Sekitar beberapa minggu yang lalu di koran Kompas dikabarkan bahwa musisi negeri tetangga kembali melakukan penjiplakan pada lagu Indonesia. Berita ini sebenarnya sudah lama, namun tidak terlalu booming. Mungkin karena orang sudah bosan dengan berita soal penjiplakan.
Lagu berjudul Aspalela yang dinyanyikan Saiful Apek merupakan jiplakan adaptasi dari 2 lagu anak-anak, yakni “Bintang Kejora” dan “Abang Tukang Bakso”. Kabarnya lagu ini meraih kesuksesan di negeri Jiran. Lagunya bisa disimak di youtube, sedangkan lagu asli “Bintang Kejora” bisa didengar disini. [Updated: Lagu "Abang Tukang Bakso" bisa didengar disini. Thanks to jiwamusik]
Namun, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan penjiplakan ini karena sesungguhnya orang-orang kita pun melakukan hal yang sama tetapi bukan dalam bidang musik, melainkan film dan sinetron. Seperti sinetron macam Siapa Takut Jatuh Cinta, Impian Cinderella, Candy, Olivia, dan lain-lain yang jelas-jelas menjiplak film drama Jepang, Taiwan dan Korea.
Bisa dibilang, hal seperti mencontek, menjiplak dan plagiat sudah mendarah daging. Entah kreativitas memang sudah langka, atau memang malas mencari konsep baru? Padahal menurut saya kreativitas anak negeri ini masih sangatlah tinggi.
Film Indonesia pun tidak segan-segan meniru film luar negeri seperti film pemenang Piala Citra, Ekskul, yang meniru film Korea, hingga Scary Movie dan American Pie yang konon ‘menginspirasi’ para filmmaker Indonesia. Penjiplakannya dimulai dari “terinspirasi”, “adaptasi”, sampai dengan menjiplak bulat-bulat.
Bahkan hingga poster film pun, dijiplak total. Sebagai contoh, film terbaru Rizal Mantovani yang dibintangi oleh Bunga Citra Lestari dan Andhika Pratama, awalnya memiliki konsep poster yang SANGAT SAMA dengan film Korea. Berikut adalah skrinsutnya.

Untungnya, karena beberapa protes dari para pecinta film, sebelum film ini dirilis, poster film Hanya Untukmu akhirnya diganti, berikut dengan judulnya menjadi Ada Kamu, Aku Ada yang menurut saya judulnya amat sangat tidak menjual. Kok malah kayak lagunya Eko eh Iwan Kasela ya?
Apabila film ini keluar di pasaran dengan poster seperti itu, tentu saja cap “penjiplak” akan menempel di jidat sang sutradara.

Poster baru film Hanya Untukmu
Selain film diatas, ada lagi poster film yang meniru, yaitu Namaku Dick. Film yang dibintangi Tora Sudiro ini mempunyai konsep poster yang sama dengan film The Hot Chick. Bisa dibandingkan dengan melihat gambar dibawah ini.

Dalam hal ini siapakah yang harus disalahkan? Apakah Indonesia miskin kreativitas? Seandainya para produser bersedia melirik blog, mungkin mereka akan menemukan banyak orang-orang kreatif di luar sana yang mampu membuat poster original ketimbang meniru poster film luar negeri.
________________________________________________________
Postingan yang mungkin terkait:
Mei 3, 2008 pukul 12:04 am
kapan mau kreatifnya??
Mei 3, 2008 pukul 12:18 am
kapan mau kreatifnya??
Mei 3, 2008 pukul 12:18 am
Mei 3, 2008 pukul 12:19 am
salah satu contoh penjiplakan komentar
Mei 3, 2008 pukul 12:19 am
*mbekep pak dee*
ini postingan agak serius lho..
Mei 3, 2008 pukul 12:21 am
Soal Aspalela, gue udah denger waktu pertama kali nginjak kaki di tanah seberang. Konyol banget tuh lagu. Tapi laris juga di sini, sering denger di radio, juga di mal-mal.
Mei 3, 2008 pukul 12:22 am
walah, harusnya direview donk..
Mei 3, 2008 pukul 12:45 am
Mungkin yang paling kebangetan adalah desainer poster promonya…
Mei 3, 2008 pukul 12:48 am
kapan mau kreatifnya?? *dibuang ke kali*
iya chik, tapi kenyataannya gitu. dan itu gak cuma di bidang entertainment, bahkan di bidang edukasi pun sama aja. hhm… kemarin hari pendidikan nasional, semoga bangsa kita makin terdidik dan menciptakan karya-karya orisinil karena saya yakin sebenernya kreativitas itu ada, hanya mungkin terpendam dalam-dalam. hohoho…
dah ah. jadi chik,
kapan mau kreatifnya??
*ampuuunnn tanteeeee…..*
Mei 3, 2008 pukul 1:05 am
plagiasi karya, entah itu musik, sinetron, atau buku semakin menunjukkan bahwa budaya instan sudah demikian merajalela. orang ndak mau pusing2 ukt kreatif berkarya. kalao menjiplak saja sdh bisa menghasilkan duwit, kenapa mesti repot2 memerasa otak. mestinya perlu ada lembaga khusus yang menangani jiplak-menjiplak karya ini. adakan pengawasan ketat. lalu tegakkan supremasi hukum. *halah, mimpi kayaknya* yang pasti, plagiasi karya bener2 sebuah pengebirian hak cipta seseorang!
Mei 3, 2008 pukul 1:10 am
@ kopral geddoe
iya tuh. niru abis. padahal saya yakin banyak yang bisa membuat bagus tanpa harus meniru..
@chrisibiastika
apa ini soal mencontek pas ujian?
edukasi juga?
@ sawali tuhutsetya
betul. dari situlah kekreativitasan jadi terkunci. masalahnya, kita juga tidak bisa melototin satu-satu hasil karya, jadi entah itu meniru, menjiplak, ataupun plagiat, kita hanya bisa tahu dari opini masyarakat. karena untuk mendeteksi hal semacam ini lumayan sulit, IMO…
sayangnya kekreativitasan disini terbatas karena persoalan duit..
bisa dapet duit instan dengan cara menjiplak, wajar saja orang jadi malas berkarya…
Mei 3, 2008 pukul 1:18 am
males liat pelm2 macem gitu
medingan nonton J-dorama aja dah
ketauan kerennya
Mei 3, 2008 pukul 1:28 am
haiyya menyesal banget koq sampe segitunya Indonesia…

kalo pemula sih njiplak bisa dimaklumi tapi ini.. wah para sineas2 kaliber
Mei 3, 2008 pukul 2:13 am
Tapi waktu sekolah dulu saya juga suka njiplaki karya2 biasa orang lain. Misal lukisan van Gogh atau Dali…
Tapi seringan gagal sih
Mei 3, 2008 pukul 2:56 am
cover album dewi-dewi juga jiplak dari the donna’s (kalo gak salah itu namanya the donnas, tp yg jelas bukan the donnat
)
hmm.. berarti malaysia lebih dodol dong dari kita.. kita jiplak, eh dia jiplak dari kita..
