Melihat dari poster film LOVE, saya menyimpulkan poster film ini nyaris sama dengan salah satu film Hollywood, Love Actually. Posternya serupa tapi tak sama. Tidak mungkin saya bilang film Love Actually yang mengikuti film LOVE karena film Love Actually sendiri telah dirilis pada tahun 2003. Entah apa yang ada dibenak pembuat film ini, namun ini jelas sekali terlihat bahwa posternya meniru terinspirasi dari film Love Actually.

Akhirnya saya memutuskan menonton film LOVE untuk sekedar membuat perbandingan.

Saya akan memberikan resensinya, tapi tidak memberikan spoiler. Jadi yang membaca postingan ini bisa tenang. Di film LOVE tokoh utamanya bisa dibilang banyak, dan masing-masing artis mendapat porsi yang rata. Urutan cerita mungkin akan berbeda karena terus terang kebanyakan tokoh membuat saya lupa jalan cerita awalnya. Begitupun yang terjadi ketika saya menonton Love Actually.
Film dimulai dengan kisah sepasang anak kecil yang sedang bermain. Si anak laki-laki memberikan gelang buatan tangan ke si perempuan dan si anak laki-laki tersebut memberitahukan bahwa jika gelang tersebut rusak, hanya dialah yang bisa membetulkannya.
Dilanjutkan dengan adegan dimana Restu (Irwansyah) jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Dinda (Laudya Cynthia Bella). Ceritanya pertemuan mereka cukup bikin greget.
Kemudian ada Iin, yang diperankan oleh Acha Septriasa. Akting Acha di film ini boleh saya acungkan jempol. Menurut saya, Acha-lah yang mendominasi dari film ini. Dari peran-peran sebelumnya sebagai gadis mellow, kini berubah total menjadi gadis desa yang datang ke kota demi mencari seseorang.
Iin yang lugu bertemu dengan Rama (Fauzi Baadila), seorang pegawai percetakan. Iin memutuskan untuk membuat iklan orang hilang di tempat percetakan Rama, dengan harapan bisa ditemukannya orang yang ia cari-cari.
Ada juga cerita dari pasangan suami-istri yang rumah tangganya bermasalah, yaitu Miranda (Wulan Guritno) dan Gilang (Surya Saputra).
Lalu ada cerita mengenai penulis cantik, Tere Wijaya (Luna Maya) yang bertemu dengan petugas toko buku yang hobby menulis dan ganteng, yaitu Awin (Darius Sinathrya).
Dan terakhir cerita dari Nugroho, seorang guru bahasa Indonesia yang diperankan Sophan Sophiaan dan ibu Lestari (Widyawati), pemilik gerai Soto Ayam.
Ceritanya cukup banyak, sama seperti film Love Actually. Namun semua itu berujung pada satu titik, yaitu Cinta. Film ini juga bertaburan bintang-bintang. Selain 10 peran utama diatas, ada juga penampilan dari Gading Marten, Ariyo Wahab (Penyanyi dan pemain film Biarkan Bintang Menari), dan idola si antojalanggirang yaitu Marsha Timothy.
Setelah menonton film ini, saya bisa menyimpulkan bahwa konsep film ini terinspirasi dari film Love Actually, yaitu film tentang satu kota dengan kisah cinta yang berbeda-beda. Mungkin ada beberapa adegan yang membuat dejavu dengan film-film hollywood, tapi kembali lagi, ini bukan plagiat, melainkan terinspirasi.
Film ini bisa ditonton untuk kalangan remaja hingga orang tua. LOVE merupakan film yang mengajarkan apa arti cinta yang sesungguhnya. Saya beri ![]()
![]()
![]()
![]()
untuk film ini. Mungkin akan ada yang berpendapat bahwa film ini sama seperti tipikal film-film Indonesia yang lain, saya bisa bilang IYA. Karena saya sendiri sudah bisa menebak beberapa endingnya. Namun ada yang berbeda dalam film ini.
Saya merekomendasikan film ini bagi mereka yang suka nonton film drama percintaan. Akan banyak kisah-kisah romantis dalam film ini. Film ini mengajarkan bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini walaupun lagu Sempurnya-nya Gita Gutawa terus menjadi gaung dalam film ini.
Februari 22, 2008 pukul 10:32 am
Reff:
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna.. Sempurna..
