Baru-baru ini saya bertemu dengan seorang anak lelaki yang diperkirakan mengidap penyakit skizofrenia. Dia seringkali bercerita sebuah fakta dengan versi yang berbeda-beda, suka memutarbalikkan fakta dan kadang malah mem-bullsh*t sana sini demi mendapatkan simpatik orang-orang. Apa sih penyakit skizofrenia itu??
Skizofrenia merupakan sekelompok gangguan psikotik, dengan gangguan dasar pada kepribadian, distorsi khas pada proses pikir. Kadang-kadang berasa bahwa dirinya sedang dikendalikan oleh kekuatan dari luar. Penyakit ini timbul akibat ketidakseimbangan pada salah satu sel kimia dalam otak. Skizofrenia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinan (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).
Pernah nonton film trilogy Lord of the Rings?? Tahu Gollum alias Smeagol?? Yah… kira-kira skizofrenia seperti itulah. Kayak berkepribadian ganda, tapi lebih parah. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater atau psikolog.
Kalau pada remaja, perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia, yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan dan biasanya menganggap semua orang sebagai musuh. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin, kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil, afek sempit, percaya hal-hal aneh, pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya, persepsi pancaindra yang tidak biasa, pikiran obsesif tak terkendali, pikiran yang samar-samar, penuh kiasan, sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren (duh..bahasanya).
Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati, namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik, terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. Kesabaran dan perhatian yang tepat sangat diperlukan oleh penderita skizofrenia. Keluarga perlu mendukung serta memotivasi penderita untuk sembuh. Namun ada salah satu penderita skizofrenia yang bisa sembuh dan tetap berprestasi, yaitu John Nash, yang kemudian kisahnya diangkat menjadi sebuah film dan memenangkan piala Oscar yaitu A Beautiful Mind. Berasa kenal orang dengan tipe seperti ini? Cepat laporkan ke dokter setempat!
Note: Thanks to wikipedia and other sources. Thanks also to Mbak May yang sudah memberikan tambahan link.
PS: Judul diambil dari buku karangan Prof. Dr. Ayub Sani Ibrahim Sp. Kj.
Maret 27, 2007 pada 4:40 pm |
hm…tapi schizofrenia ini ndak termasuk kategori gila kan?
Maret 27, 2007 pada 4:50 pm |
Naaah, anto, tertangkap basah.. mana tuh pak dosen? Gimana petani indonesia mau maju kalo pakar2nya kabur mulu tiap dimintain petuah?
Btw, kok gw ngerasa jadi tertuduh pengidap schizoituan ya? hmmm…
hmmmm lagi.
Maret 29, 2007 pada 3:00 pm |
waduh……
mo sedikit koreksi nih, boleh nggak ? (ntar ditimpukin lagi…)
Schizoprenia itu nggak sama dengan split-personality. jauuuhhhh berbeda. Istilah split-personality sebenarnya nggak ada dalam istilah psikologi, tapi sebuah gangguan psikologi yang digolongkan ke dalam disociative disorder, sama seperti amnesia (khususnya yang retro).
2 ciri khas schizo itu delusi dan halusinasi. Jika kedua syarat itu ada, diagnosisnya biasanya langsung tertuju pada schizo, walaupun harus dengan anamnesa tambahan dan prasyarat yang lain. Jenis yg paling umum dari schizo adalah schizoprenia paranoid (beda dgn paranoid personality disorder), seperti yg dialami John F. Nash.
thanx……
Maret 29, 2007 pada 3:12 pm |
@ antobilang
enggak kok…masih normal tapi harus diatasi…
@ wadehel
bisa ditanyakan kepada para blogger yang dokter…
emang situ doyan ngomong sendiri?? atau
membullshitmembual?? hehehepak dokter!!! ada yang ngaku-ngaku sakit skizofrenia niihhh…
*kabur sebelum ditimpuk om wadehel*
@ fertobhades
wah…makasih atas koreksinya. spliting personality itu saya ambil dari judul buku karangan Prof. Dr. Ayub Sani Ibrahim Sp. Kj. kayaknya judulnya keren jadi saya pakai hehehe…
April 4, 2007 pada 12:52 am |
ngaget-ngagetin aja, tak kirain ada yang Schizoprenia. Hehehe bicara beginian cocoknya emang pak fertob, walau ada juga sisi medisnya. Saya abstain aja ya, soale batasnya sempit banget sih
April 4, 2007 pada 3:29 pm |
numpang nampang dulu…
kapan kapan mampir lagee…
April 4, 2007 pada 11:15 pm |
hmmm… ngomongin si Tobil ya?
