Hari minggu kemarin saya dan kakak saya pergi ke Grand Indonesia untuk ketemuan dengan sahabat saya yang sedang pulang ke tanah air. Ita mengajak kami untuk menonton film August Rush di Blitz Megaplex. Awalnya saya berpikir “Film apaan tuh??”. Ita bilang filmnya bagus, tentang musik. Berhubung saya suka musik, akhirnya saya nurut aja lagian ditraktir hoho! .

Film ini bercerita tentang Evan Taylor (Freddie Highmore) yang terdampar di panti asuhan. Evan percaya orang tuanya masih hidup, dan dia dapat menemukan orang tuanya dengan mengikuti suara musik.
Dengan modal nekat, Evan meninggalkan panti asuhan tersebut dan mencoba mencari orang tuanya. Di film ini ada beberapa non sense, salah satunya adalah ketika flashback antara Louis (Jonathan Rhys Meyers) yang merupakan seorang rockstar, bertemu dengan Lyla (Keri Russel), seorang pemain cello handal.
Pertemuan mereka benar-benar kebetulan. Ketika mendengarkan alunan melodi dari seorang pengamen, keduanya bertemu di atap gedung, dan mereka pun ngobrol.
Sembari ngobrol, Louis pun bercerita tentang musik. Lyla dengan antusias mendengar cerita Louis. Tak disangka mereka pun seperti dua kutub magnet yang berlainan. Satu sama lain menjadi tertarik, and yes, they’re making out! Kinda non sense, huh? Masa baru ketemu sudah berhubungan intim?
Dan tentunya ketebak kalau Lyla hamil! Evan adalah hasil pembuahan mereka berdua. Kisah cinta Louis dan Lyla tidak berjalan mulus. Ayah Lyla membawa Lyla pergi dari hadapan Louis, padahal Lyla sedang mengandung anak hasil ‘kecelakaan’nya dengan Louis.
Ketika umur kandungan Lyla sudah mendekati kelahiran, tiba-tiba Lyla kecelakaan. Ayah Lyla yang tidak ingin karir Lyla sebagai Celloist hancur, akhirnya memanfaatkan moment ini dan di depan Lyla ia berkata bahwa anak yang dikandungnya telah meninggal. Sedangkan bayi mungil Evan diserahkan ke panti asuhan.
Evan merupakan anak dari 2 musisi handal. Darah musik tentunya mengalir di dirinya. Ia mempunyai bakat musik sejak kecil dan kini ia berumur 12 tahun. Ia dapat mendengar suara musik dimana saja. Dengan suara musik yang ia dengar, Evan menjadikannya petunjuk untuk menemukan orang tuanya.

Ketika sampai di New York, Evan memperhatikan seorang pengamen. Ia tampak begitu tertarik dengan gitar yang dimainkan Arthur (Leon G. Thomas III). Akhirnya Evan mengikuti Arthur demi mendapatkan tempat tinggal. Arthur mengenalkan Evan pada Wizard (Robin Williams). Wizard adalah seorang musisi jalanan yang menampung anak-anak yang memiliki bakat di bidang musik. Kalau di Indonesia mungkin bisa dibilang boss pengamen yang jago musik.
Evan pun tinggal bersama Wizard. Pagi harinya ketika bangun tidur, Evan yang sejak kemarin tertarik dengan gitar milik Arthur mencoba memainkan alat musik tersebut. Tak disangka, musik yang dimainkan Evan begitu indah. Wizard yang melihat bakat Evan berambisi menjadikan Evan sebagai musisi. Sejak itu kehidupan Evan menjadi complicated.
Saya nggak mau kasih plot cerita ini banyak-banyak, karena takutnya nanti jadi spoiler.
Yang pasti penonton disuguhi dengan musik yang begitu indah. Perpaduan harmoni rock dan classic mengalun dengan kompak. Saya nyeletuk “Gila! lagu rock dan classicnya nyambung gitu. Keren banget nih composernya”. Dan ternyata saya dan kakak saya sepikiran.
Melihat dari bakat Evan yang merupakan anak dari pasangan musisi membuat saya mengambil kesimpulan mengenai pesan moral dari film ini, yaitu: Untuk musisi, menikahlah dengan sesama musisi agar menghasilkan anak yang jenius dibidang musik.
Saya jadi mikir, berhubung saya sendiri bisa main musik apakah saya perlu melirik para musisi agar nantinya keturunan saya bisa jenius dibidang musik?