Sempurna~ by Gita Gutawa, from OST – LOVE
Februari 22, 2008 pukul 10:42 am
kau adalah darahku, bukan darahmu atau darah mereka
kau adalah jantungku bukan jantungmu atau jantung mereka
kau adalah hidupku bukan jantungmu atau jantung mereka
lengkapi diriku bukan dirimu atau dirinya
Februari 22, 2008 pukul 10:46 am
duh yang main irwansyah sama acha sama si bella bella itu ya
males deh…
*ingat2 pilem sebelumnya .. heart apa ya
Februari 22, 2008 pukul 10:47 am
oiya.. lagu nya sempurna jadi malah aneh dinyanyiin sama gutawa
*alesan hetrik
Februari 22, 2008 pukul 10:49 am
*ngakak baca komen pertama pangsit*
iya tuh. pasangan itu lagi yang main.
yang pasti film ini cewek banget.
aarrggghh!!! pangsit nyentrik!! *getok-getok pake CD-nya gita gutawa*
Februari 22, 2008 pukul 11:06 am
nda ah, tetep kekeuh nunggu ayat ayat cinta…
Februari 22, 2008 pukul 11:08 am
weks…di love actually ada rowan atkinson? apa romansa humor?
Februari 22, 2008 pukul 11:21 am
kan terinspirasi, bukan meniru
Februari 22, 2008 pukul 11:23 am
chik, lagi getol2nyah mbuat resensi pelem yaks?
lha picture of the day nyah gimanah?
Februari 22, 2008 pukul 11:31 am
males ah nonton film cinta2an.. mendingan nonton film ayat-ayat cinta
(eh itu film cinta juga bukan??)
Februari 22, 2008 pukul 11:31 am
Wah saya suka banged ma gita gutawa chik!
Resensinya ga dikasih pideo trailernya?
BTW qadd FS kamu tapi ko lum di approve chik? NamaQ di FS The Dhiel *sory OOT*
Februari 22, 2008 pukul 11:38 am
Gita bagus sih..tapi kok saya lebih seneng sama versinya Andra and The Backbone..ini kok malah review lagu sih?
Februari 22, 2008 pukul 11:42 am
@ suprie1983
ayat-ayat cinta udah ada tuh di PS. tapi jam 9 malem.
@ abeeayang™
om rowan di pilm itu mainnya serius.
@ edy
*tertawa satir*
iya..
@ abeeayang™
saya lagi senang nonton. potonya lagi mandek..
@ ridu
iya tuh…film cinta…
@ maxbreaker
mau trailernya? takut bikin berat sih..
ntar saya cek FS. saya jarang buka frenrikwes
soalnya udah numpuk dan banyak yang ga saya kenal..
@ stey
wakakakk…eer…masing-masing lagu menurut saya punya citarasa tersendiri.. ^^
Februari 22, 2008 pukul 12:08 pm
dt belom nonton LOVE tuh..
*males*
*bokek*
Februari 22, 2008 pukul 12:21 pm
waduh
gw lom nonton 2 2 nya chik
lom bisa komen deh
Februari 22, 2008 pukul 1:07 pm
review mbak chika ttg film2 yang sedang ngetrend mantab-mantab tuh. ndak nyoba dikirim ke media cetak, mbak. kayaknya banyak tuh tabloit, koran, atau majalah yang memuat rubrik resensi film. tulisan mbak chika kan bisa dibaca juga oleh mereka yang kebetulan ndak biasa ngakses net.
Februari 22, 2008 pukul 1:09 pm
Film Indonesia? Cinta? Njiplak?
*ngloyor….
eh, sebentar..
Wulan Guritno???
Kyaaaaaaa….
Februari 22, 2008 pukul 1:43 pm
Heks, baru denger judul aja saya udah enek. Terinspirasi? ehm… terinsprasi?…. Kok gatel ya kuping saya… **siyul2 fals lagi**
Februari 22, 2008 pukul 1:54 pm
saia punya DVDnya Lop Ekthuelli!!!
udah gitu aja sih..
*clingak-clinguk ngincer pacar temen lagi buat diajakin nonbar LOVE*
Februari 22, 2008 pukul 2:21 pm
bajakannya dah ada belon?
Februari 22, 2008 pukul 2:41 pm
chik.. di backup yah… gandakan 2 kirim buat daku
*ikutan om dana cari bajakan*
Februari 22, 2008 pukul 2:43 pm
chika dulu pernah dikasih gelang yah?