Mei 3, 2008 pukul 6:06 am
masa maling teriak maling?
:p
Mei 3, 2008 pukul 6:15 am
hahaha… Saling menjiplak!
Mei 3, 2008 pukul 7:09 am
kemana hilangnya kreatifitas sih
Mei 3, 2008 pukul 7:14 am
easy money — jiplak
Mei 3, 2008 pukul 7:41 am
@ fajar
saya prefer film barat.
@ arul
makanya, saya juga heran.
@ tgk. alex
heh? bisa lex?
saya pesen satu
terus dijual atau gimana?
@ ridu
iya, itu di forum-forum gitu sampai ribut.
ahahahaha…no komen.
@ chuanwei
maaf, iklan saya hapus. silakan baca disclaimer di siderbar.
@ ashardi
ahaha..u got my point.
@ kucluk
aneh khan?
@ hanggadamai
entahlah. karena duit kali, kreativitas jadi terhambat.
@ ketela
iya tuh.
Mei 3, 2008 pukul 7:51 am
Jadi, kita harus lebih kreatif yah… Mau nuduh orang lain plagiat tapi kita sendiri sama aja tukang nyontek. Bener tuh, jangan jadi maling teriak maling deh..
*OOT si chuanwei itu kok nyebar spam dimana2 seeh!!!!*
Mei 3, 2008 pukul 8:00 am
Padahal cuman buat poster ya chik? Kok masih niru juga.
Mei 3, 2008 pukul 8:06 am
susah cik, dunia ide ituh bukan dunia yang gampang, sedangkan hasrat manusia ituh pengen yang instan (kejar tayang, dapet duit, kabur ke luar negri) hehehe.. nyari ide kreatif? males+lama+sabar+belom tentu sukses+akhirnya bangkrut. mending yang instan.. ibu2 sekarang aja demen yang instan ko’
Mei 3, 2008 pukul 8:12 am
@ ocha milan
betul. menurut saya ini lebih ke karma.
@ danalingga
entahlah dan. mungkin lagi buntu, jadi niru poster film lain.
@ brainstrom
ada betulnya juga. tapi menurut saya lebih baik karya orisinil, sehingga apabila sukses, tentu membuat trademark sendiri.
btw,
ini curhat soal calon mertua atau futurewife?
*ditimpuk*
Mei 3, 2008 pukul 8:37 am
Iya .. perfilman kita kok orisinalitasnya makin payah aja ya..
Mei 3, 2008 pukul 8:49 am
mungkin para pelaku entertainment musti ngaca..doyan njiplak karya bangsa laen tapi marah2 kalo punyanya sendiri dijiplak,,hehehe
Mei 3, 2008 pukul 9:29 am
*mengurut dada*
Prihatin, tapi itu fakta .. ketika pikiran buntu, tapi tuntutan untuk ‘terus berproduksi’ tak terelakan. Sama hal-nya dengan nge-blog. Ketika ga ada ide buat postingan. Paling mudah .. ya copy paste hehehe
Makanya .. kita memang perlu kreative agar hidup ga garing dan sparkling dan mengairahkan hehehe
Mei 3, 2008 pukul 9:44 am
yg perlu ditegakkan adalah
kemaluanrasa maludng begitu otak dipaksa untuk ga asal niru
toh sebenarnya juga ga ada ide yg murni, kecuali jaman dulu kali
tinggal gimana kita bisa mengemas jadi sesuatu yg segar dan beda
Mei 3, 2008 pukul 9:49 am
huehehe.. namanya juga manusia, pinginnya yang serba enak.
Mei 3, 2008 pukul 10:04 am
yang lagunya RAJA itu koq bisa sama persis dengan lagu yang bhs mandarin itu ya, yang aku ada krn kau ada kalo gak salah
Mei 3, 2008 pukul 10:08 am
walopun udah diganti poster dan judulnya tapi tetep ceritanya sama? lha sama aja dunk…
kirain jiplak menjiplak sudah selesai…ternyata masih ada tho..
*geleng-geleng
Mei 3, 2008 pukul 10:16 am
Negeri Pembajak Dilarang Dibajak!!!!
*spam
Mei 3, 2008 pukul 10:23 am
ngetren kan biasanya ada masanya.. tapi ini kok ndak habis2 yah. Mungkin ini bukan trend tapi kebiasaan..
Mei 3, 2008 pukul 10:36 am
itulah indonesia.. sangat bervariatif dan beragam
ada yang kreatif dan suka dijiplak
dan ada yang ga kreatif dan suka menjiplak
Mei 3, 2008 pukul 10:36 am
ah menurut saya kok bukan penjiplakan ya..
bukankah wajar otak manusia memikirkan hal yang sama?
kemudian tertuang ke dalam bentuk visual yang hampir2 sama..
jadi ndak ada yang salah..
Mei 3, 2008 pukul 10:39 am
konon chairil anwar juga plagiat yaks…
cmiiw
kayaknya dah mendarah daging tuh praktek ilegal seperti ituh
Mei 3, 2008 pukul 10:41 am
yang seperti apa menjiplak itu?
gmn klo disebut mengadaptasi?
Mei 3, 2008 pukul 11:09 am
diharapkan tidak ada lagi penjiplakan, eh malah makin meraung..
payah ah.. pada ga tau malu..
Mei 3, 2008 pukul 12:24 pm
Salam
**halah sok tahu**
Bukannya menjiplak juga proses kreatif
Mei 3, 2008 pukul 12:24 pm
hauhauahauhauhau
emank lagi ngetrend jiplak²an
Mei 3, 2008 pukul 12:33 pm
Kalo sudah kebiasan meniru, mo pa lagi ya niru terus dan jiplak sampe puas!
Mei 3, 2008 pukul 12:53 pm
konon plagiat adalah kreativitas
Mei 3, 2008 pukul 1:00 pm
Chik….
*towel-towel*
Ada spam lolos itu kayanya di komenmu
Mei 3, 2008 pukul 1:07 pm
waduh….jiplak2an…
Nanya nih, niru felm, poster dan lain2 itu beda ga sih sama niru budaya, lagu daerah, dan tarian daerah?.