April 6, 2007 pada 2:09 pm |
@ cakmoki
ga ada kok cak, cuma saya baru2 ini ketemu sama orang yang diperkirakan mengidap penyakit itu. belum periksa ke dokter sih…
@ super kecil
linknya mana??
*akhirnya mencoba mencari link super kecil*
eh…ketemu! tuh sudah saya masukkin
@ amd
sebenernya enggak sih. tapi kalo si Tobil merasa, saya ndak tau tuh hehehe
April 7, 2007 pada 1:01 pm |
skizofrenia,,
temenku jg ada tuh,,
tp blm tingkat parah kok,,
April 8, 2007 pada 2:36 pm |
hatur nuhun sanget…
thank you so much…
merci…
danke…
terima kasih…
arigato gozaimasu…
loph u dech…
April 14, 2007 pada 5:13 pm |
tapi di RSJ banyak juga yang schizo (tipenya juga macem macem kan,,),, trus kan datanya 1% dari penduduk dunia schizo,, (Ma lupa ada di mana,, hehe,,)
Juni 9, 2007 pada 7:17 pm |
[...] memahami istilah-istilah psikologi dan neurology, apakah saya ini insane, psikopat, neurotic, schizophrenia, ataukah “hanya” sekedar introvert, stabil-cermat, phlegmatic, atau dominant otak [...]
Agustus 21, 2007 pada 1:59 pm |
Cuma mau ikut mengomentari
Seperti sudah dibahas oleh Fertobhades, Skizofrenia itu jauhnya Jakarta – Beijing dari Split Personality.
Sekalian mengomentari ini:
“Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati, namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik, terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan”
Seperti Mbak Chika sudah tulis, skizofrenia merupakan gangguan PSIKOTIK. Dalam bahasa awamnya disebut sebagai gangguan jiwa berat, yang sudah membutuhkan terapi medis untuk mengurangi simtom neurologisnya. Jadi, selain tidak bisa disembuhkan, perhatian, empati, dan menghindari reaksi berlebihan (i.e. mengkritik) sudah tidak ada pengaruh langsungnya pada si penderita. Treatment non medis seperti ini berfungsi pada gangguan NEUROTIK, bukan psikotik
Kalau boleh saran, sebaiknya sebelum menulis sesuatu yang seserius ini, lebih baik Mbak Chika browsing dulu. Kalau terpaksa menggunakan Wikipedia sebagai referensi, sebaiknya gunakan English Wiki, jangan yang Indonesian Wiki, karena lebih reliable. Seperti artikel http://en.wikipedia.org/wiki/Schizophrenia yang jauh lebih lengkap dan lebih komprehensif daripada versi Indonesia yang Mbak Chika tautkan
Moga2 nggak tersinggung dengan komentar saya ya… dan.. selamat berkarya
Agustus 21, 2007 pada 2:17 pm |
Nambahin:
Mungkin tautan ini bisa membantu supaya lebih jelas:
http://allpsych.com/disorders/psychotic/schizophrenia.html
Ini versi singkat dan online dari manual untuk menegakkan diagnosa gangguan kejiwaan
Agustus 26, 2007 pada 11:26 am |
kalo orang yang suka dengan seseorang tetapi berlebihan dan menganggap barang kesayangan nya itu adalah seseorang yang dia sayang itu apa namanya? misalnya boneka teddy bear yang dia anggap mantan pacarnya lalu dia sayang-sayang dan mulai menganggap bahwa boneka itu adalah pacarnya dan ketika orang itu bnar-bnar bertemu dengan mntan pacar nya timbulah rasa grogi yg berlebihan ….apa yah namanya?? delusi bukan?
Agustus 26, 2007 pada 4:24 pm |
Schizofren yah,, kayaknya temenku kena nih, kaya orang gila, tapi jenius..
Tapi pernah nonton di metro tv ada salah satu penderitanya dapet nobel di bidang iptek (kisah nyata)..
