Apa itu bendera setengah tiang? Bendera setengah tiang merupakan lambang duka cita. Biasanya dikibarkan jika ada peristiwa yang berduka, seperti halnya kematian mantan presiden Indonesia, H.M. Soeharto.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan rakyat Indonesia untuk memasang bendera setengah tiang selama tujuh hari terhitung dari tanggal 27 Januari 2008 hingga tanggal 2 Februari 2008 dan pemerintah menetapkan 7 hari ini sebagai hari berkabung nasional.
Banyak pro dan kontra yang terjadi soal instruksi ini. Hal ini juga terjadi di lingkungan saya. Keluarga saya memutuskan memasang bendera sebagai penghormatan terakhir ke Pak Harto. Kita semua tahu kesalahan yang diperbuat beliau, namun hal ini tidak membuat kami untuk tidak memasang bendera.
Beberapa tetangga protes karena kami memasang bendera setengah tiang. Berikut adalah percakapan 2 seksi repot rumah tangga.
Mbak-nya si tetangga: “Ngapain sih pasang bendera? Orang kayak Soeharto mah nggak usah dipasangin bendera setengah tiang”
Si Mbak di rumah cK: “Mbok ya kita hormatin. Begimanapun pak Harto khan dulu presiden kita.”
Mbak-nya si tetangga: “Ah, majikan saya mah nggak mau. Buat apa juga? Toh udah mati si pak Harto.”
Si Mbak di rumah cK: “Woo, kita beda kalok gitu. Majikan saya respek ama pak Harto walopun pak Harto banyak salah.”
Mbak-nya si tetangga: “Terserah situ deh. Situ liat sendiri khan? Nggak ada tuh yang pasang bendera. Kayaknya cuma rumah ini doank.”
Si Mbak di rumah cK: “Nggak papa, siapa tau yang pasang bendera dapet dor pres (door prize.red).”
Mbak-nya si tetangga: *ngakak*
Balik lagi ke kontroversial pemasangan bendera setengah tiang. Ketika berangkat ke kantor, hanya beberapa tempat yang memasang bendera setengah tiang. Saya sempat browsing internet dan menemukan topik mengenai Tolak Pengibaran bendera setengah tiang. Ternyata memasang bendera setengah tiang pun menjadi pro dan kontra saat ini.
Apakah kita pantas memasang bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan, mengingat jasa pak Harto memerintah Indonesia selama 32 tahun ini walaupun banyak sekali kesalahan yang beliau lakukan?
Apakah kita tidak perlu memasang bendera setengah tiang karena kesalahan-kesalahan beliau di masa lampau?
Semua keputusan ada di tangan masing-masing. Yang pasti di rumah saya pasang bendera setengah tiang. Terlepas dari apapun juga, kami memutuskan memasang bendera setengah tiang sebagai bentuk respek kami kepada mantan presiden yang menjabat paling lama di Indonesia.
Memasang bendera bukan berarti kami setuju dengan apa yang beliau lakukan selama ini. Kami mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk respek serta penghormatan terakhir. Beliau sudah tidak bisa diadili di dunia ini, namun beliau pasti akan diadili di akhirat.
Selamat jalan pak Soeharto. Semoga engkau ditempatkan di tempat yang layak…
[Updated]
Januari 28, 2008 pukul 11:20 am
*pasang bendera setengah tiang*
Januari 28, 2008 pukul 11:27 am
Keduax!!!
*Kibarin bendera dulu, baru baca postingannya
Januari 28, 2008 pukul 11:30 am
*ah, ternyata lupa kalo ndak punya bendera
Hayah, disuruh ngibarin aja nggak mau, orang sudah mati kok masih dibenci itu lho..
Saya emang ndak suka beliau pas hidup.. Lha sekarang? yah, percuma…
Sekarang saya benci kroni-kroninya ajah
Januari 28, 2008 pukul 11:31 am
Sekalian hetrix…
Hetrik ini saya persembahkan untuk Pak Harto…
Semoga ndak bingung pas ditanyai malaikat..
*kabur sebelum dilempar tiang bendera…
Januari 28, 2008 pukul 11:32 am
ke empax.
tdnya mo mulai posting lg.. tp judulnya dah kepake ms cK..
*cari djudul lain ahh
Januari 28, 2008 pukul 11:33 am
selamat jalan, pak…
saya lagi nonton pemakaman anda lho, pak…
tapi saya lupa masang bendera stengah tiyang…
nanti aja ya, pak…
nunggu si ibuk pulang…
Januari 28, 2008 pukul 11:33 am
*bca komen di atas..
ms cK?
Hihihihihi…
Hehehehe…
Hohohoho…
Huahahahaha…
Januari 28, 2008 pukul 11:36 am
@ nazieb
lha, jadi kamu masang ga?
*mikir untuk masang nazieb di tiang bendera*
@ harri
pake juga gapapa. tapi ntar kamu dibilang ngikut-ngikut saya..
@ niez
pasang sendiri aja..
atau minta tolong ama si pendot tuh wakakakakk..
