Pernah kamu berpikir kata-kata apa yang paling sulit diucapkan oleh orang-orang? Bukan pernyataan cinta atau isi hati, melainkan kata Terima Kasih dan Maaf. Entah kenapa kalau diperhatikan, kebanyakan orang rada gengsi untuk minta maaf maupun mengucapkan terima kasih.
Memang kalau kita pergi ke supermarket, restaurant, ataupun tempat yang ada SPG/SPB-nya pasti ucapan itu bertebaran dimana-mana. “Terima Kasih sudah mampir”, “Arigato Gozaimashu”, “Thanks for coming”, dan lain-lain memang sering kita dengar. Bisa dibilang mereka mengucapkan terima kasih dikarenakan tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka selalu tersenyum dan mengatakan “terima kasih”. Tetapi bagaimana dengan kehidupan sehari-hari?
Baru-baru ini saya pergi bersama beberapa teman. Ketika sedang jalan-jalan nggak jelas, tiba-tiba ada tukang bakso. Teman saya yang sedang lapar tiba-tiba mengajak makan bakso. Karena saya kurang suka bakso, jadi saya nggak ikut makan. Namun saya mengamati bagaimana teman-teman saya membeli bakso.
Teman 1(A): “Bang, baksonya berapa?”
Tukang Bakso (TB): “1 porsi lima ribu, neng.”
A : “Beli satu porsi bang. Ga pake daun bawang ya. Sama ga pake mecin.”
TB: “Iya, neng.”
Temen 2 (B): “Saya juga bang. 1 porsi. Ga pedes.”
TB: “Iya,neng.”
Sambil melihat cara pembuatannya, si A merokok dengan nikmatnya. Kemudian ketika melihat TB memasukan daun bawang ke makanannya, A setengah berteriak;
A : “Bang!! Kok pakai daun bawang sih? Khan saya bilang JANGAN pakai daun bawang. Gimana sih??!!!”
TB: “Maaf, neng. Maaf…”
A :”Pokoknya saya ga mau. Buat lagi, bang!”
TB: “Si eneng yang ini mau ga?” (bertanya ke B)
B : “Ya sudah deh bang, buat saya saja.”
TB: (Sambil tertunduk, memberikan baksonya kepada B)
A : “Cepetan ya bang, saya sudah laper!”
TB: “Iya neng.”
Setelah beberapa menit, selesailah bakso yang diracik untuk A.
TB: “Nih neng.”
A : (Mengambil bakso tanpa mengucapkan apa-apa + wajah bersungut-sungut)
Setelah selesai makan akhirnya keduanya pun membayar.
A : “Nih bang, goceng!”
B : (ikut memberikan uang tanpa mengucapkan apa-apa)
Dan keduanya pun ngeloyor pergi bersama saya. Karena berasa ada yang janggal, saya mencoba bertanya ke keduanya;
cK: “Kok pada ga bilang makasih? Khan kasian si Abang udah bikinin makanan.”
A : “Ga penting ah.”
B : (hanya terdiam)
Kalau dilihat dari percakapan diatas, jadi terlihat kalau mengucapkan terima kasih itu rasanya sulit sekali. Yah…walaupun si Abang bakso sudah berbuat salah, dia khan sudah minta maaf. Lagipula si Abang juga sudah memberikan apa yang diminta. Walaupun kita yang membayar, sudah sepatutnya si Abang menerima ucapan terima kasih donk. Namun entah kenapa, rasanya banyak yang merasa enggan mengucapkan terima kasih maupun minta maaf. Padahal dua kata itu dapat membuat orang lain merasa dihargai. Begitu pula kalau berbuat salah. Kebanyakan orang yang berbuat salah berusaha mencari alasan lain sehingga tidak perlu meminta maaf.
Satu hal yang ingin saya katakan, minta maaf itu bukan berarti kalah. Itu adalah persepsi yang salah. Begitu pula dengan terima kasih. Apa sih sulitnya berterima kasih kepada tukang bajaj yang kita naiki? Apa sulitnya berterima kasih kepada tukang mie tek-tek? Apa sulitnya berterima kasih kepada Kasir yang memberikan kembalian uang? Bukan berarti karena kita yang memberikan uang, kita yang berhak menerima ucapan terima kasih. Kita juga harus mengucapkan terima kasih karena ini adalah simbiosis mutualisme dimana keduanya saling mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, budidayakan pengucapan terima kasih dan jangan malu untuk meminta maaf.
Maaf kalau ada perkataan yang tidak berkenan di hati dan terima kasih mau membaca coretan iseng curhatan ini.
Sekian.