Hem….ga rela dih budaya kita “dijplaki” dan “diakui” oleh pak cik dari seberang, tapi juga gimana kalo ternyata ada juga oknum2 kita (kita? elo aja kali..gue enggak..wekeke) yang niru2 juga…
hem pusing…..
Mei 3, 2008 pukul 1:22 pm
@ckasih
itu spam kemana-mana yah…
Mei 3, 2008 pukul 1:25 pm
menjiplak juga adalah sebuah bentuk kreatifitas yang indah
(halah)
Mei 3, 2008 pukul 1:42 pm
Mengenai film, ada sebuah nama judul yang menarik : ML (Mau Lagi, yang sempat ditolak di Bandung). Bahwasannya mereka dengan amat jujur menulis statement seperti ini dibawah judulnya :
“Indonesian Pae, bukan American Pie”
Sepertinya agak menjiplaknya di bagian cerita.
Mei 3, 2008 pukul 2:16 pm
ho oh…
tanya kenapa?
mgkn karena budaya nyontek sudah mendarah daging sejak SD…
hayoooo!!!!!
Mei 3, 2008 pukul 2:17 pm
ah, itu bukan njiplak kok. Cuma terinspirassssi :p
*koran sindo*
Mei 3, 2008 pukul 2:47 pm
Ntu pilem namaku Dick juga idenya mirip sama pilem jepang, sama-sama punya titit bisa ngomong…
Mending kalau nyontek trus hasilnya lebih baik, tapi ini sudah nyontek, elek teunant pulak!
*curahan hati dari yang baru nonton pilem endonesa dua kali*
Mei 3, 2008 pukul 3:01 pm
Entah kenapa, kalo pilem indonesia terus2an bgini, bisa2 bukan mati suri kayak era 90-an lagi, tapi benar2 tewas!
Makin banyak jiplak2an, tapi masih banyak aja yang mau nonton, kapan bosannya?
Gak bosan? Ato malah tidak akan bosan, dengan kata lain, memang suka dengan barang jiplakan?
Mei 3, 2008 pukul 3:20 pm
untung aku juarang buanget dengerin lagu pop atau nonton film…
fiuh…untunglah… jadi jarang nonton jiplakan.
Mei 3, 2008 pukul 3:32 pm
Ini nih, budaya emoh kerja keras tapi pengen dapet prestasi. Ide, kreativitas emang mahal. Sebuah karya seni membutuhkan waktu dan tenaga untuk tercipta sempurna, lalu dinikmati para pecintanya lalu menjadi masterpiece tak ternilai seiring zaman. Dalam konteks industri? wah tentu beda donk..
Dalam dunia desain grafis? Membuat sebuah desain lebih cepat adalah googling lalu contek dengan sedikit perubahan. Brainstorming? Ini omong kosong!
Mei 3, 2008 pukul 3:47 pm
Memalukan!!!!!
Mei 3, 2008 pukul 4:21 pm
Masi ada produk nya Deddy Mizwar… Tenang saja…
Mei 3, 2008 pukul 5:23 pm
boleh gak sih kita bangga dengan produk jiplakan?
kalo enggak boleh.. ayuk kita boikot, ya minimal aku boikot ah.
dimulai dengan tidak nonton film “namaku Dick” dan “ada Kamu, Aku ada”
@ridu : setuju, bener-bener dodol tuh orang
Mei 3, 2008 pukul 5:50 pm
untung aku gk suka sinetron ma film indonesia, banyak munafiknya…
katanya mo berantas pembajakan, e e e e, malah mereka sendiri suka menjiplak,…cape deh…
Mei 3, 2008 pukul 6:10 pm
Jangankan yang ada profitnya, yang nggak ada profitnya aja dijiplak…
Coba bandingkan ini: http://ryst.linux-ae.org/nothing/gerakan-menanam-pohon-1-desember/
Dan ini: http://dimajames.wordpress.com/2008/05/03/gerakan-menanam-pohon/
Masih mending sih mau ngirim trekbek…tapi mbok ya dikasi backlink….
Mei 3, 2008 pukul 7:48 pm
@ ika
yup. setidaknya introspeksi diri.
@ erander
menurut saya sebenarnya ide itu bertebaran diluar sana. tinggal bagaimana kita mengambil keadaan sekitar untuk dijadikan ’sesuatu’. sama seperti ngeblog. kalau dilihat-lihat, banyak yang menulis dengan mengambil cerita dari kehidupan sehari-hari.
yang pasti, kita harus terus asah kreativitas.
@ edy
sayapun kalau membuat postingan bisa dibilang “terinspirasi dari…”, tapi itu balik lagi bagaimana kita mengembangkan inspirasi tersebut, jangan sampai terjebak dan disangka plagiat.
yang pasti balik ke pribadi masing-masing. bagaimana rasanya menjiplak. banggakah?
@ djanong
memang bener sih. cuma labih bagus lagi meraih kesenangan secara benar.
@ fachia
errr…kalau yang itu saya tidak tahu. mungkin ada link nya?
@ wennyaulia
iya tuh.
entah kapan selesainya hal seperti ini. rasanya akan terus menjamur..
@ nazieb
coba bikin bannernya.
@ biyung nana
iya tuh. tampaknya sudah mendarah daging.
@ funkshit
kamu termasuk yang mana?
@ det
hooo..bisa juga sih?
*walaupun kemungkinannya kecil*
@ dobelden
kalau chairil anwar, saya tidak tahu..
@ sigitpriyo
penjiplakan itu bisa dibilang hampir sama dengan plagiarisme, misalnya mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri, atau mengambil gagasan/ide/desain orang lain, kemudian membuat hampir sama dan mengakui sebagai karya sendiri.
sedangkan adaptasi itu contohnya ada beberapa contoh. misalnya mengadaptasi cerita dari novel yang akhirnya dibikin film. ada juga mengadaptasi dari kisah nyata yang dikemas menjadil novel/film. dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.
@ dimasu
tapi pasti mereka masih punya kemaluan.
@ nenyok
iya ya?
mungkin..
@ fanz
jadi pengen ikut njiplak.
@ erwin
harusnya kebiasaan itu dihentikan. :0?
@ jari jari ampuh
hhmmm…iya ya?
bisa juga sih, seberapa kreatif orang tersebut meniru..
@ tgk. alex
udah saya tendang ke akismet kok.
*sadis*
@ faridyuniar
menurut saya sih keduanya sama. karena sama-sama meniru. tapi hal yang ditiru itu berbeda. IMO sih..
kalau kayak begini, tiru meniru itu sudah kayak rantai makanan. gak ada habisnya.
@ biyung nana
tentang na, udah saya apus kok.