*nonton pemakaman eyang sembari ngenet*
@ nazieb
ms itu miss lho! seperti halnya mr. atau mrs… harri itu khan sopan. manggil saya pake miss…
nggak kayak kamu!
Januari 28, 2008 pukul 11:39 am
matikan tivi dan simpan bendera baik2 di lemari
Januari 28, 2008 pukul 11:46 am
Di rumah mengibarkan bendera setengah tiang… Di kantor tidak…
Januari 28, 2008 pukul 11:52 am
Awas, jgn karena masalah sepele pengibaran bendera setengah tiang, terjadi perpecahan lagi.
Januari 28, 2008 pukul 11:53 am
hmmm
gak ikut2 ah
lagi sibuk kerja
Januari 28, 2008 pukul 12:03 pm
Yuk mareee…
*pasang….
….togelll*
*ngumpettt*
______________________
selamat jalan eyang…
semoga bendera yang kami kibarkan, mengingatkan pada karyamu, juga “peninggalan2mu” yang lain
Januari 28, 2008 pukul 12:16 pm
*Cari bendera, ga tau di simpen dimana.
Yang mau pasang, ya bagus, kalo ndak juga ndak papa. Pak Harto ndak marah dan ngehantuin yang ndak pasang bendera kok
Januari 28, 2008 pukul 12:36 pm
nda punya bendera sama tiang nya .. . .
sebagai ganti.. dengerin lagunya slank.. bndera setengah tiang
Januari 28, 2008 pukul 12:41 pm
@ arya
*pantengin tipi*
@ adit-nya niez
saya di kantor juga enggak. nggak ada tiang soalnya…
@ gm.
setuju! biarlah tiap orang bebas menentukan sendiri…
@ fajar
gapapa. masa masang bendera di kost?
@ goop
ya ampiun, masang togel..
@ nike
yup yup. bebas kok.. ^^
@ funkshit
keren juga tuh…
Januari 28, 2008 pukul 12:52 pm
aku nggak punya bendera malahan
Januari 28, 2008 pukul 1:05 pm
yah, saya mah setuju banget kalau 1pekan hari berkabung nasional dijadikan libur nasional, sayangnya tu gak terjadi….
Januari 28, 2008 pukul 1:25 pm
pasang bender setengah, setengah nya tiang….
met jalan pak harto, jangan lupa saya forward sms yang suruh doain bapak sembuh loh pak, pulsanya saya bisa ambil dimana ???
*bloon mode=On*
Januari 28, 2008 pukul 1:26 pm
@maxbreaker,
saya lebih setuju lagi, klo 1 pekan ini sebagai hari berkabung nasional, yang imbasnya kantor di liburin ….
Januari 28, 2008 pukul 1:30 pm
kalo kata pembantu kosan saia:
“mas, ta’pasangin bendera, gak usah setengah tiang, tetep di puncak mas..
tapi…”
“tapi opo mbak?”
“tapi yang ta’kibarin bukan bendera, kancute anakku wae mas..”
Januari 28, 2008 pukul 1:37 pm
saya respek jg anyway ama pak harto. gimanapun beliau pernah jadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara kita *hueekkk… cuihh*
chik… aku pengen ngibarin bendera setengah tiang.. tapi kalo disini aku musti masang merah putih atau merah putih biru ya? takutnya kalo pasang merah putih nanti kumpeninya manjat dan jahitin bendera biru di bawah biar jd bendera mereka. hehe..
apa aku nyolong bendera yg ada di balaikota ya, trus tak potong bagian biru nya?
Januari 28, 2008 pukul 1:39 pm
ada apasi? ada apasi? *kelamaan di jalan, ga lihat tipi*
Januari 28, 2008 pukul 1:39 pm
Bangsa beradab mah yang inget dan ngehargain jasa2 para pemimpinnyah!
Kesalahaaaaaan mulu yg diinget!
Januari 28, 2008 pukul 1:59 pm
turut berduka cita!
Januari 28, 2008 pukul 2:08 pm
kok ada juga nyang ndak mau pasang bendera setengah tiang ya mbak chika. kan ndak terlalu repot toh? sekadar untuk sekadar bentuk penghormatan terakhir kepada mantan pemimpin negeri ini aja kok. walah, gitu aja kok repot.
Januari 28, 2008 pukul 2:08 pm
kLo dKantor aQ mah g ad masanK benDera, ceznya Dsini g ad tiank benDera
masa Mobil RIG u/ Pengeboran yg Harus dJadikan tiank:P
tp q td nonton PmakamNy ampe jam 2, untunk g ad boz…lg pd JOB
pDhal jm istiraHat cma jm12-1pm
*sapa tw ad siaRn ulankNya u/ orG” yg pd Kerja*
cupe dh
Januari 28, 2008 pukul 2:25 pm
mengutip sms dari teman saya…
‘demi ketenangan almarhum, segala utang piutang dan hasil pencucian uang bisa diselesaikan dengan ahli waris dengan proses hukum’ hehehe
maksud???
Januari 28, 2008 pukul 3:00 pm
@ mr.bambang
kalau nggak ada ya gapapa..