Jadi sempat terpikir, akan jadi seperti apakah anaknya Ahmad Dhani dan Maia Estianti?
Anyway, ada quote yang saya suka di film ini.
August Rush: The music is all around you, all you have to do is listen.
Yes, he’s right! Music is all around us. Coba saja ke mangga dua atau glodok atau mall , pasti di sepanjang gedung tersebut diputar musik-musik..
Film ini saya beri rating (4 bintang). Jadi buat yang suka musik dan drama, film ini cocok untuk kalian. Banyak pesan yang bisa didapat dari film ini.
Februari 5, 2008 pukul 12:14 am
Wizard – quote from August Rush
*sekali-sekali blocking pertamax dengan meniru si ayam*
Februari 5, 2008 pukul 12:22 am
lah.. pertamax nya dah di block.. keduax aja deh.. hihiii…
Februari 5, 2008 pukul 12:40 am
wah gw blum nonton
itu yang foto anak kecil yang tengah kalo gak salah yang main di charlie and chocolate factory ya ?
Februari 5, 2008 pukul 12:43 am
@ vcrack
halah…malah ikutan blocking..
@ fajar
nonton jar, bagus lho..
iya, itu yang jadi charlie di film charlie and chocolate factory. anaknya lucuu.. ^^
*jiwa pedo bangkit*
Februari 5, 2008 pukul 1:02 am
owgh, jadi kamu mau suami musisi?
*sodorin perut ekowanz*
Februari 5, 2008 pukul 1:09 am
*ngakak jungkir balik*
Februari 5, 2008 pukul 1:37 am
Walah, repot juga kalau pesan moralnya kayak gitu mbak chika. ntar nanti musik jadi ndak merakyat. hanya didominasi oleh keluarga musisi doang. orang yang ndak bisa nyanyi kan pingin juga punya anak penyanyi. Eit, jangan2 pesan moral itu khusus ditujukan untuk mbak chika, ya? hiks.
Februari 5, 2008 pukul 1:38 am
wah, bener akismet murka betul. berhari-hari saya mesti disekap di ruang karantinanya, argghhhh…. tolong keluarin aku dong mbak chika! Plis!
Februari 5, 2008 pukul 3:21 am
Nunggu di puter di bioskop transtv akh.. *siyul-siyul*
Februari 5, 2008 pukul 5:13 am
Baru tahu, kalau chika itu aliran sufi, suka film
Februari 5, 2008 pukul 5:59 am
kalo budaya org sana sih kayaknya sense-sense ajah
Februari 5, 2008 pukul 7:24 am
pelem itu emang bagus. tapi gw belom sempet2 aja mo nonton..
Februari 5, 2008 pukul 7:45 am
Sepertinya menarik.
Lo telah berhasil mengiklankannya chik, btw di bayar berapa nih?
Februari 5, 2008 pukul 8:06 am
btw itu termasuk jenis film musikal yg suka nari-nari setiap saat gak? (kaya film india gitu or highskul musikal)
Februari 5, 2008 pukul 8:31 am
barangkali ini akan lebih indah dari pada music n lyric…
mau nonton lagi ga neng??
*lirik-lirik najis*
Februari 5, 2008 pukul 8:52 am
Kenapa harus August Rush? Ndak Pebruary Rush gitu? Apa setting waktu pilmnya di bulan August?
*pertanyaangakpenting*
Februari 5, 2008 pukul 8:53 am
bukankah musik itu bukan hanya yang dimainkan oleh para musisi. bagaimana dengan musik yang ada di alam?
*kok saya jadi aneh gini ya?
Februari 5, 2008 pukul 9:08 am
Weh, kalo Jeng Chika berarti nyari nyang sesama bloger donk biar anaknya ntar jadi bloger yang kaffah mawaddan wa rohmah fidunya wal akhirah…
Ada yang mau?
Februari 5, 2008 pukul 9:50 am
bener nich maok amak musisi?
lha kalok pengamen gimanah? khan sama2 musisi…
*diciumin dhini*
Februari 5, 2008 pukul 9:50 am
Kok dsini musiknya gak kedengeran??