Februari 22, 2008 pukul 2:44 pm
Lagi-lagi love actually. Kalo love blm ntn.
Februari 22, 2008 pukul 2:47 pm
iya, aku juga udah nonton, meski aku tau itu mungkin mirip sama love actualy, tapi ya sudahlah daripada ntar bikin heboh dengan pendapat ngga penting, akhirnya saya putuskan untuk menghargai film ini, karena ada beberapa scene yang di luar dugaan kita, ngga ketebak, seperti keadaannya Laudya Cintia Bella, tapi emang butuh konsentrasi penuh untuk nonton film sejenis love Actually dan LOVE
Tapi cerita cintanya ngga kompleks . padahal khan kenyataannya cinta jaman sekarang kompleks banget khan ?
bener ngga ya opini pribadi ini ?
Februari 22, 2008 pukul 2:47 pm
bajak membajak ide uhui.. asyikkkk
Februari 22, 2008 pukul 2:47 pm
*Liat poster film love* itu mah nyontek abiess! Gila malu gw, meskipun bukan gw yg bikin.
Februari 22, 2008 pukul 2:47 pm
Pilem™ Endonesia™, entah kenapa, sering ngambil inspirasi dari pilem luar.
Oh, kirain tante Chikah yang jadi penulisnya.
Februari 22, 2008 pukul 2:51 pm
wihhhh buset dah…
ga ada chika yang jagain malah kesalib sampe berapa orang
*pulang*
*sambit yang nyalib pake pohon nangka*
Februari 22, 2008 pukul 2:52 pm
*mbaca komennya pangsit*
Itu sih motonya Mas Anang.
Februari 22, 2008 pukul 2:54 pm
Nyentrik.
Februari 22, 2008 pukul 2:55 pm
*tertawa melihat komen pandu*
Februari 22, 2008 pukul 2:58 pm
Ah, siyal.
Gapapa deh, nyantrik™ lagi.
Februari 22, 2008 pukul 3:01 pm
…….
*speechless gagal hetrik terus*
Februari 22, 2008 pukul 3:04 pm
@ deethalsya
tunggu samapi masuk tipi aja.
@ fajar
coba donk tonton…
@ sawali tuhusetya
enakan bikin di blog, bahasanya bisa sesuka hati.
tapi saya biasanya bikin 2 versi. satu untuk blog, satu lagi untuk majalah tempat saya bekerja.
@ nazieb
*laporin ke pacarnya nazieb*
@ -=«goenrock®»=-
wakakakk…terinspirasi…sounds familier, eh?
@ si air minum datang kembali
saya juga punya dvdnya.
@ danalingga
belom tuh..
@ almascatie
ntar kalau ada, saya kasih..
@ yetty
pasti akhir-akhir ini banyak yang bahas..
@ realylife
saya juga menghargainya. makanya saya tidak bilang menjiplak, tapi terinspirasi.
hhhmmm…nggak semua kisah cinta kompleks sih..
ada juga kisah cinta yang berat. mungkin memang nggak pernah diangkat dalam cerita aja.
@ almascatie
halah…ini orang balik lagi..
@ yetty
@ p4ndu_454kura
itu biasa™
*tertawa melecehkan pandu yang gagal hettrik*
ah ya sudah. enough hettrik fo today.
Februari 22, 2008 pukul 3:06 pm
hmmmmmmmmm
Februari 22, 2008 pukul 3:09 pm
o begitu ya.. *bengong*
kebetulan saya blm nonton dua -duanya, jadi ga bisa berkomentar apapun mengenai film nya.
tapi tetep saya ga terlalu suka film lokal.
film hollywood jg cm beberapa.
lebih suka nonton pelem kartun aja lah
Februari 22, 2008 pukul 3:10 pm
nyah?..lha..ndak laskar pelangi toh..
eh, chika kerja di majalah apa sih? mau baca dong majalahnya.. ‘>_<
Februari 22, 2008 pukul 3:11 pm
cobain hetrik lho
Februari 22, 2008 pukul 3:13 pm
@ emina
walah…doyannya nonton film kartun… = =!
mengingat umur mbak mina yang sudah ****kabuur sebelum ditimpuk*
anoo…majalah tempat saya kerja nggak diedarkan secara bebas.