@ maxbreaker
saya juga setuju. sayangnya nggak direalisasikan..
@ suprie1983
wakakakk..ikut yang begituan juga?
@ adesnugros
wiiih…edan tenan…
@ chrisibiastika
wakakakakk…pasang aja di atas meja belajar…
@ diki
halah…kebanyakan di jalan…
@ payjo
ini satir ya?
@ caplang[dot]net
saya khan nulis tentang bendera. bukan tentang soehartonya.
disini nggak terima sampah duka..
@ sawali tuhusetya
banyak yang memboikot sebagai bentuk penolakan. saya cuma salah satu dari yang memasang bendera.
itu hak mereka sih.
@ bla_vn
di kantor saya juga nggak pasang. soalnya nggak ada tiang..
@ sezsy
Januari 28, 2008 pukul 3:17 pm
bangsa kita memang bangsa yang baik, pemaaf, dan pelupa.
Januari 28, 2008 pukul 3:24 pm
anda sungguh bijak, nak..
Januari 28, 2008 pukul 3:34 pm
Makanya, adili yang cepat. Jadi saat diinstruksi nggak salah kaprah.
Januari 28, 2008 pukul 3:59 pm
gak ikut-ikutan juga…. *sibuk ngurusin audit*
Januari 28, 2008 pukul 4:00 pm
Setuju dengan Anto… bahkan sekarang bangsa ini memuja-muja Bung Karno, yang katanya tanpa cela. Padahal, kesalahannya juga banyak tuh… Beberapa tahun ke depan, mungkin saja Pak Harto akan kembali dipuja-puja. Bahkan mungkin, ada anaknya yang jadi presiden… Mungkin…
*dak bisa pasang bendera…*
Januari 28, 2008 pukul 4:13 pm
pasang aja..kan udah ada instruksi nya..untuk menghormati beliau..di kampung cempluk juga udah pasang bendera setengah tiang..
Januari 28, 2008 pukul 4:31 pm
Sayah kok meragukan nasionalisme Blogger nyang ndak masang bendera setengah tiang.
Apalagee belagu seolah ndak mau memaafkeun…
Januari 28, 2008 pukul 4:34 pm
Pasang ngak pasang asal “peace”
Januari 28, 2008 pukul 4:42 pm
1. Matinya Pak Harto membuktikan kalau beliau bukan dewa, jin, setan, malaikat apalagi tuhan.
2. Berhubung saya tidak punya bendera. maka saya tidak akan mengibarkan bendera setengah tiang.
3. Pak harto mau berdosa atau tidak, biar itu menjadi urusan beliau dengan apa yang disembah dan dipercaya beliau(Tuhan). Dengan catatan beliau percaya tuhan.
Januari 28, 2008 pukul 4:51 pm
diriku blm masang bendera setengah tiang.
*siul siul
Januari 28, 2008 pukul 5:06 pm
Masang bendera ga ada hubungannya sama kesalahan dan kebaikan pak harto.
ini masalah bangsa yang tau terima kasih. Betul, mungkin banyak salah yang beliau perbuat, tapi tidak sedikit yang sudah banyak dia beri.
ga sedikit rakyat yang cinta sama pak harto. ini bukan masalah memaafkan apalagi melupakan, ini masalah penghormatan. dia layak dihormati.
Januari 28, 2008 pukul 5:47 pm
[...]Bagaimanapun beliau adalah seorang bapak bangsa ini. Seorang yang pernah menjadi bapak dan mengurusi anaknya yang bernama Indonesia… Indonesia sebagai seorang anak yang berbakti sudah seharusnya menghormati dan mendoakan bapaknya yang telah tiada.. Urusan kesalahan sang bapak yang pernah diperbuat sudah pasti Sang Maha Segala yang juga Sang Maha Adil itu akan menjadi hakim sesungguhnya kelak di hari penghitungan amal… Semua kejujuran akan terkuak dan terbuka lebar disana kelak. Marilah kita jauhkan diri dari yang namanya fitnah. Kalau tidak punya cukup bukti yang kuat, janganlah sok ikut-ikutan berteriak lantang, karena itu adalah jalan menuju sebuah fitnah. Karena bagaimanapun juga fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan
Januari 28, 2008 pukul 5:59 pm
pasang bendera setengah tiang? ada yg mati? :p
Januari 28, 2008 pukul 6:00 pm
ayo pasang aja..nyantai sajalah..
Januari 28, 2008 pukul 6:28 pm
turut berduka cita aja deh *gak punya tiang bendera*
Januari 28, 2008 pukul 6:52 pm
yg paling seru klo sekalian diliburkan selama 7 hari ke depan!
libur nasional…
!
gmn coba?
Januari 28, 2008 pukul 7:40 pm
Kalo yang mau pasang…ya pasang aja…
Yang nggak mau pasang….ya nggak usah pasang….