@ eru
pake tm donk.
@ mihael ellinsworth
katanya sih berasal dari kisah nyata. tapi nggak tau kisah nyata siapa.
btw salah satu pemain film ML itu teman saya.
@ ova
iya tuh..
@ endrawan
wow, terinspirasi yang berbuntut sangat mirip.
@ manusiasuper
*gebuk fadil*
mbok ya kalo komen disensor kek.
btw saya juga tahun ini nonton 3 film indonesia.
*ga penting blas*
@ takochan
naaah, itu dia! tampaknya masyarakat indonesia terima hal ini apa adanya, no compromise.
@ amaranth
good!
@ masbadar
nice argue.
memang hal seperti ini mengecewakan. tapi tampaknya akan terus ada, entah sampai kapan.
@ garing
iyaah! *ikut-ikutan*
@ adit-nya niez
thanks to him.
@ nindityo
saya pribadi sih gak bangga.
@ hendra_ku
saya juga ga suka sinetron. nonton pun kalau ada maksud tertentu
seperti bahan postingan, misalnya.
@ iwan rystiono
sabar ya. saya juga sering dijiplak. tapi cuek aja ah.
Mei 3, 2008 pukul 8:31 pm
njiplak no way!
salam kenal:D
Mei 3, 2008 pukul 8:39 pm
hahahahh ketahuan banget jiplak nya…. ampe posternya mirip banget….
Mei 3, 2008 pukul 8:39 pm
Wah.. kalau jalan cerita diikutin sih masih wajar. Tapi kalau sampai poster juga diikutin, sama persis 80%, wahhh kok kayak g ada ide lain ya. Mudah aja kok buat poster film asal kreatif, dan mau berpikir.
Saya tetap menginginkan perfilman Indonesia bisa maju, tanpa harus menjiplak karya film lain sepenuhnya. Tapi kalau masih mengambil konsep cerita itu tidak apa. Ingat hanya konsep.
Mei 3, 2008 pukul 9:12 pm
Mbak Chika yth,
Sepertinya sebuah karya cipta yang bertema “originalitas”
itu memang sudah sangat langka, dimanapun itu. Sudah sulit mencari sebuah karya yang benar-benar asli dan murni dari hasil kreativitas si pencipta. Selalu saja ada ide-ide yang berasal dari tempat lain, yang kemudian dimodifikasi dan dikombinasikan, dan kemudian menjadi sebuah karya cipta baru.
bukan virginitasBahkan batasan penjiplakan sebuah karya cipta juga berbeda-beda. Ada yang mengatakan 20% sama sudah bisa dikategorikan penjiplakan. Dan tipe/jenis karya cipta juga berbeda, misalnya lagu dan film juga berbeda. Intinya originalitas memang sudah langka, tetapi bukan berarti mengorbankan hal-hal lainnya.
Salam dari seberang…
Mei 3, 2008 pukul 9:34 pm
ya seperti itulah
karena mesin foto copy semakin banyak
Mei 3, 2008 pukul 10:50 pm
[OOT]
@ fertob
Lho? Bang Fertob membelot ke pihak negeri jiran?!
[/OOT]
Mei 3, 2008 pukul 11:26 pm
@ Alex
[OOT]
Negeri seberang harus berarti jiran, ya ? Kalau Papua Nugini termasuk negeri seberang nggak ?
atau malah sudah jadi negeri jiran ?
[OOT]
@ Chika :
Mbak Chika YTH,
Maaf kalau ada tambahannya. Tapi menjiplak salah satunya disebabkan oleh rasa malas. Malas mencari tahu, malas berpikir, dan malas-malas yang lainnya.
Logikanya :
Terima kasih…
Mei 4, 2008 pukul 12:11 am
Ha ha ha… mungkin udah kehabisan ide ya… atau… mungkin “diperkirakan” gak ada yang tahu kalau ini nge-jiplak…. Kasian deh…
Makasi.. ya boleh ikutan gabung…
kalau mau main… silahkan klik di http://maaini.wordpress.com
Mei 4, 2008 pukul 12:34 am
jiplak, plagiat, niru, adaptasi, inspirasi atau apapun namanya sampai copy paste sudah menjadi hal lumrah mungkin. tapi kalau karya kita di jiplak sakit juga. semoga kita menjadi semakin dewasa dan menghargai karya lain.
Mei 4, 2008 pukul 12:51 am
udah nggak heran tingkah dan gaya hidup pun dijiplak padahal belum cocok untuk budaya kita alasanya sich lagi ngetren diluar sono
Mei 4, 2008 pukul 1:17 am
Kok gak jiplak seni korupsinya ya?????? Tanya kenapa???
Mei 4, 2008 pukul 1:30 am
[OOT]
@ fertob
Secara
si ummi kucingempunya blog ini membahas saiful apekidolanya itu, maka konotasinya jadi ke negeri jiran ituh…Saya sebenarnya malas komen
karena pertamax diblokir dgn kejamnyamembahas negeri jiran sanah. Mending saya ke blog yang sedang malas itu*ke kursi malas*
[/OOT]
Mei 4, 2008 pukul 1:32 am
Err… tag OOT-nya lupa tertutup…
Empunya blognya malas ndak ya nutup tag OOT itu
*makin OOT*
Mei 4, 2008 pukul 4:37 am
jangankan soal jiplak,..
nonton nya saja ga minat
Mei 4, 2008 pukul 5:13 am
nah itu kreatifnya….
Mei 4, 2008 pukul 6:10 am
dah lah, males mengharapkan film indonesia. idealismenya NOL BESAR!
Mei 4, 2008 pukul 10:02 am
@ winsolu
salam kenal.
@ zoel chaniago
iya tuh. ga nyangka aja…
@ adityawirawan
kalau konsep saya menurut saya juga gapapa. contohnya film “In The Name Of Love” itu terlihat mengambil konsep romeo and juliet dan memiliki jalan cerita yang berbeda. IMO, itu masih gapapa…
@ fertob
iya juga sih. sekarang rada suilit mencari karya yang 100% original, karena pasti terinspirasi dari berbagai macam sumber atau mengikuti mainstream.
@ muhammad rachmat
hehehe…bisa aja.
@ tgk. alex
*skip komen*
@ fertob
oooh, itu ya salah satu penyebab penjiplakan?
tampaknya mesti diberantas sejak dini.
@ yanti
sayangnya, orang indonesia ternyata cukup jeli juga memperhatikan karya-karya seperti itu.
@ antokoe
saya memikirkan bagaimana yang dijiplak. seandainya saja mereka mengetahui hal itu, tentu mereka tak akan tinggal diam..