Februari 22, 2008 pukul 3:19 pm
*ngakak baca komen funkshit… hetric dimana-mana euy*
looh katanya males nonton film Indonesia Mbak Chika? hihihihi.. anyway, pertama liat trailer pas lagi nonton salah satu film di bioskop saya sempet nyeletuk “love actually banget sih tuh film”, eh ternyata emang iya ya?
belum nonton, banyak film lain soalnya…
Februari 22, 2008 pukul 3:37 pm
@ chic
hehehe…ini sengaja nonton film love untuk bikin perbandingan biar bisa ditulis di blog.
*merelakan duit lima belas ribu demi review di blog*
Februari 22, 2008 pukul 3:54 pm
YUK cempluk temenin nonton pas di surabaya MBAK CK
Februari 22, 2008 pukul 3:57 pm
*cincau lauwra mode: On*
yeaahh.. mirriyp2 gitchuuu de. saya piykyir tjadinya cuma endingnya sawja yang locationnya a lil bit different, jadi kalau love actually at the airport and love di hospital… tjapi trnyata berbeza.. hehehehehhe
*masih kepikiran sama abg2 itu*
Februari 22, 2008 pukul 4:23 pm
*liat poster yang sebelah kiri*
[sadis mode on]
kreativitas 2/5; teknik 3/5
[sadis mode off]
Kerenan yang kanan jauh, ah.
Februari 22, 2008 pukul 4:59 pm
temenku nonton LOVE sampe nangis. Emang segitu sedihnya ?
Februari 22, 2008 pukul 5:36 pm
Ah, pagenya berat banyak yang buang sampah…. Siyal…
*bikin banner no-multiple post*
Aku cuma nungguin film yang serupa sama film BABEL. Banyak ceritanya juga sih.
Februari 22, 2008 pukul 5:53 pm
tunggu aja bentar lagi
pasti bakal ditayangin di TV
Februari 22, 2008 pukul 5:56 pm
akhirnya lo nemu jg bintang yg setengah.
katanya LOVE bagus banget ya??
*males mikir komen yg penting dikit*
Februari 22, 2008 pukul 6:54 pm
Oh !!!
Di Indon udah bisa mbikin pilem bioskop lagee, toohh…. ???
Februari 22, 2008 pukul 7:20 pm
klo perbandingan dengan love for love gimana mbak yu???
hahaha.. kemana aja om mbell.
Februari 22, 2008 pukul 7:24 pm
tentang cinta-cintaan seperti yang biasanya ya ?
Februari 22, 2008 pukul 7:43 pm
wah kayaknya asyik nih…

terinspirasi yah bukan plagiat berarti
oia seperti obrolan kopdar kemaren, lagu romantis sempurnanya gita gutawa jadi ilfil dengarnya gara2 lagu sempurna yang dibuat2 untuk anangku itu
hehehe
Februari 22, 2008 pukul 7:56 pm
sempat ngeliat sekilas promo-nya beberapa waktu kemaren…
…sekilas kayaknya memang agak mendingan dibanding film Indonesia seangkatannya (baca: yang baru-baru belakangan ini), tapi nggak tahu juga juga deh.
belum nonton sih, tapi nggak keberatan kalau ada yang mau bayarin saya nonton. setidaknya, kesan dari review-nya nggak bikin saya langsung menyerah di tempat kayak kemaren dulu.
btw, gile bener posternya. gak orisinil banget…
Februari 22, 2008 pukul 8:15 pm
Cerita Cinta-nya tampung pe Maret aja
*mo melancarkan penembakan*
Februari 22, 2008 pukul 8:29 pm
aku nonton pilem ini krn katanya bagus dan banyak warna2 ungunya.
sampe2 poster buat nyari si Herry,Iin milihnya kertas warna ungu.
Februari 22, 2008 pukul 8:49 pm
pengamat film rupanya ya?
Februari 22, 2008 pukul 9:36 pm
sudah beralih profesi jadi reviewer film nih ceritanya?
Februari 22, 2008 pukul 11:04 pm
untung bukang spoiler, hehehe
resensinya bagus, saya jadi berminat nonton.
awalnya juga saya udah nyangka klo film ini terinspirasi dari love actually, ternyata ada juga yang satu pemikiran. gak hanya film indonesia, ada juga beberapa film korea yang punya konsep multiplot kayak love actually, seperti sad movie dan love for all.
Februari 22, 2008 pukul 11:23 pm
Kalo menurutku hampir sebagian besar film indonesia kok “terinspirasi” dari film luar ya?