Gitu aja kok repot dan pake acara diperdebatkan segala…kapan majunya kalo karena hal kecil kayak gini kita debat mulu…
** sok intelek mode on **
Yang jelas saya ndak pasang bendera, karena lagi nggak dirumah….hihihihi…
Januari 28, 2008 pukul 7:59 pm
turut berduka..
*masang bendera*
Januari 28, 2008 pukul 8:08 pm
hwakakakakakakakakakkkakakakakakaka
*turut berduka chika*
lha kemareng katanyah (di blognyah caplang) mikir 2x buat mbikn postingan tentang Mbah kakung Soeharto….lha kok?
*ups lupa kalok chika khan wartawan*
Januari 28, 2008 pukul 8:10 pm
yach…walopun judulnyah bendera…
)
Januari 28, 2008 pukul 8:11 pm
weks…dah di sindir brader caplang tho?
Januari 28, 2008 pukul 8:20 pm
Disini orang memajang bendera setengah tiang bukan karena berduka atas kematian soeharto. Tapi setengah tiang itu untuk gagalnya pengadilan kita mengusut kasus si mbah, hingga memungkinkan para kroni mensucikan diri dan memendam dalam-dalam segala kesalahan masa lalu bersama mayat soeharto.
Setengah tiang itu untuk mampusnya keadilan di negeri ini.
Januari 28, 2008 pukul 9:03 pm
aku c, pasang…
Udahlah, buat apa sih kesalahannya pak Harto di inget”… bikin kita marah2 sndiri, tambah tua… wakaka <- gila
Januari 28, 2008 pukul 9:35 pm
hmmm saya sih seperti biasa, gak mau merepotkan diri masang bendera (well, yang biasa masang sih si mbak, itu pun atas suruhan bokap). tapi keknya bokap cuek2 aja tuh..
kalo dibilang dia banyak berjasa.. bener juga… tapi kalo kita mikirnya gini: “seandainya dia gak berbuat kesalahan, pasti negara ini setara dengan singapore atau malaysia sekarang”.. susah juga
.
turut berduka cita aja deh..
Januari 28, 2008 pukul 9:42 pm
masang satu tiang penuh aja biar gak tanggung-tanggung hormatinnya. bukan begitu.
*kaburrrr………
Januari 28, 2008 pukul 9:43 pm
Wah, ternyata kamu perhatian juga sama eyang chik. Ndak nyangka saya …
Sebenarnya tadi saya berharap bakal di buat hari libur nasional selama 1 minggu, sayang ndak terkabul.
Januari 28, 2008 pukul 9:52 pm
kesalahan pak Harto apa ya? ada buktinya ngga? kok masing2 sudah memvonis duluan
Januari 28, 2008 pukul 10:55 pm
kan sayang kalau ampe tiang-nya di-potong se-tengah Chik…
btw, aku nggak tahu apa-kah aku harus sedih atau senang
Januari 28, 2008 pukul 11:03 pm
Saya tidak mengibarkan bendera setengah tiang karena bambu untuk tiang bendera yang saya beli sebelum agustusan tahun lalu sudah tidak ada lagi. Dipake untuk ngganjeli deklit waktu di RT pada mbakar ayam pada malam taon baru. Bukan cuma dipake ngganjel deklit saja melainkan bambu itu juga dipatahkan karena kepanjangan.
Nggak etis kan kalau bendera itu saya pasang setengah tian di batang pohon di depan saya. Lagipula saya juga tidak ingin memasang bendera setengah tiang. Biarlah Pak SBY menginstruksikannya karena dia dulu merupakan orangnya Pak Harto. Pak SBY waktu press release mengatakan sebagaimana tradisi yang dilakukan kepada para mantan presiden maka pengobatan mantan Presiden Soeharto dilaksanakan sebaik-baiknya.
Huh! Hanya mantan presiden yang itu yang mendapat pengobatan paling baik karena dia yang paling kaya. Coba tengok bagaimana bangsa ini dulu memperlakukan Soekarno yang tidak dirawat semestinya. Coba tengok apakah Gus Dur dan Megawati akan mendapatkan pelayanan yang sama dari RSPP?
Gombal mukiyo.
Januari 28, 2008 pukul 11:18 pm
mana buktinya klo sudah dipasang bendera-nya? mana skrinyut-nya?
di kantor sudah dipasang sama satpam, di rumah, gak jadi pasang secara gw cuma ada bendera Liverpool FC
Januari 28, 2008 pukul 11:18 pm
aku suka kata2 terakhirmu, chik. beberapa postingan yang aku baca soale minta pak harto diterima di sisinya
menurutku, ya lebih tepat “tempat yang layak”
Januari 28, 2008 pukul 11:25 pm
turut berduka cita, semoga eyang harto diampuni dosa2nya, diterima amal baiknya.
tapi maabh gak pake bendera ya eyang
Januari 28, 2008 pukul 11:53 pm
kangen kebijakan eyang yang kontropersi dulu, si petrus!
kapan dimunculin lagi yaah?