@ tangkasnet
itu salah satu akibat menjiplak..
@ ian
wah…kenapa tanya??
@ tgk. alex
*berpikir bikin alex bakar*
@ leksa
kalau saya tergantung mood. mungkin saya tonton buat bahan postingan berikutnya..
@ ndarualqaz
ah, komen nggak kreatip.
@ arya
tapi masih cinta produk dalam negeri khan?
Mei 4, 2008 pukul 10:17 am
Ini termasuk kategori jiplakan ndak?
Kok blog ini mirip yah tampilannya dengan yang skrinsut itu??
*prihatin jiplakan*
*dibunuh*
Mei 4, 2008 pukul 12:41 pm
Kalo gitu semua blog wordpress jiplakan donk…
Mei 4, 2008 pukul 12:48 pm
@ tgk. alex | iwan rystiono
kalau soal theme, menurut saya bukan jiplakan. karena itu adalah fasilitas yang diberikan WP.
kecuali kalo kontennya sama dalam arti benar-benar sama (kupipes dari blog orang lain), berarti itu memang menjiplak.
Mei 4, 2008 pukul 1:08 pm
Wah gimana nih bangsa mau maju ya Chik, kreatifitas semakin tidak dihargai dan penjiplakan kini semakin menggila, *prihatin saya
*
Mei 4, 2008 pukul 1:23 pm
Ooo… mbulet…
Tadinya saya pikir para kru di WordPressdotCom yang njiplak themenya cK…
*ngacir*
Mei 4, 2008 pukul 3:18 pm
Wah nambah lagi nih, di blog saya juga ada tuh beberapa contoh poster film jiplakan. [link]
*promosi blog*
Mei 4, 2008 pukul 3:27 pm
Izin, yg poster terakhir, saya copy ya.
Mei 4, 2008 pukul 3:30 pm
[...] dari [sini] [...]
Mei 4, 2008 pukul 4:51 pm
indonesa memang lagu2nya top markotop sehingga di jeplak2….
saya semakin bangga..
Mei 4, 2008 pukul 5:44 pm
klo mnurut gue sieh indo mayan kreatif lah orang2nya,,sayangnya tokoh2 di atas itu *tunjuk2 2 poster* yang gak kreatif hu3..
orang kreatif kita pada kabur keluar negeri soalnya di indo gak hargai he3..*eh ini beda topik ya
*
Mei 4, 2008 pukul 6:21 pm
Bu, apakah Abang Tukang Bakso yg kayak gini yg ibu cari2 itukah?
http://jiwamusik.wordpress.com/2008/02/16/abang-tukang-bakso/
utk bintang kejora saya belum nemu klip yg cocok dg blog saya. Kalo punya klipnya, silahkan upload di youtube ato lainnya, biar saya bisa koleksi (ato kalian klaim kalo lagu itu aselinya dr indo juga). Otherwise… ya do’a aja terus agar pemerintah kita lekas2 mau bela karya anak bangsa sendiri
tx
Mei 4, 2008 pukul 6:34 pm
darah itu merah jenderal!!
“gak nYAMBUNG”
Mei 4, 2008 pukul 6:38 pm
wew… baru liat gue 2 poster jiplakan itu…
yah karma deh..
Mei 4, 2008 pukul 6:42 pm
Hmm… kayaknya mereka (plagiat) nggak mempermasalahkan ‘malu’ akibat ketauan menjiplak. Asal menurut mereka bisa jadi duit sih oke-oke aja.
Kapitalis….
Mei 4, 2008 pukul 8:03 pm
yang harus disalahkan? Yang masih mau-maunya nonton, tante
Film jiplakan itu kalau ga laku ditonton juga ga bakalan diulangi lagi. Mungkin kita perlu bikin baner “Jangan tonton Film Jiplakan!” ?
Mei 4, 2008 pukul 8:33 pm
setuju.
“Jangan tonton Film Jiplakan!”
List aja Film jiplakan yang sudah beredar.
Mei 4, 2008 pukul 8:42 pm
wah kapan majunya
Mei 4, 2008 pukul 9:06 pm
wah yang njiplak poster ditto itu bukannya basi ya sis…??? tapi untunglah sudah diganti sama rizal….
Mei 4, 2008 pukul 9:35 pm
ck..ck..ck..
post ini beda 180 derajat ama yg post sblm-a..
kyk-a rizal mantovani mesti bljr dr Wiki CA deh tuh..
oya, soal lagu itu..
duh.. capek deh tu negara tetangga..
gak kreatip bgt..
Mei 4, 2008 pukul 10:24 pm
kita sebagai orang dijiplak komplain… nah kita jiplak punya orang, apa orang itu gak komplain juga ke kita? ato skornya 1-1 ? tau ah
Mei 5, 2008 pukul 9:34 am
ampunn dehh… jiplak sana jiplak sini…
eniwei poster barunya hanya untukmu kok saya liat jadi kaya poster film india ya… **mikir**
Mei 5, 2008 pukul 10:13 am
makanya ada logo copyscape disamping…
saya anti penjiplakan, tapi saya pendukung ATM (amati, tiru, modifikasi).
Mei 5, 2008 pukul 10:27 am
Semakin bermutu tulisannnya cK …. next, siapa yang berani menjiplak cK?
Mei 5, 2008 pukul 10:43 am
saya juga kemaren nonton filem yang ngejiplak abis dari miss doubtfire… males nonton nya… gak kreatif…
Mei 5, 2008 pukul 11:08 am
SUMPAH..MALES LIATNYA….
*terusin don lod pilm dewasa*
Mei 5, 2008 pukul 11:19 am
lagi2 penjiplakan cape deh………
*tapi zaman sekarang udah ga aneh…..*
Mei 5, 2008 pukul 11:52 am
kebangetan nih…. kalo njiplak bulat2 kayak gitu…
kalo cuma sekedar terinspirasi mah gpp… tapi kalo cuman ganti label doank, set dah…
Mei 5, 2008 pukul 11:54 am
@ maxbreaker
iya. herannya, mereka ga sadar yang mereka lakukan itu merugikan diri mereka sendiri…
@ gm.
wah…iya tuh. jadi makin banyak ya. o.O
silakeun diambil.. ^^
@ ghatel
ahahahaha…disatu sisi bangga. disisi lain, gondok.
@ chielicious
ini ada benernya lho. kebetulan nanti saya mau bahas beginian. ^^
@ jiwa musik
wah bener tuh. nanti saya update postingannya.. ^^
makasih info tambahannya.
@ lahapasi
lah, apa sih?
@ malinda
iya tuh…
@ mardies
bisa jadi itu salah satunya. atau malah…kalau ketahuan mereka bangga?