Kenapa dan ada apa nih?
* jadi nggak seru lagi deh…*
Februari 23, 2008 pukul 12:49 am
Ah..ogah nonton..
Dah keburu ilfil sm judulnya.. Jangan2 ky film kacang goreng Love Is Cinta ntu..
Februari 23, 2008 pukul 12:50 am
Oia..yg nungguin Ayat2 Cinta the movie,. Donlot aja tuh! Dah bocor duluan
Februari 23, 2008 pukul 12:51 am
Eeh..koq beneran hetrix sih?
Februari 23, 2008 pukul 1:04 am
@ cempluk
bayarin tiket saya ke surabaya!
@ nana
masih gondok ya sama pilm bioskop?
@ sora9n
setuju!
@ zazi
walah…saya malah ngakak nonton film ini..
@ gun
berat kenapa??
babel kapan ditiru ya?
@ binchoutan
betuuull!
@ calonorangtenarsedunia
lumayanlah buat ditonton
apalagi kalo nonton sama cowok
@ mbelgedez
kemana aja mas..
@ dobelden
love for love film apaan tuh?
@ regsa
iya tuh..
@ arul
tapi saya sih suka lagunya…
@ yud1
mau nonton sama siapa yud?
ini terinspirasi!
*satir*
@ goes ga login
kapan nembaknya?
*nunggu konfirmasi*
@ ina
iya tuh. pantes kamu nonton, banyak ungunya..
@ hanggadamai
kurang lebih begitu.
@ eriek
hehehe…kebetulan saya bidangnya bikin resensi film..
@ citra
coba aja nonton. karena menurut saya love ini agak berbeda dari film-film indonesia sebelumnya. setidaknya untuk saat ini..
*masih nunggu ayat-ayat cinta*
@ rystiono
mungkin karena ide dari luar itu huebad™.
@ alle
saya sih cuma merekomendasikan..
saya tetap nunggu di bioskop. karena kalau donlot rasanya gimana gitu..
rasanya nggak seenak nonton di bioskop.
ps: baca disclaimer di sidebar. ^^
Februari 23, 2008 pukul 1:04 am
kok mirip laguku sih?
tak mesti slalu sempurna
tak mesti slalu yg terlihat
karena semua itu ada batasnya
(clancy)
hihihi… *kaboor*
Februari 23, 2008 pukul 2:14 am
Sepertinya moment-nya udah lewat deh Chik.
Kan
Fu*kValentinan udah beberapa hari yang lalu…Ah, film romantis lagi. Film romantis yang kusuka cuma 2 : City of Angel dan Notting Hill dengan quote-nya yang terkenal : I’m a just a girl, standing in front of a boy, asking him to love her
rekomendasi film perang-nya mana, Chik ?
Februari 23, 2008 pukul 5:30 am
ah, cinta…
bosen chik..
cinta ituh kan deritanya tiada akhirr.. **huks**
coba sayah bisa berganti orientasi.
biyarlah kita berdua menjadi pasangan tak tergantikan abad inih..
**howek**
Februari 23, 2008 pukul 6:52 am
mmmm jadi intinya… ini niru love actually kah?
Februari 23, 2008 pukul 7:03 am
Kalau saya belum bisa ngasih bintang nih… belum nonton sih…
Februari 23, 2008 pukul 7:27 am
Bagus gak sih filemnya ini? berapa nilainya? belum nonton
Februari 23, 2008 pukul 7:48 am
Eh kemiripan juga ada di film “I am Legend” yang dibintangi oleh Will Smith dan “I am Omega” yang dibintangi oleh Mark Dacascoss (benar atau tidak cara menulisnya ya?) ya?
Dari segi cerita (tentang virus) maupun dari segi gaya film yang sama-sama sangat didominasi oleh satu tokoh. Tetapi sama dengan “Love” dan “Love Actually”, antara “I am Legend” dan “I am Omega” juga sepertinya susah untuk disebut adanya saling meniru karena waktu pemutaran (dan mungkin juga pembuatan) kedua film tersebut hampir bersamaan.
Februari 23, 2008 pukul 10:12 am
Pilem endonesia ya.. Masih berpikir-pikir untuk menurunkan selera neh
Februari 23, 2008 pukul 10:39 am
tapi yang indonesia ndak ada mister bean-nya
Februari 23, 2008 pukul 11:34 am
[...] yang kebetulan sedang dibahas oleh dua orang mbak yang baru saja saya kunjungi blognya. Film apa itu, silakan cek sendiri di postingan [...]