Januari 28, 2008 pukul 11:54 pm
hetrik dulu seblom bobok…
*ngadukaduk lemari nyari bendera*
Januari 29, 2008 pukul 12:30 am
[...] handuk-handuk pun terpaksa dilakukan diatas trotoar jalanan. Alhasil sang saka merah putih pun berkibar setengah tiang dikuatkan oleh tempat jemuran.. oh Nasib Sang Merah Putih, sampai untuk berdiri sendiri sajakah [...]
Januari 29, 2008 pukul 12:34 am
*masang bendera setengah tiang*
Kayaknya kita suka mencampur-campur antara kesalahan, jasa, memaafkan, memaklumi, menghormati, dan lain sebagainya kalau menyangkut mantan presiden Soeharto ini.
Semuanya campur jadi satu, seperti nggak bisa lagi dipilah-pilah mana yang satu dan mana yang lain. Dan contohnya saja memasang bendera setengah tiang dan hari berkabung nasional selama 7 hari.
Itu untuk apa ? Untuk penghormatan terakhir kepada Soeharto.
Mengapa dihormati ? Karena beliau punya jasa bagi bangsa ini.
Lho, bukannya dia punya kasus hukum ? Memangnya kalau punya kasus hukum, jasa-jasanya hilang karena kasus itu ?
Itu bisa berarti memaafkan dong ? Apa menghormati jasa sama dengan memaafkan ?
*dan bisa dilanjutkan yang lain*
Beda kan ?
Jadi sangat naif kalau bilang karena Soeharto punya kesalahan maka tidak perlu menghormati jasa-jasanya.
Makanya [mungkin] bangsa ini nggak bisa BESAR karena nggak menghormati orang BESAR yang sudah berjasa bagi negeri ini, terlepas dari apapun kesalahannya.
menyedihkan….
Januari 29, 2008 pukul 12:37 am
ndak pasang bendera karena
1). nggak punya tiang… kalo dipasang di tiang antena ntar g bisa nonton tipi
2). benderanya agustus kemaren disimpen dimana yak…???
bukan karena
1). nggak suka ama SBY dan pak harto
2). merasa pak harto banyak dosa
walaupun 2 alasan itu mungkin benar tapi bukan berarti dua alasan itu melatarbelakangi tidak dipasanganya bendera stengah tiang… jangan di judge dolo mereka yang nggak pasang bendera stengah tiang itu sis…
Januari 29, 2008 pukul 1:31 am
@ antobilang
kayak kamu gitu, nto?
@ warmorning
makasih.
@ mihael “d.b.” ellinsworth
masalah soal pengadilan rasanya sudah telat. mari kita coba adili anak-anaknya…
@ itikkecil
audit apa mbak?
@ suandana
pendapat orang beda-beda. jadi wajar aja kok.. ^^
@ cempluk
wah…ternyata cempluk ikut masang..
@ mbelgedez

mas mbel masang juga ga?
@ zan’s
hidup damai!
@ mr. fortynine
minta sama istrimu..
@ ina
hehehe…nggak apa-apa kok..
@ calonorangtenarsedunia
kamu pasang ga?
@ anang
ini trekbek ya?
@ venus
ada tuh mbok..
@ iman brotoseno
mas iman juga pasang?
@ takochan
gimana kalau kamu yang jadi tiangnya?
@ fauzansigma
itu sih saya juga mau..
@ iwan rystiono
yup yup. bebas kok. ini nggak dipaksakan..
@ deethalsya
*masang bendera inggris*
@ abeeayang™
saya angkat soal pro kontra bendera karena peristiwa ini baru terjadi pagi tadi..
@ guh
wihiii…sarkastik bo!
@ mee yg menggila
bukannya kamu juga udah tua?
@ sandymc
nggak mungkin juga kamu yang pasang benderanya sendiri, san..
saya aja dipasangin si mbak..
@ abasosay
gampangan setengah tiang…
@ danalingga
saya juga pengen hari berkabungnya jadi hari libur. sayang nggak direalisasikan…
@ anak sultan
saya no komen soal beginian.
@ extremusmilitis
datar-datar aja juga ngga apa-apa kok..
@ kombor
banyak juga yang membandingkan perlakuan terhadap almarhum soeharto dan soekarno. tapi memang soeharto merupakan presiden kedua yang meninggal. jadi orang pada membandingkan perlakuan negara terhadap kedua presiden yang telah meninggal tersebut.
# titov
mungkin skrinsutnya nyusul..
@ dekisugi
menurut saya juga begitu. semoga beliau ditempatkan di tempat yang layak. apapun itu…
@ titov
gapapa kok nggak pasang bendera…
@ pyrrho
komen yang benar-benar menyentil..
banyak sekali pertanyaan-pertanyaan kalau menyangkut presiden kedua kita. soal bendera, balik lagi ke pribadi masing-masing. bagaimanakan sikap rakyat terhadap instruksi presiden sby? semua terserah rakyat…
@ andrew anandhika wijaya
rasanya saya tidak menjudge orang yang tidak memasang bendera deh. dikalimat yang mana ya??
Januari 29, 2008 pukul 2:03 am
Aku ndak punya bendera di kost. Itu aja.