*suudzon*
@ hariadhi
masalahnya, ga semua orang tahu itu film jiplakan.
tampaknya mesti ada orang yang rajin memonitor hal-hal seperti itu.
@ andra
maunya begitu. ada yang tahu sumbernya dimana?
@ pulsa11
kapan kapan..
@ plain love
untung sebagian orang (seperti saya), hal itu sudah basi. tapi belum tentu bagi beberapa orang. karena hal seperti ini kebanyakan menyebar melalui forum.
@ deet
ehehehe..I’m back! (maksudnya kembali menulis hal-hal seperti ini)
@ paramarta
nah! itu dia. mungkin yang dijiplak itu gak tau..
@ nairasmile
india?
@ goldfriend
modifikasi itu bisa dibilang semacam adaptasi. IMO..
@ rindu
makasih mbak. ^^
hehehe…tulisan saya banyak juga yang dikupipes, tapi males ngebahasnya..
@ suprie
wah, diputer dimana tuh? semacam shitnetron kah?
@ escoret
*berdoa koneksi pepeng njengking*
@ jokotaroeb
iya nih. btw kemana aja, baru nongol?
@ tito
he eh. mirip banget khan??
Mei 5, 2008 pukul 12:03 pm
@ escoret
*nunggu pepeng kelar ndonlod*
Mei 5, 2008 pukul 12:04 pm
saya juga sering njiplak gambar klo lagi ngerjain tugas…
Mei 5, 2008 pukul 12:28 pm
hayo, siapa yg suka motokopi buku..
kuliah, bukunya aja fotokopinan..
lulusannya juga fotokopinan..
Mei 5, 2008 pukul 12:38 pm
[**Ngakak gulang guling baca komen mas jengjeng**]
Sumpah, buku2 yg saya beli bukan buku fotocopyan, tapi asli beli di gramed. ga tau deng kalau yang lainnya.
Mei 5, 2008 pukul 12:50 pm
Hmmm seharusnya di foto atau poster atau pose foto yang dicontohkan ama Chika di atas dicantumkan sumber inspirasinya, jadi biar ketahuan jujur kalo emang nyontek gitu
daripada nge-les gak nyontek cuma kebetulan sama, dll padahal kenyataannya sama, gak peduli mau gak sengaja kek pokoknya nyontek
Tapi yang paling menyebalkan adalah bertemu orang lain dalam satu acara yang bajunya sama ma baju yang sedang kita pakai, bukan seragam lho tapi emang accidentally the same. Emang gak ada unsur penjiplakan sih, tapi malunya itu mana tahaaannn
Mei 5, 2008 pukul 2:42 pm
yee jangan salah ck, orang indo tuh kreatip juga.. salah satunya yg gue tau, indo punya tinta infus.. di tempat laen.. blm tentu..
scope kekreatifan orang ga bisa diukur lewat film aja.. karna kita juga ga tau kan diluar sana gmana..
Mei 5, 2008 pukul 2:49 pm
@yonna
pengalaman pribadi y
Mei 5, 2008 pukul 2:54 pm
Ya begitulah keadaanya, selama belom ada yang nemu mungkin bakalan dianggap safe aja sama yang niru ya.
Kalau lihat sinetron-sinetron sekali abis (apa tuh namanya ya? yang tren di abg…anak kosan ada yang doyan tuh nonton yang kayak gitu) itu banyak banget yang ngambil cerita dari komik Jepun atau Korea, cuil sini suil sana…jadinya ya mungkin adiktif deh, keterusan mlagiat…
@tukang fotokopi: itu in the name of science pak hehehehe *ngeles mode on*
Mei 5, 2008 pukul 2:55 pm
hidup Indonesia! gue pikir karya orang indonesia itu keren2…
Mei 5, 2008 pukul 3:12 pm
hehe… kadang ide dari orang memang lebih menarik + fresh
Mei 5, 2008 pukul 3:25 pm
wew….bener tuh Tan…
bukan Indonesia yg kurang kreatifitas, cuman kebanyakan minder dg hasil karyanyah ndiri, jadi mending nyontoh gituh
Mei 5, 2008 pukul 3:41 pm
jadi ingat saya si copy paste huehuehue…:)
Mei 5, 2008 pukul 3:44 pm
@ tgk. alex
*skip komen*
@ niez-nya adit
saya dulu suka jiplak. gambar peta..
@ tukang fotokopi
kuliah saya ada handbooknya.
tapi ada beberapa potokopian sih. tapi khan ga disebarluaskan untuk komersil.
*alesyan*
@ sugeng rianto
beli? ga minta?
*ditendang ke jogja*
@ yonna
setuju sama erick. kayaknya pengalaman pribadi tuh..
@ tere
ini khan dalam konteks yang lain. apalagi ini bersifat komersial. lagipula ini ga membahas soal film saja kok, tapi ke desain.
@ erickningrat
kayaknya iya tuh.
@ ansella
iya tuh. sekarang banyak yang niru-niru dari film anime..
@ raka
keren sih..tapi ya itu..kita mesti jeli karena masih banyak yang jiplakan..
@ rd limosin
jadi kamu setuju kalau saya itu keren™??
*komenmacamapaini?*
@ angelndutz
itu salah satu penyebabnya. mungkin tekanan atasan bikin mereka seperti itu. mungkin..
@ irwandiaz husen
masa?
Mei 5, 2008 pukul 4:05 pm
mungkin cuma 2 kalimat,
“sudah tradisi” << kaya semboyannya sebuah iklan biskuit
tapi justru tradisi itu yang musti dibuang
Mei 5, 2008 pukul 4:51 pm
waktu cempluk di malaysia, si guide yang asli orang Malaysia memang membenarkan bahwa banyak lagu Malaysia yang sebetul nya mengadaptasi dari Indonesia.. Dan lagu bintang kejora itu udah lama beredar di Malaysia.
Kita juga lebih instrospeksi diri, apa ada yang salah ?? spt bajak2 membajak sebuah lagu dan film..hehehe
cempluk gak membenarkan malaysia atau menyalahkan Indonesia,,,semua perlu di introspeksi…
Mei 5, 2008 pukul 5:53 pm
thanks god sampe sekarang aku belum pernah fotokopi… yang ada ituh print materi power point yang dikasi dosen…
*mahasiswa yang nggak pegang satu buku pun karena uangnya habis buat ngenet*
Mei 5, 2008 pukul 6:18 pm
ngga komersil kali chik soalnya.. hihihihi…
masih pada kapitalis soalnya, jadi mengalahkan idealisme…
Mei 5, 2008 pukul 7:45 pm
OMG..
segininya bgt ya orang2 film itu
thx loh jeung sdh mengemukakan fakta2 sedemikian rupa
lugas, tajam, dan terpercaya *kek slogan liputan 6 ya*
duh.. untung aja sebelum gw mo nonton “namaku Dick”
disuruh ridu bc postingan lo ini
wow, this is great!!
keep posting sis’
Aji
Mei 5, 2008 pukul 7:57 pm
jadi mikir
kira2 karyaku di jiplak juga ngga ya ?
pengennya bangsa ini kreatif dan maju
bener ?