Februari 23, 2008 pukul 12:18 pm
Hemmm LOVE yaa, aku belom liat.
Mau nonton akh…pesen tiket dullu
Februari 23, 2008 pukul 1:06 pm
ga terimaaaaaaaaaaaaaaaa..film favorit gue ditiruuuuuuuu
mayes ah nonton nya, ga kreatif!!!
Februari 23, 2008 pukul 1:22 pm
kalo toh akhirnya saya nonton film ini, itu semata-mata karena penyanyi OST nya Gita Gutawa!
Februari 23, 2008 pukul 1:37 pm
drama hater >..<
Februari 23, 2008 pukul 1:56 pm
aaarrrgghhhh…udah komen ke 78???
ada apa dengan reader gw??
eh, bisa jadi judul pelem tuh pertanyaan di atas
Februari 23, 2008 pukul 3:18 pm
hoho..
kenapa cinta hanya bercerita soal hubungan laki-perempuan?
kenapa ya, ndak ada film yg menceritakan gambaran cinta guru kepada murid di desa2 terpencil, cinta dokter yg hidup di daerah terpencil, aktivis pendidikan yg mengajar anak2 jalanan?
walau film kek gitu sering dipake untuk film dokumenter, andai dikemas dengan bagus, pasti keren itu..
ah.. tapi itu kan ndak menjual, zam!! bangoonn!!
para produser itu kan kebanyakan dari INDIA!!
Februari 23, 2008 pukul 3:21 pm
oiya, satu lagi..
kenapa ya kalo misal film-film hollywood, meski ceritanya mirip, terinspirasi, njiplak, atau apalah, kita cenderung permisif..
sedangkan kalo film indo yg melakukannya, kita rame2 menghujat..
ada apa ini.. ada apa ini.. yukk, mari.. *gaya Beno Boloe*
Februari 23, 2008 pukul 3:33 pm
wah
iya mbak..
dari resensi nya saya kok ngerasa rada rada mirip ama love actually…
jadi males nonton..
hehehehhe
g seberapa suka film romance indonesia
: )
Februari 23, 2008 pukul 4:38 pm
jadi apa benang merah kelima cerita2 itu ?? saya cuma penasaran sama benang merahnya itu…klo cuma cinta mah semuamua juga bisa dikait2in sama cinta…
Februari 23, 2008 pukul 5:35 pm
Entah kenapa, saya nggak ngeh waktu kamu memberikan kata “terinspirasi” tadi. Meniru sendiri kayaknya nggak klop dipakai buat mendeskripsikan film ini…
Apakah ini ciri khas Indonesia, ya ? Terinspirasi sampai kebablasan ?
Februari 23, 2008 pukul 6:59 pm
cuma satu film Indonesia yang membuat saya terkesan hingga saat ini yaitu AADC. Film yang lain mah mana tahan………….
Februari 23, 2008 pukul 8:20 pm
aaargh… spiolerrrr…
betewe, Chik… pernah nggak, mbayangin Lagu Sempurnanya Si Gita itu liriknya diganti kayak fi tempat gue?
Februari 23, 2008 pukul 9:26 pm
yah lagi-lagi ada kemungkinan mencimplak, nggak seru dong, tapi pilem nya bagus nggak seh
Februari 23, 2008 pukul 10:01 pm
[...] cK – [...]
Februari 23, 2008 pukul 10:50 pm
Ow… mirip ya ? Gak kaget
Tapi gpp lah. Kata iklan gak ada noda gak belajar. Suatu saat mungkin film Indonesia yang ditiru..
Februari 24, 2008 pukul 12:44 am
boleh juga tuh nilainya,
kpn2 nonton ah
skalian belajar romantisme perlendiran
Februari 24, 2008 pukul 7:24 am
waduh posternya ga kreatif amat yak… ntar aku protes ke yayang marsha deh…
Februari 24, 2008 pukul 9:49 am
hmmmm…ano chik…mmmm…apa yaks?