Agustus 27, 2007 pada 8:16 pm |
pesan ku yg kmrn tolong dunk d bls soalnya penting dan yg mengalami itu malah aku sendiri
September 20, 2007 pada 10:25 pm |
utk DabiBlue:
bisa dikatakan delusi, kalo pada hampir seluruh waktu dalam hidupmu hanya digunakan untuk berinteraksi dgn Teddy Bear itu. Dan karenanya, bahkan mengganggu seluruh aktivitas harianmu, seperti mulai mengurangi waktu dengan teman-teman demi bisa ngobrol dengan Teddy Bear, misalnya. Masalah utama penyakit psikotik seperti skizofrenia adalah masalah menerima kenyataan atau realitas dalam hidup. Seseorang yg tidak bisa menerima realitas dalam hidupnya dan karenanya menjadi stress, gak punya tempat mencurahkan isi hati, tertutup, dan sangat emosional biasanya jadi pribadi-pribadi yg sangat rentan kena skizo. So, buat Dabi, saranku, make a decision segera tentang mantanmu itu. Setelah itu, terimalah apapun realitasnya. Be Positive!
November 21, 2007 pada 4:27 pm |
bagaimana apabila hal-hal yang seperti dialami seseorang yang di nyatakan menderita skizofrenia itu menjadi sebuah kenyataan.apakah orang itu juga di sebut skizofrenia
Juli 19, 2008 pada 2:44 pm |
dari buku who aini allah
dimana ada seorang gadis belasan tahun (amai) yang menderita skizofrenia karena ortu yang semula ateis sibuk menjari agama sampai ia menderita obsesif kompulsif,,maka masyarakat mencemooh tentang dy dan keluarganya..
karena ibunya malu akan anak yang mengikuti jejak ayahnya maka amei dibuang dengan keadaan terkekan mentalnya di sebuah stasiun di surabaya..nasib baik mempertemuaan ia dengan doktermuda yang menyembuhkannya dan ia bayak dapat ajaran-ajaran spiritual yang menyembuhkannya dari gangguan jiwanya,,,tak disangka tuhan sangat mencintainya amei meninggal pada saat ia menjalankan ibadah dan beristirahat dengan tenang^^
Desember 5, 2008 pada 1:47 pm |
ANA PNGHIDAP PNYAKIT INI…
ANA MNDERITA…
ANA BERUSAHA NAK SEMBUH TAPI SUSAHLA…
ANA RASA PNYAKIT ANA NIE SKIZOFENIA JENIS YG PARAH…
JENIS YG TIDAK DAPAT DFAHAMI OLEH AHLI PSIKOLOGY…
SAMPE PAKAR PSIKATRY PUN BINGGUNG DGAN PNYAKIT YG ANA HADAPI…
TOLONG!!!!…
INI KIRANYA ANA DAH NAK GILA…
HAHA…
HUHU APAKAH WAJIB SOLAT?….
COZ SYARAT WAJIB SOLAT ADALAH WARAS AKIL BALIGH…
TOLONG ANA NAK JAWAPANNYA…
HAHAHA…
Maret 7, 2009 pada 12:02 am |
[...] kesehatan mulai dari alergi yang aneh, ayam bumbu formalin, akibat merokok sampai dengan cerita wong gendheng [...]
November 26, 2009 pada 3:03 pm |
duh cerem amat btw gmana crana qt tau kl qt kna penyakit 2 pa ga???
Juli 3, 2010 pada 7:03 pm |
Saya merasa masih waras,tapi beberapa bulan belakangan ini saya sering mendengar suara orang memanggil shingga sering bangun tengah malam krna suara itu terdengar jelas dan keras tapi ternyata tidak ada orangnya.dan saya sering mendengar banyak pikiran negatif yg sepertinya memaksa ikut dengan pndpt ngtfx,akhrx sy sring memblas dg argumen yg postf(kalo org lht sy spt bcr sndri)tp smua itu hanxa berani sy lakukn dtmpt tertutup dr pndgn org,sy suka menyndri krn mrsa tersiksa mrsa bs menebak ato mndgar pkiran org seolah membicrakn sy,sring kacau emosi,pkiran,tindkan dan perkataan.tp alam bwah sdar sy (nurani)menolak kalu hrus ke piskiater/psikholog sy tdk mw hrs minum obt.adk sy yg postif skizo paranoid jadi dongo,ko’ kaya kcnduan dan otakx jd tmbh rusak gra2 obt tsb,jln ngmg n mkir jd super lelet ska bkin gmes aku suka marah2in dia.aku punya kcndrungan malu n pelupa yg super bgt,5menit inget 5dtik lpa sring bgt kalo lg stress.aku cape tiap balik bdan aku lupa sesuatu..btw aku memang punya cidra otak gra2 oprasi.hmpr 80% sel2 otakku dah mati.aplg aku pernah baca obt2am kmia menybabkn kerusakan tbuh jgka pnjg sprti gnjal,hati n otak,coba gmna?mana mgkn aku mw Minum obt terus seumur hdp,aku dah 3th bkerja.pkerjaanx gmpg2 susah tp hr2 trtntu bs full stress teutma pas sblum2 mw haid..wuih kpla kya mw mledak,byk yg pgn aku omg tp dah ya..thanks,coz aku cma mw curhat..HAHAHA
Juli 15, 2010 pada 5:30 pm |
Istri saya alhamdulillah telah sembuh dari skizofrenia, sudah hampir 3 tahun tidak lagi minum obat dokter dan obat herbal. Istri saya menjalani terapi dengan konsumsi herbal enbepe (dari tanaman pegagan) dan lechitin (sari kedelai)ditambah juga terapi akunpuntur 1xseminggu. Lebih kurang 2 bulan menjalani terapi tersebut istri saya sudah kembali normal dan tidak mengalami gejala2 skizofrenia lagi.