Mei 5, 2008 pukul 11:53 pm
poster barunya ‘hanya untukmu’ jelek bgt ahahahaha
ps. jd inget dulu nyanyi2 bintang kejora sambil gebrak2 meja di ypm
Mei 5, 2008 pukul 11:54 pm
yah chik klo pada kabur ke luar mah udah sesuatu hal yang wajar .. susah emang tinggal di indo inihhh..ihikss
Mei 6, 2008 pukul 9:02 am
*telat*
poster hanya untukmu itu pasti diganti karena sudah dihujat duluan.
Mei 6, 2008 pukul 9:19 am
sedih karena begitu biadab-nya
Mei 6, 2008 pukul 9:26 am
@ waterbomm
iya tuh, harusnya dihilangkan kebiasaan menjiplak..
@ cempluk
yup, semua harus introspeksi dan malu terhadap perbuatan tersebut.
@ plain love lagi sakit tapi kabur jalan 2 km ke warnet…
kamu ngenet mulu sih..
@ chic
bisa jadi. tapi sayangnya mata orang indonesia cukup jeli untuk melihat yang tiruan seperti itu.
@ mysparkling
sebenarnya saya sendiri belum menonton film “namaku dick”. jadi belum bisa memberikan kesimpulan dari isi film tersebut. tapi yang saya bahas disini mengenai desain poster yang sangat mirip.
@ realylife
yup. maunya sih supaya indonesia tetap maju dan tidak meniru saja, melainkan menciptakan sesuatu yang kreatif. kesempatan seperti itu selalu ada. hanya saja tidak dimanfaatkan dengan maksimal.
@ ita
satu komen nyata dari graphic designer!
iya tuh. kebetulan ta, ntar saya mau bahas soal lagu anak-anak. ^^
@ chielicious
iya tuh..
lha, saya aja kepikiran mau ke luar, tapi ga ada duit khikhikhi..
@ itikkecil
iya. di forum dicela macem-macem..
@ warmorning
ahahaha…ga biadab sih, cuma..
Mei 6, 2008 pukul 12:00 pm
belom pernah sih tapi naudszubillah
Mei 6, 2008 pukul 12:58 pm
weks???indonesia emang biangnya plagiat yak??ckckckck…kapan bisa maju nih?
Mei 6, 2008 pukul 1:04 pm
maju kalo CK ntar jadi presidennya
Mei 6, 2008 pukul 1:06 pm
nah ini dia sebabnya gw ga mau jd sutradara…
takut nantinya gw ikut2an jadi penjiplak…hehehehh…:D
Mei 6, 2008 pukul 1:18 pm
Betewe, Chik…
Kamu sendiri nonton ndak itu pelem Mr. Dick?
Mei 6, 2008 pukul 2:30 pm
Namanye juga bajakan, pastinya bakal laris di pasaran tok…
Mangkane saya kalao mau nonton pelem-pelem indon mending nunggu cd bajakannya aje…
Kwekekek…
Mental njiplak kayak gitu di Indonesia mah, sudah menjadi tradisi…
Mei 6, 2008 pukul 3:17 pm
MASYAOLOHHHH… beberapa hari yg lalu juga ketemu posting serupa di blog mas Budi Raharjo atau mas Iman yach… Tsssaahhhh…
Ndak suka dech…. ngapa gitu mesti nyeplak karya orang. Malu2in ajahhhh.
BTW, Rizal mantofani tumben bikin film gak ada yang tiba2 lewat berkelebatan pake kain putih, hahahahahaha….
Mei 6, 2008 pukul 5:40 pm
@ yonna
wakakak…irain dari pengalaman sendiri.
@ theloebizz
entah. tunggu sampai gajah bisa terbang.
@ scarface
ahahahaha…in my dreams..
@ danielc094n
halah..alesyan!
@ alex
enggak. males.
@ blogie
jangan-jangan kamu juga suka njiplak?
*suudzon*
@ silly
masih punya malu, mbak?
*digetok*
Mei 6, 2008 pukul 5:49 pm
uedyan……..buagus bangedh artikelnyah chik…
semogah ajah chika di rekrut amak produsernyah…
Mei 6, 2008 pukul 6:48 pm
Saya kok tidak yakin kalo belum ditonton pilemnya Tora
yang njiplakituCuma liat kopernya doang?
Don jud a buk bai its koper lho…
Mana objektifitasmuh? Mana objektifitasmuh?
*ditelen idup2*
Uhm… bicara jiplak-njiplak ini susah lho, Tik. Saya baru dari blognya Pak Guru di Borneo itu. Nah, si fansnya Dewa saja bisa ngotot begitu mbenerin penjiplakan Mr. Dhani
yang emang sux itu!yang ditulis Amed.Susah… masih ada kebiasaan enggan ngaku salah sih pekerja seni kita ini. Tidak semua memang, cuma sayangnya ya begitu itu orang-orang yang justru udah punya reputasi lagi..

*komen serius biar tdk dibakar*
Mei 6, 2008 pukul 6:51 pm
Tag strikenya lupa ketutup lagi
*ngeloyor utk mandi*
Mei 6, 2008 pukul 6:53 pm
aku baru tau kalo poster si tora itu TIRUAN abis-abisan. Ini adalah budaya generasi instan, malas, nggak mau mikir, mau enaknya dewek….kepengen untung doan, dan semacamlah……..kapan indonesia ini mau maju..semuanya niruuuuuuuuuu…..lihat juga konyol spt Mamamia, Indonesia idol, AFI itukan jiplakan dari luar semua…..weleh-weleh….
jangan-jangan blog juga ada yang niru……
ayo..kita nggak boleh berputus asa, yuk berkreatifitas…
Mei 6, 2008 pukul 6:56 pm
eh..bukan niru..tapi jiplak….
Mei 6, 2008 pukul 6:59 pm
@ abeeayang™
*mengamini*
@ alex yang tidak nonton si dick™
tidak yakin apa?
rasanya soal film “namaku dick” itu yang saya bahas posternya, bukan filmnya. coba dibaca ulang.
anu, nama saya chika.
postingan ini salah satu himbauan aja, supaya gak menjiplak. nyatanya banyak orang-orang yang bereputasi tinggi yang melakukan penjiplakan. tanya kenapa?