April 26, 2007 pukul 10:38 pm
trimakasih ya udah nulis ini, nice posting
trimakasih juga udah ditontonin video gerombolan si manis hihih
and trimakasih juga udah dikirim lagunya samson
and maaf ya belum bisa nontonin video balik, gataw cara bikinnya, maklumin deeh gaptek suraptek bau ketek….hwahahaha
bagi dong baksonya jadi ngiler
April 26, 2007 pukul 10:42 pm
totally agree.
i think if everybody has the decency to say please, sorry, and thank you, the world would be a better place. for sure.
thanks for posting this up!
April 26, 2007 pukul 10:54 pm
yayaya…aku lebih suka ucapan terimakasih dibanding maaf, ga tau kenapa…
April 26, 2007 pukul 10:55 pm
waw, masih termasuk lima besar kah?
asik-asik…
April 26, 2007 pukul 10:56 pm
chika,
maafmakasih udah ngijinin aku komen 3 kali, hattrick bo…*cape ah*
April 26, 2007 pukul 10:59 pm
@ evy
sama-sama ibuuu…terima kasih sudah mampir. maaf baksonya ada di indonesia. balik kesini dulu donk bu hehehe…
@ ita
you’re welcome, sweety.
@ antobilang
………
terima kasiiih…sudah komen 3 kali. *satire mode on*
April 26, 2007 pukul 11:04 pm
Terimakasih atas nasihatnya yang inspiratif, mohon maaf karena komentar saya pendek
April 26, 2007 pukul 11:10 pm
ya..ya… setuju padahal orang barat tuh selalu bilang thanks untuk sekecil apapun, lha kita?
April 27, 2007 pukul 12:06 am
Maafkan saya terlambat memberi reply.
Terima kasih masih tetap diizinkan me-reply.
April 27, 2007 pukul 1:09 am
3 kata sakti yah?
April 27, 2007 pukul 2:02 am
kalo kata2 maaf berguna buat apa ada polisi ? gak penting kali yah?
maybe polisinya maybe maafnya.. :p
*nyam..nyam* ffambil ffmmaemff (sambil maem -red-)
April 27, 2007 pukul 6:48 am
trima kasih dan maaf, mudah kata2nya, tapi sulit dikatakan.
April 27, 2007 pukul 7:08 am
Eh, aku pernah ke mini market apa gitu, terus yang jaga kasir tiap ada orang dateng disambut, kalo pergi dibilangin “terima kasih”, gitu, agak keras juga suaranya. mungkin udah policy dari perusahaannya ya..
..nha, tapi kaya’nya kok agak awkward gitu yah, yang bilang dan yang dibilangi sama-sama canggung gitu. mungkin kita emang bangsa yang belum terbiasa untuk hal-hal semacam itu (tapi bukan berarti ndak harus dibiasain lho
)
April 27, 2007 pukul 9:54 am
terimakasih, maturnuwun….
sudah lunas kan?
April 27, 2007 pukul 11:06 am
paradigma kota besar ya?
April 27, 2007 pukul 11:44 am
agak susah ngomentarinnya, maaf ya…
Tapi terima kasih sudah diingatkan
April 27, 2007 pukul 12:05 pm
Mungkin karena tidak terbiasa aja kali ya.
Orang yg sudah biasa ngucapin terima kasih, biasanya sih dengan mudah juga akan mengucapken terima kasih.
Namun kalau mengucap maaf, itu memang sulit… sumpah deh !!!
April 27, 2007 pukul 12:51 pm
@ wadehel
permintaan maaf diterima
@ peyek
makanya dari sekarang coba dipraktekkan ^_^
@ mr. geddoe
sama-sama mr. geddoe.
@ alle
betulll!!!
@ irdix
ah kamuuu…kayak dao ming tse yang di meteor garden aja ehehehehe…
ma’em apa?? mauu doonk…hehehe… *ngiler*
@ madsyair
iya. tapi dicoba dulu aja
@ hafiz
yup. makanya sampel saya ambil dari situ. seperti supermarket al**mart. pasti tiap habis belanja mereka mengucapkan terima kasih. kalau dibiasakan mengucapkan kata-kata tersebut, lama-lama nggak canggung kok
@ dee
lunaasss
@ joesatch
nggak kota besar aja sih. kalau bisa sih seluruh penjuru dunia. budayakan terima kasih, maaf dan tolong (ini tambahan dari ita)
@ xwoman
sama-sama. ^.^
terima kasih sudah mampir
@ bank al
betul. contohnya saya ehehehe…
kalo kata maaf itu memang sulit untuk diucapkan. tapi dicoba dulu aja. si wadehel aja bisa ehehehe
April 27, 2007 pukul 1:08 pm
[...] tapi robot tidak bisa diharapkan untuk dengan tulus berterima kasih, atau meminta maaf. Wong kadang-kadang manusia saja masih kesulitan untuk itu.. Filed under: refleksi [...]