Januari 29, 2008 pukul 2:05 am
saya hormat sama beliau.. saya pasang bendera dihati
Januari 29, 2008 pukul 2:34 am
Saya ga masang bendera setengah atau pun full tiang…
Januari 29, 2008 pukul 4:01 am
Prihatin. semasa hidup tidak bisa tenang karena digugat terus. setelah meninggal pun masih diributin. moga Beliau bisa tenang di alam sana.
Januari 29, 2008 pukul 6:39 am
di kost masih masang penjor(bambu dengan hiasan dalam perayaan galungan)
jadi tempat tiang benderanya ga ada
Januari 29, 2008 pukul 6:59 am
Salam kenal… ijin mentaut ya…….
Januari 29, 2008 pukul 7:10 am
Lha? tiang bendera gw tinggal setengah tuh. sisanya dimakan
chikatikus berikut benderanya..Januari 29, 2008 pukul 7:13 am
Setuju Cik, terlepas dari apapun yang pernah dilakukan oleh The Smiling General, namun dia masih layak mendapatkan penghormatan terakhir. Penghormatan terhadap orang lain secara tak langsung adalah penghormatan terhadap diri kita sendiri.
Teringat jaman perang salib, bahkan Sultan Saladin mendatangi sendiri Raja Richard yang sedang sakit keras sambil membawa apel yang dibungkus salju dingin agar Raja Richard bisa sembuh.
Januari 29, 2008 pukul 7:31 am
Astaga Chik !!!
Sayah kan RT !!!
Semalem sepulang ngitung duit receh, sayah inspeksi keliling.
Nyang ndak masang bendera sayah tanyain, kenapa ndak masang,
Apa perlu sayah belikan bendera lagee ???
Apa perlu sayah belikan tiang bambu lagee ???
Dan pagi ini sambil sayah brangkat, sayah liat semua udah masang bendera….
Januari 29, 2008 pukul 8:43 am
saya juga pasang
Januari 29, 2008 pukul 9:02 am
wajar ja gimanapun dia sangat membantu pembangunan indonesia
Januari 29, 2008 pukul 9:03 am
Innalillahiwa’innalillahiroji’un ..
Januari 29, 2008 pukul 9:53 am
Doh pagi2 dah rame, padahal ane baru bangun,
Apa? Pak Soe….. ulang- tahun?
Ups maap- maap, ya.. anu ya ..Innalillahiwa’innalillahiroji’un ..
Ya..ya ..Penuh ato setengah porsi eh tiang? eh koq jadi setengah ngelamun,
Januari 29, 2008 pukul 9:59 am
saya setuju sama sama pendapatnya Pyrrho.
terlepas dari kasus-kasus hukum yang menjerat pak harto….tp begimanapun juga beliau adalah Bapak Pembangunan yang memang selama 30 tahun lebih benar2 berhasil membangun Indonesia. walo itu juga mengakibatkan Indonesia punya hutang dalam nominal yang besuaaar sekali.
tapi ya wajar toh kalo indonesia ngutang? kalo ga ngutang ya mau membangun indonesia pake duite sopo?? duit dr hongkong?
Januari 29, 2008 pukul 10:29 am
Setuju ! Pasang bendera bukan karena setuju dengan kesalahan yang dilakukan beliau. Rumah saya pasang juga lo…
Januari 29, 2008 pukul 10:30 am
[...] hari ini saya membaca blognya Seus Chika yang nulis tentang pengibaran bendera 1/2 tiang. cK said, “Apakah kita tidak perlu memasang [...]
Januari 29, 2008 pukul 10:40 am
Hormaaaat Grakkkk!
(karena stengah tiang, sambil angkat kaki sbelah)
Januari 29, 2008 pukul 10:53 am
Orangnya sudah meninggal saja masih ada kontrofersi. Gimana kalo dosa di dunia kita yang adili he…..he….
Januari 29, 2008 pukul 11:16 am
pasang bendera di kamar saja… biar gak ada yang tahu apakah Ade pro atau kontra atas kepergiannya.
-Ade-
Januari 29, 2008 pukul 12:12 pm
@ goenawan lee
kalau ga ada ya gapapa..
@ brainstorm
benderanya kayak apa ya?
@ mathematicse
hehe..ya iya. mau pasang dimana juga?
@ atapsenja
semoga…
@ baliazura
gapapa kok..
@ zero
silakan..
@ tukangkopi
gimana kalau benderanya pake kemeja lo aja?
@ sandal
makasih..
itulah maksud saya. tapi semuanya hak masing-masing. mau pasang atau enggak, itu tergantung mereka. ^^
@ mbelgedez
duit recehnya buat apa mas??
@ deteksi
kita sama donk.
@ lccptc
itu salah satu jasa beliau.
@ erander
turut berduka juga bang…
@ rumahkayubekas
hehehe…kang herry pasang ga nih?
@ ndutyke
semua terserah masing-masing.
saya cuma menghormati saja, terlepas dari semua kesalahan yang beliau perbuat.
@ gyl
hihihi…siip..
@ kangtutur
nggak capek, kang?