Februari 5, 2008 pukul 10:26 am
ok, nonton ahh… ayo donk kopdar sambil nonton jangan makan mlulu :p
Februari 5, 2008 pukul 10:35 am
lom nonton, jadi penasaran dech
Februari 5, 2008 pukul 11:00 am
ya saya…
saya musisi loh cik *kedip2 sambil nyanyi padadam padadam*
Februari 5, 2008 pukul 11:08 am
Ehem.. pantesan dari tadi saia bersin2 mulu, ada yg lagi ngomongin rupanya
Februari 5, 2008 pukul 11:16 am
@ sawali
hihihi…kalau mau punya anak musisi, diajarin aja les musik. bisa hubungi saya kok.
*promosi*
@ ranger ijo
mungkin sekitar 2 tahun lagi..
@ dee
wikikiki….saya doyan nonton, pak dee..
@ didut
hehehe…kalau buat saya mah nggak masuk akal. soalnya baru bener-bener kenal. aneeeh!!
@ tukangkopi
nonton donk, dis..
@ danalingga
saya suka musik, karena itu saya promosikan film ini.
@ ridu
nah…kerennya august rush adalah film ini film berbau musikal tapi nggak ada joged-joged dan nyanyi-nyanyi kayak film highschool musical ataupun pelm india.
@ goop
mau bayarin?
@ ries
itu nanti dijelasin di filmnya..
@ itikkecil
kalau nonton, nanti pasti mengerti quotenya..
*ngomporin biar nonton*
@ nazieb
hihihi…blogger musisi juga ada kok…
@ abeeayang™
saya nggak bilang pengen musisi lho..
@ adit-nya niez
coba pasang iTunes dan kencengin speakernya.
@ suprie
suprie mau bayarin?
*ngarep.com*
@ verlita
filmnya bagus kok.
@ ekowanz
hihihi…tau kok…
@ adesnugros
haiyah…gyeEr!
Februari 5, 2008 pukul 11:25 am
lha yang inih
apa baru sebatas angan?
ah, saya tauk maonya chika gimanah…
*panggil emak loreng*
Februari 5, 2008 pukul 11:30 am
bukan sufi, tapi salafi, sangat gila film
Februari 5, 2008 pukul 12:04 pm
saya juga musisi koq
*sambil bawa tutup botol*
kecreeekkk…
Februari 5, 2008 pukul 12:06 pm
Baca sampe bagian, anaknya dibuang ke panti asuhan –> kok mirip pelem india ya
Yah.. kalo disini harus nunggu sampe tua baru nyampe pelem-nya
*selalu sebel kalo liat postingan repyu pilem-nya org*
@Dee
salafi=sangat gila film? ado2 se mah!
Februari 5, 2008 pukul 12:28 pm
pedofil detected
shotacon detected
Februari 5, 2008 pukul 12:41 pm
@ abeeayang™
hihihi…bukan sekedar angan kok..
@ dee
keren tuh sebutannya…
@ alle
*ngasih recehan*
@ takochan
coba nonton di internet aja, des.
@ goenawan lee
*berasa pedo*
*kejar gun*
Februari 5, 2008 pukul 1:24 pm
wah.. harus nonton nie..
Februari 5, 2008 pukul 1:33 pm
lha, emang anaknya ganteng.. ndak setuju mbak cK dibilang pedo.. soalnya kalo gitu saya juga dunk? hhe..
mau nonton ahh, tapi ngebosenin kayak film ‘music n lyrics’ ga?
Februari 5, 2008 pukul 1:52 pm
nambahin komennya Anto,
ada Rhoma Irama tuh cik…jenius,pandai, beragama yang jelas musisi juga
Februari 5, 2008 pukul 1:54 pm
@ deteksi
nonton yaa…
*promosi*
@ azkaa,,
anaknya memang lucu..
menurut saya sih filmnya nggak ngebosenin. padahal saya kurang suka drama, tapi untuk film yang satu ini saya suka… ^^
@ iman brotoseno
ampuuun…kasih saya yang masih
perjakasingle donk mas…dan bukan duda
Februari 5, 2008 pukul 2:05 pm
lha..plin-plan cah iki….
Februari 5, 2008 pukul 2:36 pm
Kayaknya asyik tuh Chik,
masukin waiting list ah..
Februari 5, 2008 pukul 2:54 pm
hhm… kapan ya film ini keluar di
youtubebelanda?hehe.. mau ah mau ah mau ah… mbok kakakmu nraktir aku nonton film jg chik…
Februari 5, 2008 pukul 3:01 pm
tapi plot-nya kayak agak gak mutu, yah, kalau liat sinopsisnya. IMO, tipikal ceritanya malah agak sinetron-esque… tapi nggak tau sih, belum nonton juga.