ntar dyeh aku kambek lagi
Februari 24, 2008 pukul 10:17 am
@ Gyl
yaa tapi kalo nodanya dibiarin aja ya ngga belajar – belajar namanya
tapi gapapa lah biasanya proses belajar itu dimulai dari plagiat
yang ngga keterusandari plagiat trus berpikir membuat yang lebih dan terjadilah yang namanya film bermutu. tapi kalo pilemnya horor mulu horor mulu ya ngga tau lagi
kalo soal pilem percintaan AADC kayanya masih nomor satu (menurutku)
Februari 24, 2008 pukul 10:39 am
menginspirasi untuk bikin film saingan ,…
judulnya bisa :
“Putus” atau
“Cerai” atau
“Benci” atau
“Pisah Ranjang”
Februari 24, 2008 pukul 1:36 pm
tapi tetep kreatip….. heuheuhehue, dan tetep bangga, karena ngga di contek abis abisan kan….
Februari 24, 2008 pukul 3:29 pm
duhhh
tante lupaaa… kapan terakhir nonton pelem endonesiaa….
kalo udah dikasih tau gini ma mbak cK, apalagi….
tante jadi tambah males…..
(sambil teriakteriakkk ke anak batagor: HOOOYYY KAPAN NONTON AYATAYAT CINTAAA????)
apakah ini prodak-nya Punjabhi besodara mbak?
huuu mayless…
Februari 24, 2008 pukul 3:57 pm
filemnya mirip toh?
jujur aja gue dah bosen ama pilem2 yang ada semacem BBB-nya
ato temanya mellow
hyay.
Februari 24, 2008 pukul 4:35 pm
Rada ga suka film romantis~ (~-__-)~
Saya nonton The Water Horse ajah
*kabuur*
Februari 24, 2008 pukul 5:02 pm
[...] ditawarkan kepada penerbit? Itu pula yang ditanyakan oleh Mbak Chika dan Mas Ozan. Aha…, keinginan itu pasti dimiliki oleh setiap orang, termasuk saya. Yang jadi [...]
Februari 24, 2008 pukul 8:20 pm
Ah.. tapi nyang maen di pelem LOVE kok pada cakep smuah yah? Itu artis apa bidadari sih
Februari 24, 2008 pukul 9:34 pm
@ ekowanz
halah…ngaku-ngaku…
@ pyrrho
saya cuma memberikan perbandingan film kok.
film perang? paling rambo iv tuh.
@ -tikabanget-
*pingsan*
@ ardho
terinspirasi!
*satir*
@ mathematicse
ayo pulang ke indonesia. nanti kita nonton.
@ deniar
itu ada di postingannya kok. saya sudah kasih resensi dan berapa bintang yang saya kasih.
@ deking
kalau film yang ini (love dan love actually) jarak waktunya cukup lama. jadi bisa dibilang meniru..
@ manusiasuper
bukannya situ doyannya nonton layar tancep?
@ joesatch yang bukan legendaris
betul..
@ sarah
nonton sama siapa, sar?
@ atmi dwisusanti
sabar…
@ deteksi
gitanya nggak nongol di film itu. cuma suaranya ada..
@ reedler
@ tukangkopi
pilmnya pasti nggak seru.
@ zam
ada juga lho cerita hubungan laki-laki dan laki-laki..
mungkin zam bisa mencob membuatnya. saya bersedia menjadi bintangnya kok.
*ditabok*
errr…mungkin bisa tanya om roy™
@ kiki ahmadi
coba tonton film yang lain. misalnya jumper, atau CJ7.
@ niez-nya adit
benang merahnya itu ya cinta..
@ mihael “d.b.” ellinsworth
did you sense satir?
@ na2
saya sih nggak ada film indo favorit.
@ mrs. fortynine
kayaknya nggak ada spoiler deh..
saya nggak pernah ngebayangin tuh..
bisa capek..
@ dodot
bisa dibaca di resensinya.. ^^
@ gyl
amien!
@ ale
ntar aja le…kalau udah di tipi..
@ antobilang
sana protes!
@ abeeayang™
kok nggak jelas?
@ arda86
AADC lumayan bagus menurut saya..
@ leksa
ntar kamu sutradaranya…
@ raffaell
@ tante angga
katanya males nonton film indo…
@ neorhazes
mending nonton film hollywood..
@ ravelt
eh the water horse bagus ga?
@ takochan
wah…makasih sudah muji saya, des.
