Sudahkan kamu menonton film pemenang Oscar 2009, Slumdog Millionaire? Film yang dibintangi Dev Patel dan disutradarai oleh Danny Boyle menceritakan tentang Jamal Malik, seorang pria yang mengikuti kuis Who Wants To Be A Millionaire dan berhasil lolos hingga pertanyaan terakhir.
Curiga Jamal telah berbuat curang, ia ditahan dan diinterogasi oleh kepolisian. Ternyata keberhasilannya menjawab semua pertanyaan tersebut karena ia mengalami semua itu dalam perjalanan hidupnya.
Jamal berasal dari kawasan orang miskin di India yang mengalami bermacam peristiwa yang akhirnya mengubah hidupnya. Slumdog Millionaire mendeskripsikan bagaimana kehidupan kawasan kumuh di India, mulai dari kegiatan sehari-hari hingga kekejaman yang terjadi. Dalam film ini, terdapat transformasi Jamal dan tokoh-tokoh lainnya dari masih kanak-kanak, remaja, hingga dewasa. Faktanya, beberapa pemeran utama dari film ini benar-benar berasal dari kawasan kumuh.
Saya mengetahui fakta ini dari postingan CY (Waduh Chik, kemana aja? Kok baru tahu?
). Di berita ini terkuaklah kenyataan para pemain Slumdog Millionaire. Pemeran Salim kecil, Azharuddin Ismail, berasal dari kawasan kumuh di India. Tinggal di gubuk reyot yang setiap hari was was akan kelangsungan hidupnya. Pada suatu pagi ia diusir dari rumah kumuhnya oleh para polisi dan dalam waktu singkat, gubuk reyot yang menjadi tempat tinggalnya digusur bersamaan dengan gubuk-gubuk ilegal lainnya. Azhar hanya bisa melihat penggusuran rumahnya sembari memeluk ayam betina jantan miliknya. Ironis.

gambar diambil dari sini.
Lain lagi dengan keadaan Rubina Ali, pemeran Latika kecil ini dijual oleh Ayahnya, Rafiq, melalui internet dengan harga £200,000 (sekitar Rp 3,2 Milyar). Menurut pengakuan sang Ayah, hal ini terpaksa dilakukan agar kehidupan ekonomi mereka lebih baik. Ayahnya menyalahkan Hollywood karena walaupun anaknya terkenal dan film Slumdog Millionaire memperoleh Piala Oscar, kehidupan mereka tidak menjadi lebih baik.

gambar diambil dari sini.
Awalnya Rubina dibayar 150,000 rupe atau setara dengan £2,040 (sekitar Rp 33 Juta) dan dijanjikan sebuah rumah, namun sampai saat ini belum diterima hal yang dijanjikan oleh pihak studio. Walaupun begitu, diberitakan bahwa uang yang diterima oleh Rubina dipakai oleh ayahnya untuk berobat ketika ia mengalami kecelakaan saat bekerja sebagai pemotong kayu dan Rafiq juga membeli handphone agar para agen dapat menghubunginya jika menginginkan anaknya membintangi film.
Inilah salah satu kenyataan pahit yang melanda bintang film Hollywood. Ternyata nama besar tidak menjamin kehidupan lebih baik.
Berita terkait:
- “Slumdog Millionaire” child star sees home razed
- Father tries to cash in on daughter’s fame
.
Mei 26, 2009 pukul 2:45 pm
*postingan kilat. buru-buru bikin setelah membaca postingan cy*
Mei 26, 2009 pukul 3:02 pm
belum nontoon.. mau maraaah.. sebeeeel.. ceritanya panjaang,, *pentung2*
¤ cK ¤
ayo beli dvdnya…
Mei 26, 2009 pukul 3:04 pm
sedih
¤ cK ¤
iya
Mei 26, 2009 pukul 3:04 pm
eh ini yang waktu itu nonton bareng…
¤ cK ¤
yup… ^^
Mei 26, 2009 pukul 3:05 pm
itu di sana chik, apalagi di sini. mau jadi artis taruhannya tubuh
¤ cK ¤
yah…mirip-miriplah…
Mei 26, 2009 pukul 3:06 pm
India, the land of irony. Di satu sisi ada segelintir mereka yang beruntung akibat gelombang outsourcing, di sisi lain kemiskinan sedemikian merajalela …
Mengingatkan sama negeri sendiri juga sih, in a way …
¤ cK ¤
iya, beda tipis sama kita…
Mei 26, 2009 pukul 3:06 pm
belum nonton chik, malas antrinya pun tak ada teman yang mau menemani
¤ cK ¤
kasihan… :p
Mei 26, 2009 pukul 3:06 pm
ehmm..dah nonton.
ironis banget ya.