(apa? coincidence this, coincidence that, romance here and there, and a happy ending? doesn’t that sound just sinetron-esque?)
anyway, berhubung belum nonton, jadi gak berhak menilai banyak-banyak, sih. mungkin kapan2 kalau ada yang ngasih materialnya (dan nyuruh nonton).
nice review anyway.
Februari 5, 2008 pukul 4:02 pm
coba nyari di share film di server lokal ahh… :syul2
Februari 5, 2008 pukul 4:05 pm
nonton nonton nonton… dari kemaren ga kesampean molo mo nonton ……
Nonton Yuuuukkk…. *lirak-lirik yang mo diajak nonton*
Februari 5, 2008 pukul 4:15 pm
Yah, di tempat saya ndak da bioskop je, jadi gag bisa nonton
Februari 5, 2008 pukul 4:19 pm
film yang bagus ya Chik… sedikit ulasan saya ada disini
kalau menurut Evan, “The music is all around you, all you have to do is listen”. IMHO – sebuah ide dapat diibaratkan seperti musik; ide itu ada di sekeliling kita, dan yang perlu kita lakukan hanyalah… fokus
that’s moral of the story yang saya dapat dari film itu, selain musik yang indah-indah itu.
Februari 5, 2008 pukul 4:30 pm
ya ya ya …
chika kawin aja ama pemusik
biar dapet turunan yang jenius bermusik, hehehe ..
katanya khan musik bisa bikin otak anak tu cerdas buuaaaaanget,
jadi kalo chika pemusik, n husband-nya juga pemusik,
maka chika+husband=pembuat alat – alat musik
eeeit, jangan marah dulu .. lha wong angklung aja harus pake perasaan
waktu bikinnya, gamelan aja juga harus pake perasaan, nah, kalo g punya
selera pemusik, gamelan 1000 biji tu bunyinya tetep sama :
ting ting ting ting ting .. es krim es krim sapa mau es krim ..
Februari 5, 2008 pukul 4:38 pm
Udah lihat juga nih film … keajaiban bisa bertemu orangtuanya. Ternyata TIDAK ada yang tidak mungkin didunia ini.
-Ade-
Februari 5, 2008 pukul 4:39 pm
Tambahan: yang penting usaha… dan berdo’a sampai dikabulkan.
-Ade-
Februari 5, 2008 pukul 4:40 pm
Hetrixx ah sekalian …. mumpung yang lain lagi gak rame disini.
-Ade-
Februari 5, 2008 pukul 4:42 pm
Owh gitu yak?
*mulai hunting perempuan yang suka sama Nietzsche biar anaknya kena siphi..Ups*
Februari 5, 2008 pukul 4:46 pm
@ abeeayang™
namanya juga angan-angan…
@ yeni setiawan
bagus lho filmnya…
*tetep promosi*
@ chriz
lihat di website yang menyediakan film gratis aja.
@ yud1
plotnya memang standar. malah menurut saya banyak hal yang rada nggak masuk akal. tapi saya salut karena alur ceritanya tidak membosankan. selain itu telinga penonton dimanjakan dengan lagu-lagu yang indah.. ^^
@ dobelden
cari aja. biasanya ada tuh.
@ waterbomm
saya sudah nonton.
tapi kalau ditraktir, mungkin saya mau nonton lagi..
@ maxbreaker
cari di internet aja.
@ pratanti
yup yup. betul banget kesimpulannya.
filmnya memang bagus. ternyata nggak cuma saya yang berpendapat demikian.. ^^
@ pemalas
hihihi…kalau punya duit, saya malah pengen buka tempat les musik..
@ sayap ku
betul banget de..
semua itu mungkin jika disertai usaha dan doa..
@ qzink66
wakakakk…dasar!
Februari 5, 2008 pukul 5:15 pm
kayaknya seru nih.. gak bisa nahan godaan pilem baru
*siyapsiyapmeluncurketukanglapakdvd*
Februari 5, 2008 pukul 5:17 pm
Pengeeeeeeeeennn….!!!
Kebetulan gw nge-fans sama JRM sejak dia maen di Tangled dulu.
*meluncur ke Blitz*
Februari 5, 2008 pukul 5:21 pm
Yach…kalo masalah film, nasibku apes…selalu nonton belakangan…
* capek deh… *
Februari 5, 2008 pukul 5:29 pm
wah..kayaknya bagus nie! Jadi pengen nonton.