April 27, 2007 pukul 1:39 pm
Om ..maaf itu tanda lemah … jgn suka minta maaf ahh …. dikit2 maaf …dikit maaf …. hajar haja ..kepruk abis ..the unforgiven.
April 27, 2007 pukul 1:47 pm
@ bayuleo
siapa yang kamu maksud dengan Om? saya ini perempuan lho… *buru-buru konfirmasi sebelum diledek yang laen*
April 27, 2007 pukul 1:55 pm
OOOpppppssss!!!!
April 27, 2007 pukul 1:58 pm
@ bayuleo
hehehehehehe…
April 27, 2007 pukul 2:00 pm
terima kasih sudah mengutarakan perasaanmu..
tapi maaf, saya sudah ada yang punya…
April 27, 2007 pukul 2:03 pm
@ manusiasuper
maksud loooooo????
April 27, 2007 pukul 3:00 pm
Chika chik, tolongin dong bebasin comment gue di de-spam, please tolongin yaaa
April 27, 2007 pukul 4:52 pm
Ma sih suka bilang makasih,, apalagi kalo abis dibeliin es krim,
Orang tuh harus dibiasain ngomong maaf-terima kasih-tolong,, Ma pernah liat ada di angkot, stiker yang dibikin anak SD manaa gitu di bandung, tulisannnya,,
“Ucapkan terima kasih setelah turun dari angkot”
anak kecil sekarang pinter pinter ya,,
April 27, 2007 pukul 5:09 pm
Terima kasih atas tulisannya. semoga akan terus bermanfaat. maafkan segala komentar saya yang dirasa tidak enak
April 28, 2007 pukul 11:56 am
terimakasih udah ngasih pelajaran yang sangat bermanfaat dan maaf kalo koment saya gak mutu
April 28, 2007 pukul 9:06 pm
Susahnya untuk memaafkan juga lho
*pengalaman pribadi kemarin*
April 29, 2007 pukul 8:15 pm
sebenarnya nggak susah kalau dibiasakan dari kecil….
*saya terima maafnya, dan terima kasih sudah memuat commnet ini*
April 30, 2007 pukul 1:37 am
Maaf, akhir2 ini saya lumayan sibuk jadi tidak sempat berkunjung.
Maaf, ada berita apa to? Ooo…tentang pentingnya ucapan “maaf” dan “terima kasih”
Maaf, saya pribadi juga sangat setuju dengan hal tsb.
Terima kasih Mbak CK yg sudah mengingatkan saya akan hal tsb.
Maaf, saya masih ada kepentingan jadi terpaksa buru2 pulang.
Terima kasih
April 30, 2007 pukul 3:54 pm
maaf..saya males login
maaf…nama cK belum ditambahin ke halaman teman maya..
sabar2 ya..males banget je
maaf
April 30, 2007 pukul 3:58 pm
maaf bukannya saya ikut2an…tp saya setuju dg pentingnya ucapan maaf dan terimakasih.
terimakasih mbak chika udah ngingetin…nice posting
April 30, 2007 pukul 4:13 pm
@ evy
sudah bu!!
@ rizma adlia
betul! budayakan terima kasih-maaf-tolong sedari kecil.
@ fourtynine
wah…saya ndak bisa merasakan komen anda. rasanya manis ato asin??
makasih sudah komen. maaf kalo saya jayuz
@ ndarualqaz
makasih juga sudah komen
@ luthfi
wah…sabar ya mas luthfi. orang yang bisa memaafkan pasti berjiwa besar (tentunya mas luthfi adalah orang yang termasuk berjiwa besar bukan?) hehehe..
@ fertobhades
memang ndak susah. tapi banyak yang dari kecil nggak dibiasain, jadi waktu sudah besar jadi ga kebiasaan.
@ deking
hati-hati di jalan pak de king. terima kasih sudah sudimampir
@ anung
permintaan maaf diterima
terima kasih sudah mampir. lain kali login ya ehehehe…
@ lintang
iyaaa…terima kasih sudah mampir. maaf kalau blognya minimalis.
April 30, 2007 pukul 8:16 pm
…dan kita masih saja suka menepuk dada, merasa bangsa kita lebih berbudaya dari bule-bule itu… ya kan? hehehe…
Mei 1, 2007 pukul 1:31 am
salam kenal chika!
lagi blogwalking nih…
Mei 1, 2007 pukul 2:25 am
[...] Mohon maaf apabila postingan ini tidak bermutu, dan terimakasih atas partisipasi anda dalam petisi online dalam membaca postingan ini. hihihihi. Filed under: In My Search | [...]