@ alex
setuju! mari berlomba untuk kreatif.
Mei 6, 2008 pukul 8:31 pm
apalagi anak IT, copy paste is commonly
Mei 6, 2008 pukul 9:30 pm
ahh tulisan ini kok saya rasanya pernah baca…
hayo kamu njiplak tulisannya chikastuff ya tik…???
Mei 6, 2008 pukul 9:49 pm
Jangan tanya saya. Meski saya bereputasi tinggi, saya tdk termasuk diantara mereka kok, chika
*ditebelin tuh chika-nya biar ndak salah lagi*
Mei 6, 2008 pukul 10:29 pm
menurut gw chik…dalam beberapa kasus… copy paste itu wajib
sekali lagi, wajib chik!
sebab, copy tanpa paste adalah kegiatan yang takada gunanya aliyas siya siya…
*digobang cK*
Mei 7, 2008 pukul 3:23 am
bukannya itu kreatip ya? kreatip ngejiplak? Hehehehe…
Mei 7, 2008 pukul 2:18 pm
GILAAAA!!!PERSIS BANGET GITU!!!
duh, plagiator nomor satukah bangsa gitu?
Mei 8, 2008 pukul 11:53 am
Chik, ni termasuk ga?
http://firex.wordpress.com/2008/05/07/akibat-kreativitas-berlebihan/
Mei 8, 2008 pukul 1:01 pm
@ okta sihotang
tapi copy-paste secara jantan aja. alias minta ijin dulu.
@ plain love
opo ki?
@ alex
guut..
@ mrs. fortynine
*gobang siwi*
@ iphan
huuuuu…
@ stey
tenang, mbak. jangan histeris gitu..
yah…inilah potret bangsa kita sekarang..
@ sandal
hehehe…itu termasuk.
ntar saya bahas di blog kok..
Mei 9, 2008 pukul 12:12 am
[...] Baru beberapa hari saya menuliskan mengenai penjiplakan yang semakin ngetren™, ternyata hal ini pun terjadi di ranah blogosphere. Sekitar 2 hari yang lalu saya mendapatkan [...]
Mei 10, 2008 pukul 5:31 pm
hidup negara agraris
Mei 12, 2008 pukul 12:05 pm
soalnya kalo bikin yang baru2 / kreatif.. gak bakalan untung.. orang2 kita kan gak berani invest dibidang2 yang baru.. kalo dah jelas2 untung, baru deh dibikin ulang..
cik.. gua demen deh kl km nulis yang kayak gini.. moga2 sutradaranya liat..
salam ‘katrok’ buat om sutradara :p
Mei 12, 2008 pukul 4:45 pm
Mbak, numpang ngelink Postingan Mbak di blog saiya ya?
Terima kasih….
Mei 13, 2008 pukul 12:20 am
@ ale
halah..
@ sandymc
tampaknya ini salah satu alasan kenapa orang takut membuat yang orisinil. mereka lebih melirik yang sudah laku diluar sana dengan jalan pemikiran apabila laku di luar, maka di dalam negri pun akan laku..
mudah-mudahan aja ada sutradara atau pihak produksi yang membaca post ini..
@ galihyonk
silakan. kalau nge-link bebas kok..
Mei 13, 2008 pukul 8:30 am
I got 2 words for this…
AMIT-AMIT +_+’
Mei 17, 2008 pukul 1:32 pm
Ada Kamu, Aku Ada
Iya, emang ga menjual blas (menurut sayah seh)
pernah dosen saya bilang “kalo nyontek tuh gpp asal yang SMART, jangan asal2an apalagi ketahuan”.
terjemah saya …..
mbacem/nyontek laporan atau tugas ada beberapa macam cara.
1. Ngganti font doang *pecontek goblok nih*
2. Ngganti warna, font dan ukuran kertas *pecontek agak goblok dikit*
3. Ngganti style (replace kata, paragrap, font, warna, numbering, posisi, dll) *pecontek agak pinter dikit*.
4. Kombinasi nomor 3 dengan menambahi yang perlu dan mengurangi yang gak perlu *pecontek lumayan*
5. Diambil ide, gagasannya dan kesimpulannya. Kemudian diolah dan dikembangkan dengan cara yang benar-benar berbeda dan alur yang berbeda sesuai diri kita sendiri. *Sudah nggak begitu keliatan contekannya*
Mereka termasuk mana yah??
Mei 18, 2008 pukul 5:26 pm
Kalo copy-paste berita dari detikinet, seperti di inikan.wordpress.com termasuk penjiplakan bukan?
Mei 19, 2008 pukul 7:36 pm
iya tuh pilem tora ngopi!
males nontonnya.
Mei 19, 2008 pukul 8:38 pm
@ aaronelyazar
hahahahaha…amit-amit ya penjiplakan itu..
@ sagung
kayaknya yang nomer 1,2 dan 3..
*sengaja dicoret*
@ gm.
kalau mencantumkan sumber, itu bukan menjiplak, tapi kupipes.
selama menyebutkan sumbernya, tidak apa-apa. karena itu berarti menghargai penulis aslinya..
@ nrl
saya belum nonton sih.
Mei 23, 2008 pukul 5:39 pm
Ah…Ah…Ah…
Juni 5, 2008 pukul 10:06 am
kalo yg dicontohin di atas sih parah, njiplak abis itu
dipikirnya ga ada yg tau apa yah? hihihi
Agustus 2, 2008 pukul 2:17 pm
jiplak artikel ini ah
September 20, 2008 pukul 2:45 am
ane sepakat sama penjiplakan yang semakin tidak tau diri ini….
sampai-sampai lagu band terkenal padi yang baru pun ada kemiripan yang berarti (kalo ga mau dibilang njiplak) dengan salah satu penyanyi barat legendaris…
nb : entar gua publikasikan di blog gw……
SECEPATNYA !!!!
sekalian mau cari bukti baru……
(detektip kale….)
salam kreatif
September 23, 2008 pukul 11:31 am
ini bedanya wong kito ma tetangga2.
di asia timur (jepang, korea, taiwan, cina, hongkong) dan india, remake film asing, lagu dan karya seni lainnya biasa aja. karena pada dasarnya mereka lebih enjoy produk lokal (walo dibikin sama persis dg produk barat).
tp kita yg terlalu dicekoki budaya dan pendidikan barat (walo setengah mateng), hal itu bikin ribut dan lgs maki2.
cari deh, film laris hollywood pasti ada versi asia timur dan india.
lagu2 barat jg begitu