*nyari DVD bajakan*
Februari 5, 2008 pukul 5:33 pm
*pengen nonton*
Apa ni pelem jadi bagus gara2 lo dibayarin?
Februari 5, 2008 pukul 6:20 pm
Di Jiffest 2007 ada film Across the Universe.. sebuah film musical yang bagus… Titanic termasuk musical ga yaa, khan ada Celine dion nya.. gubrak..
Februari 5, 2008 pukul 6:53 pm
Kalok sama Kuch Kuch Hotahe bagus mana ya Chik…???
Februari 5, 2008 pukul 7:06 pm
“The music is all around you, and played repeatedly…” *masi budeg & trauma gara-gara one song playlist*
, saya pemusik tapi instrumennya kicrik-kicrik tutup botol… haruskah nyari pemusik juga?
Februari 5, 2008 pukul 8:03 pm
jangan dicritain dong!!ntar yg mo nonton jadi ga seru!!mentang2 rilisnya sama kayak tanggal ultah gw
Februari 5, 2008 pukul 8:57 pm
Film BCG mau diputar ulang loh !!!!
Tapi namanya ganti jadi BURUAN CIUM GEO hehehehehehe
Februari 5, 2008 pukul 9:25 pm
@ titov
ayo ayo…nonton!
@ emyou
saya juga suka akting dia di tangled. filmnya dia lumayan banyak lho..
dan yang kali ini, menurut saya keren! apalagi dia nyanyi gitu
tapi nggak tau sih suara asli atau cuma dubbing.
@ rystiono
nonton di inet aja!
@ ina
ayo cari!
@ calonorangtenarsedunia
emang bagus kok.
@ hutriest
titanic mah nggak termasuk musikal..
@ mbelgedez
hihi…saya lebih suka yang ini..
@ diki
wakakakak…masih puyeng ama lagu itu?
@ tandodol
emang ultahnya kapan?
@ purmana
judulnya enggak banget..
Februari 5, 2008 pukul 9:36 pm
saia sendiri sebenerna memiliki bakadh alami sangadh, soale setiaf kali saia tidur, saia biasa bernyanyi sendiri…
ah ya, dengan suara bariton yang khas tentunya
Februari 5, 2008 pukul 10:43 pm
ehm… agak maksa siiih…
jadi, apa boleh kalo begini juga sist?
untuk penikmat musik, menikahlah dengan sesama penikmat musik agar menghasilkan anak yang jenius dibidang menikmati musik?
wah, saya dan Farid sudah cocok kalo gitu…
Februari 5, 2008 pukul 10:45 pm
Biasanya kalo yang bau bau rock aku suka, dan si eko juga suka kek nya
Februari 5, 2008 pukul 11:05 pm
wajar kalo menurutku… yang non sense itu…. baru sekali berhubungan intim udah langsung hamil…. cKcKcK…
*masukin ke daftar pelem yang wajib tonton
*
Lho..??? Lho…???
saya lupa mau ngomen apa…
sis… dan nonton normal ama awake…???
Februari 5, 2008 pukul 11:07 pm
musik?
yang aku tau cuma lagunya bung rhoma irama..
*joget*
Februari 5, 2008 pukul 11:12 pm
wah makasih atas info-nya, saya punya kartu sakti untuk menonton filem apa aja untuk satu kali tapi masih bingung mau nonton apa, bagus juga reccommend-nya…
Februari 6, 2008 pukul 12:25 am
ta’kira drama musikal. bukan ya?
drama musikal yang menurutku paling bagus itu moulin rouge
Februari 6, 2008 pukul 12:42 am
@raffael…anda benar..sayang disini ga ad blitz..
Februari 6, 2008 pukul 1:02 am
kok sama ya pas hari minggu kemarin kita nonton..namun beda yang ditonton, cempluk nonton stardust..
Februari 6, 2008 pukul 1:22 am
Nggak suka film musikal…
Ah, masa sih buat musisi yg pengen anaknya jenius musik harus menikah dengan yang musisi juga ? Ini Hoax nih….
Betul kata Joe, salah satu film musikal yg paling bagus itu Moulin Rouge, apalagi waktu Nicole Kidman dan Ewan McGregor nyanyi lagu Come What May. Huuuhhh… serasa dunia milik sendiri, yang lain ngontrak (waktu nonton film itu masih jomblo sih…).