¤ cK ¤
iya tuh…
Mei 26, 2009 pukul 3:07 pm
yaa….. kirain apa faktanya. kalo ini mah aku juga udah tau. hehehhh
tapi gapapa… nice posting (not bad maksudnya, hehehh)…
¤ cK ¤
hihihi…iya nih basbang. tapi sekedar memberi tahu aja…
Mei 26, 2009 pukul 3:10 pm
Udah nonton. Aku juga baru tahu kok cih. Ironis banget
Tapi emang pekerjaan di Film itu sebetulnya penghasilannya tidak terlalu menjanjikan dibandingin di Iklan kok. Apalagi untuk pendatang2 baru
¤ cK ¤
wogh, kalau gitu saya melamar jadi bintang iklan aja…
Mei 26, 2009 pukul 3:10 pm
Rubina Ali yang rumahnya kena gusur itu juga kan?
Kalo pemain Laskar Pelangi nasibnya jadi “sedikit lebih baik” ya?
¤ cK ¤
entahlah…
Mei 26, 2009 pukul 3:11 pm
(Haha) aku uda tauuu domssss..(Evilgrin)
¤ cK ¤
iya iya…
Mei 26, 2009 pukul 3:19 pm
ya ampun
emang mereka maen pelem ga dibayar ya?
¤ cK ¤
dibayar. tapi tampaknya uangnya habis karena orang tuanya…
Mei 26, 2009 pukul 3:19 pm
Lha dari pihak studionya gimana?
Jangan-jangan duit buat bayar para pemain malah dikorupsi..
Menyedihkan
¤ cK ¤
setahu saya mereka akan diberikan pendidikan dan tempat tinggal yang layak. tapi beberapa memang belum terealisasi…
Mei 26, 2009 pukul 3:23 pm
udah nontooon…
mow OOT ah.. chik, chika nadya muncul di femina yaa.. ulasan ttg trend microblogging.. ciee ciee.. makin top.. hehe..
¤ cK ¤
ah…jadi malu…
Mei 26, 2009 pukul 3:23 pm
hueee kok gitu siy… berarti saya harus batalin niy tawaran baru2 ini untuk main di hollywood…
¤ cK ¤
haduh, jangan naaaa, kapan lagi saya punya teman artis hollywood?
Mei 26, 2009 pukul 3:29 pm
memang satir
¤ cK ¤
life is a bitch…
Mei 26, 2009 pukul 3:31 pm
miris euy bacanya..
¤ cK ¤
iyah…
Mei 26, 2009 pukul 3:31 pm
india … so sad
dan mengenai hal ini saya tidak kaget kok chik .. it happens
kalau kata anak yang katanya begaul … India gitu lo
emang sih gak jauh2 amat bedanya ama negeri sendiri
*menangis di pojokan*
¤ cK ¤
yup. itu juga mengingatkan pada negeri sendiri…
Mei 26, 2009 pukul 3:33 pm
Eh, itu ayam jantan Chik. Ada jengger nya kok hehehe…
*toel2 Chika*
¤ cK ¤
udah diedit!
*jawil cy*
Mei 26, 2009 pukul 3:34 pm
Maksudnya ayam yg dipeluk Azharuddin.
¤ cK ¤
iya, udah diedit…
Mei 26, 2009 pukul 3:35 pm
hhihii..iya, miris banget..kalo aku yang rubina uda tau…tapi yang si kecil Salim baru tau tuu
Pilmnya bagus yaaaaa
¤ cK ¤
iya, filmnya bagus…
Mei 26, 2009 pukul 3:38 pm
Kejem bener anaknya dijual beneran. Tapi, ke mana uang yang dijanjikan studio itu?