@ fikriana
hahaha…berhubung beliau sudah almarhum, biarlah Tuhan yang mengadili. tapi kalau proses hukumnya mau dilanjutkan ke anak-anaknya, itu terserah rakyat.
@ sayap ku
hehe…bisa aja ade ini…
Januari 29, 2008 pukul 12:45 pm
berhubung dirumah ga punya bendera.. nitip ucapan belasungkawa aja disni… hehehehehehe
Januari 29, 2008 pukul 1:52 pm
di kampung kostku pada masang….kostku anak2nya pd males masang…kecuali kl dapat hadiah laptop asus dr mbak tutut…
Januari 29, 2008 pukul 2:15 pm
rumah saya dan kantor juga pasang bendera setengah tiang….ya gimanapun juga gimana2nya pak harto itu kita tetep iba ma dia yang udah wafat itu ya.
kalo gak salah pas bu tien wafat juga disuruh pasang bendera setengah tiang ya?
*ndak masalah pasang bendera 1/2 tiang tanpa upacara menghormati tuh bendera tiap pagi selama 7 hari
Januari 29, 2008 pukul 2:48 pm
Apa salahnya menghormati orang lain. Gak ada manusia yang sempurna Mas, Mbak, Bang, Pak, Bu, Dik.
Januari 29, 2008 pukul 4:05 pm
sama ajah
yang jelas ada pak hartonyah !
*maksa*
Januari 29, 2008 pukul 4:32 pm
enggak penting ….(egois mode : ON)
Januari 29, 2008 pukul 4:45 pm
tau ngga c…
siwi ga dhong dhong kalo pak Harto yang meninggal
padahal uda dibilangin ma tukang mie ayam
Januari 29, 2008 pukul 6:33 pm
yang masang kan antek-antek dulu kali
Januari 29, 2008 pukul 9:01 pm
Anak kos-kosan, jadi dk punya bendera, he he he
Tapi bpk kos gk pasang juga tuh, gk punya juga kali ya, tapi tetangga sebelah kanan (orang nomor satu di kampus) udah masang kok. JAdi ikut tetangga aja, hihihi
Januari 29, 2008 pukul 9:08 pm
nggak ada emang sis… aku nyindir orang
banyaklain kokJanuari 29, 2008 pukul 9:38 pm
turunkan….. turunkan…. turunkan…
*kabur*
Januari 29, 2008 pukul 11:25 pm
skrinsyutnya mana?
Januari 30, 2008 pukul 3:08 am
yah, kalau jadi polemik sih, daripada ribut adu mulut apalagi sampai adu sikut, mending kita kibarin bendera setengah tian dalam jiwa saja. Toh, jutaan rakyat Indonesia dari berbagai strata nyaris menikmati hasil pembangunan warisan Pak Harto.
Salam inklusif
Januari 30, 2008 pukul 6:56 am
saya juga pasang bendera setengah tiang.. ya sudahlah.. penghormatan terakhir, walaupun beliau ada salah, toh kita pernah menikmati juga hasil kerja beliau..
btw salam kenal
Januari 30, 2008 pukul 9:49 am
pasang lah…
Januari 30, 2008 pukul 10:13 am
saya nda masang,
tiangnya ilang
Januari 30, 2008 pukul 10:36 am
gara2 bendera setengah tiang, lagu indonesia raya jadi 1,5 stanza
Januari 30, 2008 pukul 11:57 am
@ nana
wahahaha…dasar…
@ ekowanz
wakakakakak…dasar! ada maunya!
@ yonna
lebih bagus lagi kalau diliburin, mbak..
*ngarep*
@ sagung
tumbeng agung jadi bijak..
@ abeeayang™
yayaya…terserah abee aja deh.
@ adek
@ superkecil
maksudnya apa tuh? dhong dhong?
@ kharisfajar
berarti saya antek-anteknya pak harto donk..
@ anakrimba
kalau nggak ada ya jangan dipaksain. ^^
@ andrew anandhika wijaya
ooo…itu satir ya??
*baru mudeng*
@ 3l3ctr0n
turunkan apa? harga tempe?
@ arul
meragukan ya?
udah saya apdet tuh..
@ frozen
salam kenal…
semua itu juga bebas kok. terserah rakyatnya.. ^^
@ jimmy
salam kenal juga..
@ calonorangtenarsedunia
pasang apa han?
togel?@ jendral bayut
cari teman yang kurus, trus pasangin bendera di badannya..
@ dobelden
masa sih??
Januari 30, 2008 pukul 12:35 pm
di rumah masang sih.. padahal saya ga setuju..
Januari 30, 2008 pukul 12:40 pm
aneh yah ttg bendera aja pro kontra?
saya ga pasang, soalnya tiangnya ilang..
sayangnya temen2 yg kurus pada gamau dijadin tiang, mba chika
Januari 30, 2008 pukul 1:06 pm
ngga pasang, ngga penting ahh..