*tetap nggak tertarik*
*promosi cK gagal*
Februari 6, 2008 pukul 1:57 am
Weew…sepertinya menarikss ituh…
I love watching movie…apalgi yg kaya’ gini nih…
siiip…Besok haruss nonton..
Februari 6, 2008 pukul 4:39 am
wah chika kok nyangkul di sawahnya ekowanz?
:kaboooor ke semarang:
Februari 6, 2008 pukul 7:37 am
*masukin ke daftar movie to watch (liwat dipidi
)
Februari 6, 2008 pukul 11:36 am
klo blogger nikah ama blogger anaknya jadi juragan blogger
baca review nya sudah mebawa saya kedalam filmnya,sepertinya cK tampah satu profesi lagi nich
Februari 6, 2008 pukul 11:43 am
sengaja balik cuman buwat maen “gitar cinta”
buat neng chika
*ngrayu biar neng chika mau sama akuww*
Februari 6, 2008 pukul 11:47 am
waduh smiley nya gak muncul
Februari 6, 2008 pukul 11:56 am
@ hoek soegirang
mau donk dengerin hoek nyanyi..
@ mrs. fortynine
hihihi..nanti kalau punya anak, mending anak kamu di les-in musik ke saya.
@ raffaell
rock apa? rock sutera? rock jeans?
@ andrew anandhika wijaya
hihihi…itu artinya si cowok dan si cewek subur wakakakk…
normal ama awake pilm apaan tu?
*gugling*
@ lahapasi
*ikutan joged*
@ wazeen
mudah-mudahan suka filmnya..
@ dekisugi
setuju.
saya juga suka moulin rouge.. ^^
@ ekowanz
ke jakarta donk, ko..
@ cempluk
stardust? saya belum nonton sih.
*cari di inet*
@ pyrrho
ini bukan film musikal kok.
ini kayak semacam film drama, tapi penuh dengan musik-musik. yang saya suka dari film ini karena banyak lagu classic dan saya suka classic! ^^
@ sarah
nonton sama siapa sar?
@ antobilang
afa itu makfudnya?
@ suandana
siiiip!
@ baliazura
hihihi…jadi inget pandu yang ibunya juga blogger. hampir sekeluarga blogger semua tuh.. ^^
hihihi…profesi apalagi nih?
@ adesnugros
gitar cinta lagu apaan tu?
Februari 6, 2008 pukul 1:06 pm
kayaknya menarik tuh filmnya. reviewnya bagus. moral lessonnya? huehehehehe boleh…boleh…
*segera nonton august rush*
Februari 6, 2008 pukul 1:28 pm
Jeng, kalo film August Tush ada ndak?
Februari 6, 2008 pukul 4:40 pm
Musisi nikah ama musisi, anaknya musisi handal ? Belum tentu. Misalnya sang anak mewarisi bakat terpendam kedua orangtuanya, gimana ?
*ngeyel*
Februari 6, 2008 pukul 4:50 pm
wueeeh, keren…udah ada bajakan-nya belon yaks
tapi nggak ada bajakan juga nggak pa-pa kok, kan lebih enak nonton bareng my angel apalagi kita emang sama-sama seneng all about music
Februari 6, 2008 pukul 5:46 pm
awake pelemnya jesica alba… normal pelemnya
cekakakakakakak…
*barusan nonton meet the parrents disambung dengan meet the fockers*
IMHO, sekali make-out belum bisa bikin anak ahh… pasti itu udah make-out untuk yang kesekian kali… pelemnya nggak palid… sesubur apapun mereka…. coba kalo dipelemnya diliatin make-outnya 7 kali gitu… pasti keliatan
sama sekali bukan pelem keluargawajar…Februari 6, 2008 pukul 5:49 pm
blom nyampe di jogja
Februari 6, 2008 pukul 8:58 pm
pelem.. walao ingin tapi gag isa nonton,, di kos aku nda ada tV
paling cuman nonton kalo andrew bawa cioo nya,,
*nangis di pojokan*
Februari 6, 2008 pukul 9:01 pm
wah, gw udah nntn tuh August Rush. Keren banget filmnya, walaupun akhirnya gak benar2 dijelasin pas ketemu orang tuanya.
Februari 7, 2008 pukul 11:11 am
@ siska
itu moral lessonnya versi saya lho..
@ nazieb
gimana kalau kamu yang bikin?