*makan coklat*
Februari 25, 2008 pukul 10:34 am
waaa… aku ga tau deh klo pelemnya.. bukan penggemar pelem indo yg terlalu panatik… tapiiiii…. sempurna-nya gita gutawa bikin aku nangis darah.. huihuihui…
Februari 25, 2008 pukul 10:52 am
Yeeee…. kalian2 kok pada nggak nghargain karya anak bangsa sendiri… kalo bukan kita sapa lagi???….
Saya udah nonton… dan menurut saya yang memang pencinta sejati, Film ini layak tonton… terlepas dari kontroversi apakah film ini PLAGIAT atau hanya TERINSPIRASI dari Love Actually… film ini entertaining a lot kok buat saya… (nggak tahu yach kalo buat yang lain…)
It’s okay to be different, right???… (ahhh, semoga comment saya ini dibaca oleh pak SBY, supaya saya dapat penghargaan karena sudah menghasut orang untuk mencintai produk dalam negri
)
Ahakhakhakhakhakahkahkahak… tiba2 nyadar, NTT alias Noraks Tingkat Tinggi banget gak sich gue, hahahaha…
Februari 25, 2008 pukul 11:07 am
Ade sungguh tidak minat nonton “LOVE” tapi karena tadi malam ada yang maksa minta ditemenin, maka nontonlah.
cK ini ada oleh-oleh bagus dari film itu “JIKA kita berhenti sekarang (hari ini) MAKA kita tidak akan bisa melihat apa yang terjadi esok”.. inspiratif yah. Oh iya ada 1 lagi pesan si gadis sebelum meninggal karena kanker “bahwa semua yang ada bisa pergi, namun selalu ada yang tertinggal yaitu CINTA”.
-Ade-
Februari 25, 2008 pukul 5:46 pm
ntar ditonton ah, emang lumyn byk film yg ktanya terinspirasi dr luar, tapi kalo emang pesannya bagus wajib ditonton nih ma hubby. OST nya keren sih dinyanyiin GG, Love actually udh pernah quw tonton jg. liat deh LOVE nya kyk gmn jg. tetep nulis resensi film yah…
Februari 26, 2008 pukul 12:14 pm
Mending nonton No Country for old men, ga ada cinta-cintaan, ga nyontek ide siapa-siapa
stop plagiarisme
Februari 27, 2008 pukul 9:48 am
Jeli juga Kamu dengan kehadiran film Indonesia yang satu itu. Baguslah kalau kita mengadakan perbandingan agar lebih mencerdaskan!
Aku saran nih, coba bikin perbandingan juga untuk Ayat-Ayat Cinta, antara teks (novelnya) dengan film (visualnya). Ntar postingin ke blog aku, ya!
Tabik!
Februari 27, 2008 pukul 10:24 am
@ carra
lagunya serem. soalnya suaranya tinggi banget..
@ sillystupidlife
saya menghargai setiap karya Indonesia. kecuali sinetron! soalnya banyak yang niru mentah-mentah hehehehe..
@ sayap ku
iya De. pesan moralnya cukup bagus tuh. cuma cK lupa nulisnya..
@ och4
tonton aja. bagus kok filmnya.
soal resensi film, saya biasanya nulis kalau lagi pengen aja.. ^^
@ hutriest
ntar coba cari deh.
@ zulfaisalputera
wah…rasanya saya tidak bisa merealisasikan saran tersebut karena saya sendiri belum baca novelnya. maaf…
kalau ada waktu, nanti saya coba baca novelnya…
Februari 27, 2008 pukul 10:37 am
sedikit melenceng dari topik:
neng chika gak ngliput konser backstreet boys???
Februari 27, 2008 pukul 10:47 am
@ air minum yang bukan aqua
saya ngeliput kok. btw kalau mau OOT, bisa ke ruang OOT.
Februari 28, 2008 pukul 10:25 am
ambil tangga kalo suaranya gita gutawa terlalu tinggi…
kekeke…
Februari 29, 2008 pukul 2:01 pm
yay!
Serupa tapi tak sama….
Sama belum tentu mirip…
Ide sama aplikasi bakal bisa berbeda…
Maret 24, 2008 pukul 5:47 pm
Filem Love merupakan adaptasi dari filem Cinta di Malaysia. Oleh pengarah yang sama, Kabir Bathia.
Maret 27, 2008 pukul 5:05 pm
@ carra
hyahahahaha…ah tapi saya nyampe nuh nyanyi gaya gita gutawa.
*pongah*
@ ihduy
yup yup.. ^^
@ ikatkata
iya tuh. ada di salah satu berita…