¤ cK ¤
katanya akan dibayarkan secara diangsur. tapi belum terealisasi. mungkin memang bukan prioritas dari pihak studio… (cmiiw)
Mei 26, 2009 pukul 3:44 pm
wouw…kalo di indo, pemenang AFI dan idol2 itu apa kabarnya yah…
keknya ga separah yg diceritain chika di sini deh. at least mereka para pemenang lomba idol itu sempet ngicipin hidup ala orang bermateri lebih.
*jadi teringat artikel human interest di kompas beberapa bulan lalu, ttg pangeran temanggung. tentang kisah pemenang idol juga, yang sempet melambung kehidupannya scr materi. sayang ga bertahan lama, duitnya cepet abis, trus kembali hidup kesrakat, dan pd akhirnya meninggal sakit2an.*
¤ cK ¤
kebetulan salah satu finalis idol adalah teman saya.
Mei 26, 2009 pukul 3:56 pm
itu sudah kehendak tuhan …
salah mereka sendiri kenapa mau diperlakukan seperti itu …
coba kalo mereka dekat dengan tuhan mereka …
tentu gak mungkin terpinggirkan dan dipinggirkan …
upsss …
koq saya punya pikiran seperti itu ya ?
wah .. sok paling benar tuh …
sok paling suci … sok paling sudah berbuat yang paling baik …
cuma bisa kasih komentar namun gak punya kuasa untuk menolong mereka yg jelas-jelas sudah gak punya apa-apa lagi ..
¤ cK ¤
kita memang
terima kasih atas simpatinya…
tidakbelum bisa menolong, karena untuk menolong negeri kita pun sulit rasanya…Mei 26, 2009 pukul 4:24 pm
ironis, tragis, dan sangat membuat hati teriris. good posting chika
¤ cK ¤
yup. reality bites…
Mei 26, 2009 pukul 5:27 pm
hahahahah… bagus bagus nak chika.. posting terus yak heheheh
¤ cK ¤
terima kasih hars…
Mei 26, 2009 pukul 5:31 pm
kasian ya.. mereka terlantarkan.. ckckck neoliberal
Mei 26, 2009 pukul 7:36 pm
kasian banget ya mereka, udah di film ceritanya kasian terus di kehidupan nyata ternyata sami mawon
Mei 26, 2009 pukul 10:25 pm
Slumdog Millionaire? hmmm … ternyata film peraih oscar. baca review mbak chika, kayaknya film ini menunjukkan bagaimana kehidupan sosial masyarakat urban dalam mempertahankan hidup di tengah kultur global, sampai2 harus menjual anak. duh!
Mei 27, 2009 pukul 1:09 am
Aku blom nonton filmnya..tapi kalo berita TRAGIS dan IRONIS seputar nasib anak-anak yang diceritakan di atas itu sering aku baca di koran..
Sungguh kehiduopan anak2 tadi bak film TRAGEDI yang betul-betul nyata,IRONISnya menimpa anak-anak yang notabene para bintang film yang meraih penghargaan hebat di dunia internasional itu…
Mei 27, 2009 pukul 1:52 am
setau gua (gua juga gak ngikutin berita detailnya sih) dari pihak studio udah naroh fund buat anak2 itu kok. dan fund nya ini buat mereka sekolah sampe college. emang gak langsung cair semua karena takut disalahgunakan ama orang tua nya.
dan tentu aja para ortu nya jadi gak seneng karena mereka maunya kan langsung dapet duit dalam jumlah gede sekaligus dimuka…
Mei 27, 2009 pukul 3:57 am
seharusnya judulnya ‘di balik’ bukan ‘dibalik’
yayayaya, polisi eyd emang menyebalkan :p
Mei 27, 2009 pukul 6:44 am
kemarin dah nonton pilemnya, bersifat alur mundur dan maju, kadang jadi bingung nonton alur pilemnya..jiakkaaaaa
Mei 27, 2009 pukul 8:38 am
brarti ada kemungkinan para seleb blog itu juga kehidupannya tidak lebih baik ya mbak.
*halah, opo wae!*
Mei 27, 2009 pukul 9:15 am
itulah makanya, gue selalu nolak kalo ditawarin buat maen film..
*gaya amat, yak?*
Mei 27, 2009 pukul 10:11 am
perasaan saya pernah nonton film ini, bersama dua anak muda ibukota
iya, kenyataan pemainnya lebih pahit ya, saya udah baca ttg si jamal di koran kmaren
Mei 27, 2009 pukul 10:36 am
@arya: hush yang punya blog editor loh..