@ andrias ekoyuono
karena sama-sama musisi, anaknya pun mewarisi bakat kedua orangtuanya..
lho, bukannya kesimpulan saya begitu?
@ extremusmilitis
bukannya kamu nonton sama para bayut?
*ngibrit*
@ andrew anandhika wijaya
tapi ada juga kok yang sekali tancep langsung jadi…
wakakakk..makanya saya bilang non sense.
@ zazi
tunggu aja.
@ aditya rendy wijaya
kok nama kalian sama? homokannya yah?
*kabrruuuuurrr*
@ ayaelectro
betul. endingnya memang ketebak. sayangnya kurang dijelaskan secara detail…
Februari 9, 2008 pukul 6:35 pm
sis… ini pelem jadul ye…??? kok bajakannya udah banyak… berdebu pulak di rental dvd tempat aku minjem…
Februari 10, 2008 pukul 11:00 am
@ celo
rada jadul sih. kalau nggak salah rilisnya bulan november gitu. tapi baru masuk di indonesia bulan januari..
Februari 12, 2008 pukul 8:01 pm
Ini udah ada yg gratisan:
http://www.watch-movies.net/movies/august_rush
salam kenal
Februari 13, 2008 pukul 12:30 pm
waduhhhh..
jadi pengen nonton..
sebenarnya udah baca sinopsisnya di cinemags…, begitu baca review disini jadi pengen nonton..
thx 4 d review
NB : tp jd banyak spoilernya nih……
Februari 15, 2008 pukul 12:11 am
[...] ya? . Film ini lucu, tetapi tidak membuat saya tepuk tangan untuk film ini. Lain dengan film August Rush yang saya rekomendasikan sebagai film yang bagus untuk menjadi tontonan. Tertarik untuk nonton ini? [...]
Februari 15, 2008 pukul 9:44 am
kalo prinsipna pelajaran biologi, tidak selalu begitu chik. ada yang ortunya bakat something semua ternyata anaknya ada yang dapat bakat itu dan ada yang sama sekali ga berbakat dalam hal itu. duh lupa nih apa namanya ya pokoknya pelajaran biologi gitu deh,,
tapi maju terus chik dengan pencarian nya,,semoga dapat musisi berbakat en kalo isa yang blogger juga,,hehe
Februari 15, 2008 pukul 1:07 pm
bukannya di amrik hubungan intim itu biasa aja kan… kalo nonton film nya american pie yang setiap party pasti hubungan intim sama siapa aja yang didapet ~.~
Februari 15, 2008 pukul 4:15 pm
[...] ya? . Film ini lucu, tetapi tidak membuat saya tepuk tangan untuk film ini. Lain dengan film August Rush yang saya rekomendasikan sebagai film yang bagus untuk menjadi tontonan. Tertarik untuk nonton film [...]
Maret 20, 2008 pukul 12:01 am
[...] gitar Raul Midón mengingatkan saya pada film August Rush. Salut buat penyanyi jazz yang satu ini, walaupun Raul tuna netra, namun ia bisa menciptakan [...]
April 14, 2008 pukul 12:01 am
[...] Film yang dibintangi Freddie Highmore, pemain film Charlie and The Chocolate Factory, dan August Rush. Film ini bercerita tentang seorang anak bernama Jared Grace, yang kesal karena keluarganya pindah [...]
April 23, 2008 pukul 8:35 pm
@ fiksirealita
iya, saya sudah tau.. ^^
@ edward
hehehe…maap. tapi endingnya nggak saya kasih tau kok..
@ ika
ahahaha…bisa aja doamu..
@ sandymc
masalahnya ini menyangkut prinsip saya. ini aneeeh!
Januari 1, 2009 pukul 9:25 am
kl punxa jiwa seni(musisi) pasti dia percaya bahwa misuk ada disekitar kita,kita hanya perlu mendengarkan dan mneghayati arti dari musik,…ak percaya karna akuy jg seorang musisi.ardy..081340286917
Januari 24, 2009 pukul 9:32 pm
whuaaaaaaaaaa baru liat film ini barusan… ampe deg deg byar dengerin musiknya… mw nangisssssssssssss
Februari 14, 2009 pukul 9:07 am
filmnya emang bagus banget………….rugi kalo gak nonton..gue jd tertarik belajar maen gitar…kan keren cewe jago gitarrrrrrr
Februari 14, 2009 pukul 3:49 pm
Uhh!!! sebel Qu ketinggalan critanya gara2 teydoR!!!!