Mei 1, 2007 pukul 2:38 am
Maaf, terlambat komen.
Terimakasih atas pengertiannya.
Mei 1, 2007 pukul 10:05 am
hi hi hi gitu ya. oke deh mulai sekarang aku coba inget2. terimakasih ya chika. nice 2 know 2
maaf , kamu sudah punya pacar?
Mei 1, 2007 pukul 3:29 pm
iya bener banget tuh
katanya orang indonesia sopan santun?
padahal….
cuma orang tertentu saja…
hwaa….
kukk kukk kukk…
zzzrrrrtttttttttttttt………….
blub!!!
Mei 1, 2007 pukul 7:39 pm
@ venus
iya mbok. indonesia oh indonesia…
@ antobilang
*pukul-pukul anto yang amnesia*
@ cakmoki
sama-sama cak. terima kasih sudah dateng dan kasih komen.
@ kw
aduh…pamali hal begituan ditanyain di blog khekhekehkeh
@ super kecil
hayo…kamu termasuk orang tertentu itu ga? hehehehe
Mei 2, 2007 pukul 3:49 pm
dougggh, kommeny bykk bgtt. jd pucingg…..
Mei 2, 2007 pukul 6:48 pm
Maaf, maafkan saya… terimaksih
Mei 2, 2007 pukul 7:28 pm
Maafkan aku bila mencintaimuu ..
Mei 2, 2007 pukul 8:13 pm
Kang Kombor minta maaf ya, terimakasih sudah diingatkan.
Mei 3, 2007 pukul 3:18 am
@ tM
ya ndak usah dibaca kalo pusing wekekekek…
@ wadehel
sudah dimaafkan mas
@ knyskl
maafkan aku bila tidak™ mencintaimuu ..
@ kang kombor
terima kasih sudah komen.
@ all
maaf kalo postingannya kurang berkesan.
Mei 3, 2007 pukul 2:46 pm
wah bagus yah…bener juga yah. aku minta maaf dulu ah..
Mei 4, 2007 pukul 11:08 am
terimakasih yah udah menerima kasih saya..
kaboooorrrr…
Mei 4, 2007 pukul 12:26 pm
Postingannya berkesan kok, bagus! yang merasa susah mengatakan maaf dan terimakasih belajarlah (saya juga “sedang” belajar ini…)
tapi geli juga klo denger kasir di Al**Mart bilang “Terimakasih, selamat datang kembali” habis mereka ngucapinnya kaku sih.
Salam kenal Neng cK
Mei 8, 2007 pukul 11:13 am
@ -balibul-
minta maaf ke siapa??
@ orido
lha, kok kabur?
@ gessh
wah…jangan segan-segan mengucapkan kata-kata itu. salam kenal juga ^_^
Mei 11, 2007 pukul 3:02 pm
[...] namanya indonesiakita[dot]wordpress[dot]com, yg buat siapa lagi kalo bukan temen berantemnya ck…. hehehe … moga-moga blog itu bisa berjalan dengan baik, dan mendapat dukungan serta [...]
Mei 18, 2007 pukul 10:27 pm
temanmu meski tak berterima kasih mungkin di hatinya dah memafkan kali.. buktinya bayar juga kan gocengnya….
sebuah postingan yang menarik…
konon yang penting memaafkan… entahlah…
Juli 2, 2007 pukul 7:53 pm
[...] (Wahai, yang Mahamengetahui, Engkau tahu aku banyak berkilah dan berbohong saat menuliskannya, maka maafkanlah atas segala dustaku. [...]
September 18, 2007 pukul 12:11 pm
Mengucapkan trima kasih kalau di hitung secara matematis pada saat jual beli memang tak perlu karena ud impas, bagi sebagian orang beranggapan mengucapkan terima kasih hanya bila diberi sesuatu maka impas jika kita ucapkan trimakasih.
Namun sopan santun kita sebagai orang timur sepertinya ada sesuatu yg mengganjal walaupun kita telah membayar dengan jumlah uang tanpa mengucapkan trimakasih.
Biasanya seperti bila kita menerima gaji dari bos walaupun itu memang hak kita karena hasil pembayaran dari jasa yg kita lakukan tetap saja kita ucapkan trima kasih
September 18, 2007 pukul 3:08 pm
aslkm..
emang sih ka…
jangankan ucapan terimakasih…kadang2 ‘orang’ (dikasih kutip coz sebenarnya masih bisa g sih dibilang ‘orang’) sekarang kalo sudah ditolong malah curiga ma yang udah nolong…
astaghfirullah…
moga2 kita g seperti itu…
September 18, 2007 pukul 7:57 pm
Okeh! Okeh!
Aku maafkan kamuh!!
*minggat*