli tv flat buat digantung di tembok kamar :lol:

  20. Nazieb Berkata:

    Sebenernya sinetron PYD itu keren, bisa membuat penontonnya ketagihan kayak gitu (lepas dari busuk/tidaknya). Cuma mbok ya yang manusiawi dikit gitu lah. 4 jam? That’s just ridiculous..

    Semoga mama-nya cepat insyaf ya Chik..

  21. devieriana Berkata:

    nggak suka sinetron, terserah deh pemainnya mau ketuker atau enggak :lol:

  22. Antyo Rentjoko Berkata:

    Saya akan menyediakan waktu — dan semoga ingat — untuk menonton sinetron yang diperbincangkan ini. Tadi seorang teman tanya, “Putri yang Ditukar itu, kang?”

    Dengan belagu saya jawab, “Oh itu sineytron. Lagi rame dibahas di mana-mana.”

    “Sampeyan sudah nonton? Piye, apik?”

    “Belum, hé.”

  23. Billy Koesoemadinata Berkata:

    bersyukur ga pernah nonton sinetron di jam2 segitu.. :)

  24. Natalia Berkata:

    Aku malahan hampir gak pernah nonton tivi nih belakangan..
    Gak bener nihhh

  25. puputs Berkata:

    ^^ pulang kantor aku juga disuguhi tontonan ini…
    dan gak enak kalo mau ganti chanel.. ortu yang nonton gitu lho..

    dilema.. dilema.. oh dilema

  26. Miftahgeek Berkata:

    Jihahahaha, mba korbannya juga rupanya :D

  27. ais ariani Berkata:

    eheem.. boleh jujur gak? dulu aku ngikutin loh sinetron ini.
    di awal – awal. (guilty pleasure)
    tapi sejak itu sinetron semakin panjang jam tayang nya, dan makin gak jelas ceritanyaa… aku berpisah dengan nih sinetrronn
    (ya elaah.. gak sadar amet yak aku? sejak si doel, kapan ada sinteron yang gak bertele – tele??)

  28. emfajar Berkata:

    hah beneran itu durasinya 4 jam, lagi rame bener ya bahas sinetron ini. jadi penasaran pengen nonton juga *eh

  29. j&c cookies Berkata:

    OMG sinetron 4 jam… film india aja kalah panjang nya…

  30. pri crimbun Berkata:

    lain burung lain kicaunya…. bagi para pencinta sinetron mungkin saja jam tayangnya tu malah masi kurang :D . tapi sy jga gak tau tu sinetron,,, critanya apaan si… heheh… abis TV mang dah jadi kekuasaan ibu saya klo malam hari… klo coba ganti siaran… pasti dimarahin… jangankan ganti siaran, pegang remote aja langsung diplototin :D

  31. kunderemp Berkata:

    Katakan pada Papa.. coba tonton dokumentasi aksi, Sang Pendekar di Trans 7. Kan sinetronnnya pasti udah selesai tuh pas tayang. :D

  32. Aziz Hadi Berkata:

    hahaha… sumpah film ini lama, bisa-bisa menjadi film tersanjung

  33. nDaru Berkata:

    saya takutnya mata orang Indonesia pada sakit, didepan tipi terlalu lama kan gak baek juga buat mata, trus para pemaen sinetronnya itu sarap matanya juga pada kejang gara2 akting mlotot mulu

    -salam kenal saya ndaru-

  34. feisal Berkata:

    ini film kapan kelarnya sih, sumpah memuakkan, buang2 listrik buat acara sampah kayak gini… 3 jam gila aja… ngalahin BOX holliwod..

    klo isi ceritanya bagus, kagak banget, kejadian ide tolol sutradara diulang2 terus, ga kreatif…

    ga ada pilhan laen, kayaknya harus gw blokir saluran RCTI dirumah, mubazir mampus…

  35. @rusabawean Berkata:

    hahaha Chika jenis :)

  36. nikenmakki Berkata:

    haha,kamu hrs liat cik..semua artis di situ,kalo lg melotot,lebar mata nya sama semua, kalo lagi teriak beghh lengkingan nya naek turun nya sama, kalo lagi ngelirik sinis, semua sipit2 nya ya sama juga hahha :) )

  37. biyung nana Berkata:

    Wow… I can feel you chika :D
    Saya sampe harus selalu kontrol dan membatasi jam nonton ibu saya demi kesehatan. Takut jadi tekanan darah tinggi karenanya. Sayangnya.. Ga ada hiburan lain di jam2 itu. Nyaris TV nasional (selain yg spesialis berita) menayangkan sinetron (ˇ_ˇ’)

    • cK Berkata:

      huhuhuhu nanaaa! kita senasib :cry: sekarang di sini ada strategi baru sih biar nyokap gak ketagihan nonton, yaitu diajak jalan-jalan pas malam hari. :lol:

  38. iaksz Berkata:

    Chik, kamu bikin novel aja. kayaknya bakatt tuch, :)

  39. dika Berkata:

    ibu aku, adek aku, bapak aku klo nnton itu bisa emosi sendiri-sendiri… terbawa emosi gitu…. aku bertanya ne pada diri saya sendiri…”kenapa di tonton klo kesel gitu…. bsok-bsoknya masih aja nnton…. tetep marah-marahnya jg….!#%%^!#$%

  40. sewa mobil di surabaya Berkata:

    putri yang ditukar sekarang ceritanya membosankan

  41. Akhidul Berkata:

    Ternyata memang benar, penonton sinetron memang banyak sekali, baik yang suka atau pun yang mencela. Kira-kira, berapa waktu dan tenaga yang dikerahkan orang Indonesia untuk menonton sinetron? Bagaimana jika waktu dan tenaga itu dialihkan untuk keperluan yang lain? :) )

  42. lukman Berkata:

    mudah-mudahan para pemainnya tetep sehat jiwa dan raga, ga lucu juga ada berita: “pemain sinetron berdurasi tiga jam lebih yang kejar tayang stress dan akhirnya mencoba bunuh diri”

  43. itsckdiary Berkata:

    Sinetron membuat kita sadar kalau selera tontonan masyarakat kita ini ternyata rendah banget ya.. ^.^

  44. wiwikwae Berkata:

    Kalo mama nya chika jadi kecanduan itu efek yang wajar.

    Sama seperti dulu aku kecanduan nonton betilafea :) )

  45. sompretto Berkata:

    Duuuuuuh bosen ceritanya melebar kemana-mana enggak jelas gitu sekarang.

  46. puji Berkata:

    kebanyakan sinetron indonesia adalah untuk anak tk dan sd yang belum bisa mikir. jadi tidak bisa membedakan untara yang konyol dan yg tidak

  47. travel surabaya banyuwangi Berkata:

    kok gitu gan , semangat seru juga tuh ceritnya, aku juga males kalau lihat sinetron ini bikin kepala pusing aja… nggak gunanya juga

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s