Untuk mendapatkan enbepe, coba searching di google…pt natural nusantara (produsen dua herbal tersebut). Jika kesulitan coba herbal dengan merk lain yang komposisinya dominan pegagan (centela asiatica) dan/atau lechitin kedelai.
komarudin (081380323526)
Agustus 2, 2010 pada 11:05 pm |
Hi,mau tanya selain buku yang di atas ada lagi ga ya?
atau buku2 tentang penyakit kepribadian,mohon di balas, soalnya perlu buat Skripsi…Thanks
Agustus 23, 2011 pada 10:35 am |
Skizofrenia, split personality, multiple personality:
Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater: “Skizofrenia” berasal dari dua kata, yaitu “skizo” yang artinya retak atau pecah (split), dan “frenia” yang artinya jiwa. Dengan demikian seseorang yang menderita gangguan jiwa skizofrenia adalah orang yang mengalami keretakan jiwa atau kepribadian (split of personality).
Bleuler & Zugen (1911) yang dikutip oleh Prof. Dr. Sutardjo A. Wiramiharja, Psi. berpendapat bahwa skizofrenia ditandai oleh disorganisasi proses berpikir, kemudian adanya kelemahan koherensi antara pikiran dan perasaan, dan adanya orientasi kedalam diri yang mejauhi (split of) realitas. Keretakan (spliting) tidak melahirkan kepribadian yang ganda (multiple), tetapi berupa keretakan di dalam sisi intelektual, antara intelektual dengan emosi, dan antara intelektual dengan realitas eksternal.
Marvin S. Beitner, Ph.D. : In order to understand multiple personality it is first important to eliminate a popular misconception. Many people confuse multiple personality with schizophrenia. However, schizophrenia is an entirely different disorder and does not have anything to do with multiple personality. One characteristic of schizophrenia is a “split” between thinking and affect (feelings) which results in an inappropriate expression of affect. Some people incorrectly believe that schizophrenia is a “split personality” manifested by different, or multiple personalities.
http://forum.kafegaul.com: Menurut beberapa pandangan, split personality dengan multiple personality disorder (MPD) agak beda. Split personality disebut juga kepribadian yg terpecah sedangkan MPD disebut sebagai kepribadian ganda.
Ada beberapa orang yg mengalami split personality tapi tidak mengalami multiple personality disorder (atau disebut juga dg Dissociative Identity Disorder)
Wikipedia Bahasa Indonesia: Pemecahan kepribadian (spliting of personality) atau sering juga disebut kepribadian ganda (multiple personality), atau juga lebih terkenal dengan nama alter ego. Merupakan suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah (split of personality) sehingga muncul kepribadian yang lain.
Prof. Dr. Sartono Mukadis: Dalam kasus Sylvia (di Indonesia), empat jiwa dalam tubuh Sylvia Ethe (64 tahun), berpendapat Sylvia mengalami split personality.
Dr. Wilbur, Psikiater (yang merawat Sybil): Menetapkan Sybil Isabel Dorsett (seorang gadis dengan 16 kepribadian) mengalami split of personality, tetapi membuktikan pula bahwa ini bukan gejala skizofrenia.
Dr. David Caul (yang merawat Billy): Menemukan Billy Miligan (seorang pria dengan 24 kepribadian) memiliki kepribadian ganda (multiple personality).
DSM IV-TR: Dissociative Identity Disorder (formerly Multiple Personality Disorder) is the presence of two or more distinct identities or personality states that recurrently take control of behavior.
Februari 23, 2012 pada 6:22 pm |
syukur la skg kwn saya dah sembuh…wlaupn tak lah sepenuhnya…