Januari 30, 2008 pukul 2:37 pm
koq tumben gak di apdet lagi ?? lagi masa berkabung yah mba…
Januari 30, 2008 pukul 3:09 pm
[...] Dokter Gadis Palembang Neng Chika Islam Feminis Retorika Pak Musoddiq Kopral Geddoe Mas gantenK ToB BIL Neng [...]
Januari 30, 2008 pukul 4:11 pm
udah pasang dari beberapa hari lalu. Tapi gak di rumah dunia maya
hihi
Januari 30, 2008 pukul 11:33 pm
@ roffi moneymaker
@ lei
hehehe…nggak pasang gapapa kok..
@ f4154lman
terserah kok..
@ suprie1983
lagi sibuk nih…
@ away
Februari 1, 2008 pukul 10:14 am
wah setuju banget, libur selama 7 hari….asoy berat
*ngarep juga
Februari 1, 2008 pukul 6:10 pm
memang susah kalo sudah biasa mengadili orang lain sesama manusia yang padahal ga tau juga pastinya, biarlah benar salahnya Suharto Tuhan yang Maha Adil yang urus…
walo bagaimanapun SBY sudah mendidik kita untuk tau terima kasih dan menghormati pahlawan yang sudah berbuat banyak untuk negara ini dengan memasang bendera setengah tiang…sebagian besar rakyat indonesia pastinya sudah merasakan nikmatnya saat dipimpin presiden termasuk kita…dasarnya manusia emang yang ga tau terima kasih habis manis sepah dibuang…manusia memang ga ada yang sempurna…
*ud pasang bendera di rumah*
Februari 2, 2008 pukul 4:51 pm
APAAAA ??? SUHARTO ??????????????????
buwat gwe, suharto tu adalah orang yg pantas, pantas, pantas, dan sangat layak untuk dihormati. Lepas dari kasusnya selama menjadi orang nomer satu, beliau adalah seorang, yach, negarawan yang SANGAT CERDAS dan BERWIBAWA. dimanapun dia pergi, rival politiknya selalu menghormatinya, memeluknya, menciumnya, dan mengajaknya .. cerita macam2 donk.. kok mikirnya gitu sich ???
hasil akhirnya adalah kesepakatan, dan ikatan emosional antar beliau dengan pemimpin yang dikunjunginya .. ketika beliau akan pergi ke Bosnia (kalo g salah), waktu itu semua orang yang mendengarnya, melarangnya pergi, alasannya disana sedang perang. tapi beliau tetap pergi kesana, bahkan membangun masjid disana. begitu hebatnya seorang suharto, sampai akan merelakan nyawanya ….
yang gwe heranin, KATANYA pak suharto dididik dengan adat jawa yang sangat ketat, pendidikan agama yang sangat keras, dan nasionalisme yang sangat tinggi, TETAPI MENGAPA sampai terjadi KORUPSI, PEMBERONTAKAN dan PELANGGARAN HAM ??? bagaimana bisa anak2nya menjadi orang2yg, seperti itu ?? apakah beliau gagal mendidik anaknya ?? atau beliau sangat sibuk, sehingga beliau mempercayakan anak2nya kepada pengasuh istana yang mungkin tidak tahu tentang agama? itu pertanyaan besarnya …
Yach .. sebagai satu2nya PRESIDEN TERLAMA di INDONESIA, yang selalu mendekat kepada rakyat kecil dan meninggalkan kenangan yang begitu mendalam, sampai ada rakyat yang PINGSAN di dekat makamnya, adalah sangat disayangkan, apabila ada orang2 banyak yang begitu mencelanya. memakinya dan mencari2 kesalahannya, meskipun dia memang bersalah tetapi, bukankah semua agama mengajarkan, DILARANG MENCELA ORANG MATI ???????????????????????????????
Februari 6, 2008 pukul 4:16 pm
nampak sih wajar aja kalo ada bendera 1/2 tiang dimana2 toh juga dia dulu pernah memimpin negara kita meski ada baik dan buruknya juga tpi toh juga semua manusia seperti itu kan?ada baik dan buruknya juga. tp yang gw sebelnya tuh kok di media nampaknya ribut bgt ya ttg H. Muhammad Soeharto ini ya?buset 24jam isinya dia mulu..cape deh.. oh masih banyak yg jauh lebih penting drpd 1 org meninggal dunia sseperti Lumpur lapindo brantas gymana?dll. udah ah bosen ama soeharto ini
Februari 15, 2008 pukul 3:45 pm
aku ga pasang bendera stengah tiang lo…. males
Maret 18, 2008 pukul 2:51 pm
[...] * Foto Bendera dari: Cikastuff [...]
Maret 18, 2008 pukul 2:52 pm
Slam kenal chika.. mo izin masang gambar bendera ini di blog-ku.. suwun
Maret 23, 2008 pukul 9:02 pm
@ yonna
saya juga mau kalau itu..
@ maskres
makasih.
@ pemalas
hm…opini yang menarik.
saya no komen deh…:lol:
@ noenam
saya juga bosan sih..
@ faroush
yang masaing simbak aja.
@ berandaku
salam kenal. silakan. tapi gambarnya gelep dan gak bagus lho..