*kabuuur*
Mei 27, 2009 pukul 10:49 am
@Betang
Husshh…. anak dibawah umur ga boleh masuk sini…
Mei 27, 2009 pukul 11:01 am
dah nonton pelemnya..
prihatin dengan keadaan para pemeran kecilny..
Mei 27, 2009 pukul 11:18 am
Yet another posting yang bikin gw… ck ck ck ck
Poor talented kids
Kok mirip ya sama negara ini *sigh*
Mei 27, 2009 pukul 7:52 pm
yang jadi slumdog sebenarnya siapa ya …
Mei 28, 2009 pukul 1:02 am
udah ada dvd-ne tp belom ditonton :p
kasian yo.. hmm
Mei 28, 2009 pukul 9:10 am
slumdog itu bolywood atau holywood yah…
Mei 28, 2009 pukul 1:12 pm
iya… filmnya keren euy…
tapi namanya jg India..walo dibesut Hollywood tetep aja aja tari2an d ending cerita…huehehe..
Mei 28, 2009 pukul 2:09 pm
ga sopan! sedih bacanya
bayangin kehidupan anak-anak itu sementara para sutradara berada di red carpet menerima penghargaan…
Mei 28, 2009 pukul 6:35 pm
Wa… CK baru nulis tentang jutawan anjing kampung kumuh…
Mei 28, 2009 pukul 9:54 pm
dan itulah kenyataannya
soalnya akting mereka begitu natural ngga di buat-buat
Mei 29, 2009 pukul 10:27 am
hmm..aku da nonton, bgs fillmnya, menggambarkan kenyataan n ap adanya, bener2 natural..
sedih n prihatin terhadap mereka..
Mei 30, 2009 pukul 11:46 am
aku blm noonton, tp jd pnasaran nih, ada joget indianya ndak???
Mei 30, 2009 pukul 12:09 pm
mo nonton tapi gak bisa2
sibuk terus kecapekan ….:D
Mei 30, 2009 pukul 6:01 pm
hmm, cool lah yg penting niyh film…
Mei 31, 2009 pukul 2:39 am
Menarik filmnya,,,
lah kok jadinya kayak gini, saiya turut prihatin…
Mei 31, 2009 pukul 10:18 am
Gila, harganya mahal banget.
Mei 31, 2009 pukul 5:59 pm
ah,mosok..????
ga percaya ..!!!!!
ra percoyo…..
Mei 31, 2009 pukul 6:00 pm
eh,boleh ga percaya tho..???
apa yg koment hrs percaya..????
*siap2 tameng*
Mei 31, 2009 pukul 11:56 pm
iya ini dulu pnh masuk tv, si orang tua bilang, jangan permainkan kami diatas penghargaan film itu…
Juni 1, 2009 pukul 5:56 pm
ya ampun…
jadi gitu ya, Mbak Chik..
baru tau
kok ironis gitu ya
Juni 17, 2009 pukul 7:39 am
we baru tau ini, haturnuhun inponya.
salam kenal
Juni 26, 2009 pukul 6:52 am
ahem, baru baca postingan-nya nih. telat banget.
first of all, it’s not a Hollywood movie..
Brit-movie.
soal perlakukan terhadap artis kecilnya, janji bayaran, fund, wallahualam. mungkin para ortu itu expect too much aja.
soal sutradaranya berjaya di red carpet itu di luar dugaan sebenernya. ini film nyaris gagal masuk layar lebar, alias langsung mau dimasukin ke TV or DVD. jadi exceed expectation aja dia bisa dapet Oscar.
anyway, we’re free to give opinion. including me, who like the movie soooo much!
Jay Ho!
Juni 29, 2009 pukul 10:35 am
begitu to
Juli 8, 2009 pukul 5:04 am
Wew.. lengkap review na… tapi koq nyasar2 hehehe
Juli 23, 2009 pukul 11:04 pm
saya dah nonton pilmnya mba cika, tapi koq ga mirip ya??
lebih cakepan yg dvd daripada di gmbr itu…
September 5, 2009 pukul 10:29 am
jadi sedih
Oktober 23, 2009 pukul 8:35 pm
kasihan juga ya…..
Oktober 28, 2009 pukul 10:15 pm
Prihatin juga,..,ternyata nasib di film ama di dunia nyata g jauh beda y,,.,.